Rose Love Story

Rose Love Story
Pesta Pertunangan


__ADS_3

Malam pukul 19:00


Rose tampak sedang sibuk memainkan handphone-nya. ia sibuk mengetik pesan untuk sekretaris rumah sakit.


"selamat malam Bu, maaf mengganggu. saya hanya ingin menginfokan kalau saya bersedia untuk bergabung pada team dokter yang akan bertugas di Palestina." isi pesan rose


beberapa saat kemudian rose mendapat balasan. permintaannya untuk bergabung di ACC


"selamat malam dokter.


baik Dr. Rose secepatnya kami proses. terima kasih." balasnya.


rose menarik nafas berat.


"Rose kamu harus bangkit, demi karir kamu, semangat" ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


*****


di rumah sakit.


terlihat rechol sedang membagikan undangan pertunangannya dengan jae-eon.


"wah, ngga nyangka kalau Dr. Rechol akan bertunangan dengan Dr. Jae-eon, selamat yah dok" ucap salah satu suster.


"terima kasih, jangan lupa datang yah" ucap rechol kemudian pergi dan melambaikan tangannya.


rose memasuki rumah sakit, tidak sengaja Ia bertemu dengan rechol.


"Rose, kamu sudah datang?" sapa rechol sedikit tidak enak.


"he em" jawabnya singkat.


hati rose terasa sakit dan sesak di dadanya melihat undangan yang di pegang rechol.


"jangan lupa datang yah" ucap rechol menyodorkan undangan kepada rose.


rose berusaha tersenyum untuk menutupi kekecewaannya.


"pastinya dong, masa pertunangan sahabat sendiri aku ngga datang" ucapnya.


Rechol yang mendengarnya, sedikit tersinggung namun ada rasa sedih mengingat persahabatan mereka selama ini.


"makasih yah" ucap rechol kemudian memeluk rose. rose membalas pelukan rechol.


"sama-sama"


*****


"Cut...oke, hasilnya bagus sekali" ucap sutradara kepada Kim Tan.


Kim Tan hanya tersenyum menanggapi pujian sutradara.


"baiklah kalian bisa istirahat dulu" ucap sutradara kepada para actor dan kru.


kim Tan berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit, ia hendak keluar untuk mencari udara segar. pada saat di depan pintu rumah sakit Kim Tan tidak sengaja melihat dari jauh rose berpelukan dengan rechol.


"dia siapa?" gumam Kim Tan.


kim Tan mengabaikannya dan keluar rumah sakit.


*****


Sekretaris rumah sakit tersebut tampak sibuk mengetik sesuatu di komputernya.

__ADS_1


"Dokter Kim rose, ahli bedah" ucapnya mengetik nama rose.


"oke selesai, eh tunggu dulu kenapa namanya mirip nama dokter yang kemarin saya hapus sesuai perintah kepala rumah sakit? kim rose, Kim rose" ucapnya sambil mengingat-ingat.


"ah sudahlah lagian inikan pengajuannya sendiri."


sekertaris itu kemudian mencetak dokumen itu.


*****


saat Kim Tan berjalan-jalan di taman rumah sakit, Kim Tan tidak sengaja melihat rose terduduk diam seakan memikirkan sesuatu. wajahnya menunjukkan ekspresi sedih dan kecewa.


"doooooorrrr" kim Tan sengaja mengagetkan rose.


"aaaaa" teriak rose.


"Kim Tan? ngga lucu tau?" lanjutnya.


Kim Tan kemudian duduk dan merebut undangan yang ada di samping rose.


"eh kamu ngapain, kembalikan" pinta rose.


"Rechol dan Jae-on." Kim Tan membaca nama yang tertera pada undangan tersebut.


"ow, jadi ini mantan kamu yang akan bertunangan dengan sahabat mu?" Kim Tan menebak.


rose merebut undangan itu.


"bukan urusan mu" ketus rose kemudian memasukkan undangan itu ke tasnya.


"mau datang bersama" tawar Kim Tan.


"apa? kamu tadi bilang apa?" rose memastikan.


"mau tidak?. kapan lagi kan kamu ditemani oleh aktor terkenal seperti ku." Kim Tan lagi-lagi membanggakan dirinya.


rose berpikir sejenak.


"apa tidak masalah? bagaimana kalau berpengaruh pada karir mu?" tanya rose.


"aku kan cuma bilang mau menemani kamu, bukan mengaku sebagai Kim Tan" jawab Kim Tan.


"maksud kamu?"


"iya, aku akan menemanimu tapi bukan sebagai Kim Tan."


"jadi, kamu mau menyamar?" tebak rose.


"nah itu maksud ku. jadi, kamu, aku dan karir kita aman." ucap Kim Tan.


"baiklah, setuju" ucap rose.


kalau begitu aku masuk dulu yah, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan."lanjut rose.


"baiklah" balas kim Tan mengamati rose yang melangkah pergi dari taman itu.


*****


2 Minggu kemudian


tampak beberapa tamu sedang menghadiri pesta pertunangan antara rechol dan Jae-eon.


beberapa yang baru saja memasuki ruangan yang berlokasi dekat kolam renang hotel milik ayah jae-eon.

__ADS_1


terlihat orang tua Jae-eon dan rechol sedang asiknya bercerita. disisi lain rechol sedang menyapa teman-temannya yang juga datang ke pestanya.


dan jae-eon memilih duduk sendirian di kursi tepi kolam renang, tampaknya ia sedang mencari-cari seseorang.


beberapa menit kemudian rose datang dengan menggunakan dress merah maroon tanpa lengan dan Kim Tan di sampingnya dengan menggunakan kemeja warna senada dengan dress yang digunakan rose tidak lupa kacamata, memperlihatkan Kim Tan seperti seorang yang jenius.


Mereka terlihat sangat serasi.


semua mata tertuju pada mereka.


"Bukannya itu Dr. rose?" ucap salah satu teman rechol. rechol kemudian berbalik dan melihat ke arah rose.


"iya itu Dr. Rose, waaaahhh cantik sekali, dia terlihat seperti seorang selebriti. laki-laki itu siapa?kenapa wajahnya tidak asing dia juga tampan. mereka serasi sekaliiiii" puji salah satu teman yang juga bersama rechol saat itu.


rechol merasa sedikit iri. karna ini pestanya tapi malah rose yang banyak dipuji tamu undangan.


jae-eon yang juga melihatnya pun ikut tersanjung melihat kecantikan rose malam itu namun disisi lain ia bersedih karna melihat rose bersama laki-laki lain.


terdengar suara MC membacakan susunan acara.


"baiklah, saatnya memasuki acara inti yaitu pertukaran cincin Antara rechol dan Jae-on. diminta kedua pasangan Menaiki panggung."


semua orang kembali fokus pada acara tersebut.


rechol dan Jae-on yang masing-masing di dampingi orang tua mereka pun menaiki panggung.


Jae-eon mulai mengambil cincin kemudian dengan ragu-ragu iya menyematkan cincin di jari manis rechol. rechol pun menyematkan cincin di jari manis Jae-eon.


Kim Tan menyadari rose yang bersedih namun berusaha ditutupinya. Kim Tan lalu menggenggam erat tangan rose, ia menguatkan rose.


pertukaran cincin pun selesai, para tamu undangan dipersilakan menikmati jamuan tersebut.


rose yang memilih duduk di tepi kolam renang yang sedikit jauh dari tempat rechol dan keluarganya berkumpul.


sesekali rose menatap mereka dengan ekspresi sedih kemudian menghela nafas berat.


Kim Tan datang membawa minuman untuk rose.


"ini untukmu" ucap Kim Tan memberikan minuman ke rose.


"terima kasih"


"sudahlah jangan dipikirkan, aku yakin kamu akan menemukan orang yang jauh lebih baik dari laki-laki itu dan akan selalu memperjuangkan mu."


rose tersenyum tipis mendengar ucapan Kim Tan.


"dan pastinya akan selalu ada untukmu, sama seperti yang kulakukan saat ini" ucap Kim Tan pelan.


"apa? kamu bilang apa tadi? suara orang-orang sedikit keras" tanya rose yang tidak jelas mendengar apa yang dikatakan Kim Tan.


"ih tidak apa-apa. minumannya enak" jawab Kim Tan bohong.


"owwww" rose kembali menikmati minumannya.


"oiya cobain deh kuenya, rasanya enak" Kim Tan berusaha menyuapi rose. rose kemudian membuka mulutnya untuk mencoba kue tersebut.


jae-eon melihatnya dari jauh. rasa sedih dan kecewa membuatnya tidak tahan berlama-lama di tempat itu.


"ayah aku mau ke toilet sebentar" bisik Jae-eon.


ayahnya pun mengangguk membiarkan anaknya pergi.


jae-eon kemudian berlalu pergi.

__ADS_1


*****


__ADS_2