
1 Minggu kemudian
Tidak terasa acara pernikahan Kim Tan dan rose.
"ya ampun Rose, kamu cantik sekali sayang" ucap bibi melihat Rose di ruang rias.
"ah bibi bisa aja" balas Rose tersenyum.
"bibi benar-benar tidak menyangka hari ini kau akan menjadi seorang istri, rasanya baru kemarin melihat gadis kecil bermain di taman." ucapnya membelai rambut rose.
mata Rose berkaca-kaca.
"hei kenapa wajahmu menjadi sedih seperti ini hmm?" tanya bibi khawatir.
"tidak bi, aku hanya sedih mengingat ayah bi, impian rose menikah dan di dampingi ayah, tapi tuhan berkata lain" ucapnya berusaha tersenyum
"hei, jangan sedih, ayahmu pasti ikut bahagia melihat mu sekarang akan menjadi seorang istri, itu artinya kamu tidak sendiri lagi, ayah dan ibu mu pasti sangat bahagia disana" ucap bibi Hani mengusap pipi rose.
"sekarang jangan sedih lagi, ada bibi dan paman yang akan selalu mendampingi mu, meskipun nanti kamu milik suami mu, kamu tetap jadi putri paman dan bibi" lanjutnya.
mereka saling berpelukan.
"terima kasih bi, karena bibi selalu ada untuk Rose" ucap rose
"iya sayang, berbahagialah. sudah-sudah jangan menangis nanti make up kamu luntur loh"
rose mengangguk dan tersenyum.
tok...tok..
paman rose masuk ke ruang rias.
"Rose? apa kamu sudah selesai? pestanya akan segera dimulai sayang. ayo keluar.
rose berjalan di dampingi pamannya. terlihat Kim Tan sudah berdiri di altar.
Kim Tan sangat terpesona melihat rose yang sangat cantik dan anggun.
"dia benar-benar cantik" batin Kim Tan.
rose sudah sampai tepat di hadapan Kim Tan.
skip****
setelah sah, terlihat maid membawa nampan yang di atasnya berisi cincin.
Kim Tan mengambil cincin tersebut kemudian menyematkannya pada jari manis rose.
sebaliknya rose menyematkan cincin itu Kejari manis Kim Tan.
tiba-tiba terdengar suara dari teman-teman rose.
"cium..cium..cium..." teriak tamu antusias.
Rose melotot ke arah Kim Tan.
tanpa basa-basi Kim Tan mencium rose lama.
__ADS_1
Rose yang syok hanya bisa diam.
"huuuuuuuuu" teriak semua tamu tersenyum bahagia.
terlihat ada rechol yang ikut bersorak
disisi lain Jae-eon pergi meninggalkan pesta itu setelah melihat rose berciuman dengan Kim Tan.
kim Tan melepas ciumannya dari rose, dia tersenyum smirk ke arah rose.
rose yang kesal hanya berpura-pura tersenyum.
"sialan, dasar modus. lihat saja nanti" batin rose
******
"aaaaargggkk" teriak Jae-eon di dalam mobil, hatinya benar-benar hancur melihat pernikahan rose dan Kim Tan.
"kenapa hidupku harus seperti ini? kenapa? seharusnya yang bersanding bersama rose itu aku...aaaarggg" Jae-eon meluapkan semua emosinya.
dia benar-benar terpukul melihat rose menikah dengan orang lain.
belum lagi dia terpaksa menikah dengan Rechol yang dimana pernikahan mereka sisa 3 hari lagi.
"Rose, apa ini hukuman untukku karena menyakitimu dulu? apa ini balasan karena aku menyia-nyiakan mu dulu? aku memang bodoh tidak memperjuangkan mu dan malah menerima pertunangan itu. dan bodohnya lagi aku membuat kesalahan terhadap Rechol.. aaaaargggkk"
Jae-eon menancap gas dengan kecepatan tinggi, pikirannya benar-benar kacau saat itu.
******
Rechol menghampiri Rose.
"btw, kenapa kamu tidak bilang kalau suami mu itu aktor Kim Tan?" bisik Rechol mencubit perut rose.
"aku kira aku sudah pikir aku sudah memberitahu mu, ternyata belum yah, maaf kalau gitu" jawab rose.
"dasar kamu, eh aku request anak laki-laki yah" ucap Rechol pada Rose dan Kim Tan.
Rose yang mendengar ucapan Rechol spontan mencubit lengan Rechol.
"aaakhh sakit tau" ringis Rechol lalu tersenyum jail.
Rose dan Kim Tan salah tingkah.
"tenang saja, aku dan rose akan membuat yang lucu untuk mu, kau mau request berapa anak?" goda Kim Tan karena menyadari rose yang salting.
Rechol tertawa mendengar ucapan Kim Tan.
"semampu kalian sajalah. selam rose tidak kecapean" goda Rechol.
"ih apaan sih kalian, sana.." rose mendorong Rechol agar menjauh. Rechol tertawa melihat Rose yang salah tingkah.
"wajahmu memerah, kau sakit?" Kim Tan kembali menggoda rose
"apaan sih, udah ah aku mau pergi ke bibi" ucap rose meninggalkan Kim Tan. Kim Tan terkekeh melihat rose salah tingkah.
Skip****
__ADS_1
tidak terasa pesta pernikahannya sudah selesai.
Kim Tan dan Rose kembali ke rumah yang sudah di siapkan Kim Tan.
kebetulan bibi dan pamannya ikut tinggal bersama mereka untuk 2 malam.
"akhirnya sampai juga" ucap Kim Tan memarkir mobilnya.
Kim Tan turun dari mobil dan segera masuk ke rumah tersebut. namun langkahnya terhenti menyadari kalau rose belum ikut turun dari mobil, ia berbalik dan melihat rose kesusahan untuk turun dari mobil tersebut.
"aish gaun ini menyebalkan sekali, aku bahkan sudah bergerak." gumam Rose.
tiba-tiba Kim Tan mengulurkan tangannya untuk membantu rose berjalan.
rose memegangi tangan Kim Tan sambil berjalan masuk ke rumah tersebut.
"wah pengantin baru sudah sampai" sapa bibi Hani.
mereka tersenyum dan seketika rose melepaskan tangan Kim tan.
"kenapa di lepas? tidak usah malu sama paman dan bibi, bibi dan paman juga pernah di posisi itu" ucap bibi tersenyum.
"kalian mau makan atau nanti setelah berganti pakaian?" tanya bibi Hani.
"mau langsung istirahat saja bi, aku dan Kim Tan sudah makan tadi" ucap rose.
"oh baiklah kalau begitu, kalian istirahat lah"
"bibi dan paman juga istirahat, kalian pasti sangat lelah. aku dan Kim Tan ke kamar duluan, gerah sekali menggunakan gaun ini" pamit rose.
"aku dan rose ke kamar dulu yah Bi, paman. Sepertinya dia sudah tidak tahan" goda Kim Tan.
rose mencubit pinggang Kim Tan.
"apaan sih kamu, malu tau" ucap rose
"kamu yang apa-apaan, aku kan cuma bilang kamu ngga udah ngga tahan, kan kamu sendiri yang bilang udah gerah pakai gaun" balas Kim Tan
seketika wajah rose memerah karena salah paham maksud Kim Tan.
"Bi, paman aku ke kamar duluan yah" buru-buru rose meninggalkan mereka semua karena malu.
"hei tunggu biar ku bantu" ucap Kim Tan tersenyum gemas melihat rose yang malu.
paman dan bibi Hani tersenyum melihat rose dan Kim Tan.
"sekarang tinggal kita berdua disini. apa mau malam pertama juga?" goda paman merangkul istrinya
"ih apa sih sayang, genit sekali, udah tua juga" bibi Hani mencubit suaminya.
"yakali aja, kamu juga mau" ucap paman terkekeh.
"dasar, lebih baik kita makan. kamu belum makan kan dari tadi siang" ajak bibi Hani.
"hmmm, tapi suap yah. aku sudah lama tidak bermanja-manja dengan istri ku tercinta" paman memasang muka menggemaskan.
"dih, dasar ngga ingat umur kamu" ucap bibi mencubit pipi suaminya karena gemas
__ADS_1
******