
Bandar Udara Internasional Yasser Arafat
pesawat yang di tumpangi rose dan teman-temannya baru saja mendarat. terlihat supir bus sudah datang menjemput mereka.
mereka semua kemudian naik dan duduk di kursi masing-masing...
"wah, aku sangat lelah, badanku rasanya lengket sekali. rasanya benar-benar ingin mandi" ucap teman rose.
"iya ingin rasanya cepat sampai, badanku rasanya remuk semua." balas rose.
"oiya, kira-kira berapa jam kita akan sampai?" tanya Yuri teman rose.
"ntah, sudahlah lebih baik kita istirahat sebentar." ucap rose kemudian memejamkan matanya.
*****
Di lokasi syuting, Kim Tan terlihat tidak fokus dan kurang bersemangat. sepertinya dia kepikiran dengan rose.
beberapa kali take diulang karena ketidakfokusan Kim Tan.
"aduh, bagaimana sih kamu kim Tan? ini sudah ke 6 kalinya kita mengulang adegan, ada apa dengan mu?" kesal sutradara
"maaf ..maaf saya benar-benar minta maaf" ucap Kim Tan meminta maaf ke semua kru.
"sudahlah, kita istirahat dulu" lanjut sutradara.
asisten dan meneger Choi yang kebetulan ada disana menghampiri kim Tan.
"ada apa dengan mu? kenapa kamu jadi tidak fokus hari ini?" tanya meneger Choi.
"apa kamu sakit?" meneger Choi menyentuh kening Kim Tan.
Kim Tan hanya menepis tangan meneger Choi. kemudian berjalan ke kursi dengan tidak semangatnya.
"aku tidak apa-apa, aku hanya kurang fokus dan banyak pikiran hari ini"
"apa yang membuat mu kepikiran? bagaimana pun hari ini kamu harus menyelesaikan syuting"
"yaaaa aku tau" Kim Tan menyandarkan badannya kemudian menutup mata sejenak.
*****
bus tiba di suatu tempat terlihat helikopter dan beberapa tentara berdiri di dekat helikopter.
rose dan teman-temannya turun dan menarik koper masing-masing.
"baiklah untuk menuju lokasi kalian akan menggunakan helikopter mengingat akses ke sana sedikit rumit" ucap pemandu disana.
mereka pun berjalan mengikuti pemandu menuju helikopter. sesampai di depan helikopter, mereka berhadapan dengan beberapa tentara tersebut.
salah satu komandan tentara tersebut memerintahkan anggotanya untuk mengambil koper-koper dari team dokter tersebut.
"wah wajahnya tampan sekali" ucap Yuri berbisik ke rose.
__ADS_1
rose hanya mendengarnya kemudian mengabaikannya.
"komandan Rian? namanya adalah Rian. wah bisa betah kalau tentara-tentaranya setampan mereka." lanjut Yuri.
"ssssstttt, apaan sih kamu" tegur rose.
Rian kemudian bertanya siapa penanggung jawab atau bisa dibilang ketua dari team mereka ini.?
mereka semua menunjuk rose. rose tampak bingung.
"kenapa aku?"
tanpa sepatah kata, Rian kemudian mendekati rose dan memberikan beberapa aturan dan kunci kamar untuk para teamnya.
"baiklah kalian semua dipersilakan Menaiki helikopternya." ucap pemandu.
Rian duduk bersebelahan dengan rose.
saat diatas helikopter, tampak rose bingung harus menggunakan apa saja.
Rian kemudian memasangkan sabuk pengaman untuk rose. dan memasangkan earphone itu ke rose. rose hanya diam menatap Rian.
Rian kembali fokus.
*****
jae-eon Bekerja seperti biasanya. dia lebih banyak diam dan fokus dengan kerjaannya. beberapa suster dan dokter yang menyapanya, terlihat di abaikannya.
"jae-eon, malam ini ayahku mengundang mu juga om dan Tante untuk makan malam, kamu bisa datang kan?" tanya rechol
"Aku sangat sibuk hari ini, dan masih banyak laporan pasien yang belum aku periksa, jadi sepertinya aku tidak ikut. mungkin hanya ibu dan ayah saja yang akan pergi. maafkan saya, sampaikan saja salam dan permintaan maaf ku kepada om dan Tante."
"oh begitu yah, tidak apa-apa, nanti aku sampaikan ke ibu dan ayah" ucap rechol sedikit kecewa apalagi rechol saat ini berusaha menyukai jae-eon, mengingat pesan rose sewaktu di bandara.
"kalau begitu aku duluan yah, masih banyak kerjaan yang harus ku selesaikan" pamit Jae-eon dengan sikap dingin.
*****
Mereka sampai di tempat tujuan. rose sedikit kesulitan turun dari helikopter. Rian yang menyadarinya kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu rose turun. rose meraih tangan Rian dan turun.
"terima kasih" ucap rose.
"sama-sama" balas Rian. Rian dan tentara yang ada disana memang semuanya dari negara yang sama dengan Rose jadi tidak akan kesulitan untuk berkomunikasi.
Rian kemudian berjalan untuk menunjukkan tempat dimana team akan tinggal.
"disana tempat kalian akan tinggal" Rian menunjuk
"dan disana tempat saya dan yang lainnya tinggal"
"disana adalah tenda medis yang akan kalian gunakan." Rian menunjuk kearah lain.
rose hanya mengangguk.
__ADS_1
"apa ada pertanyaan lain?" tanya rian.
rose menggelengkan kepalanya.
"baiklah kalian bisa istirahat" ucap Rian kemudian meninggalkan rose.
rose memasuki tempat penginapan untuk mereka.
"wah, rasanya ingin cepat-cepat mandi dan berbaring" ucap Yuri.
rose kemudian memberikan kunci ke masing-masing orang.
rose dan Yuri berada dalam 1 kamar.
rose memasuki kamar mereka. terdapat 2 tempat tidur juga lemari besan dan kamar mandi dalam kamar.
Yuri melompat ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"nyamannyaaaaaaaaa" ucap Yuri menutup matanya.
rose berjalan menuju jendela dan membuka gorden jendela tersebut.
rose keluar dari balkon dan menghirup udara segar dan memandangi pemandangan yang ada disekitarnya.
Rian yang sedang memimpin latihan melihat rose yang berdiri di balkon. ia terlihat cantik dengan rambut terurai yang diterpa angin.
rose menyadari Rian sedang memandangnya dari bawah sana, tatapan mereka saling bertemu, rose sedikit salah tingkah, ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain. Rian melanjutkan latihannya.
*****
sesampai di apartemen, Kim Tan hendak masuk ke apartemennya. tetapi tiba-tiba berbelok dan masuk ke apartemen rose. ia masuk dan memandangi setiap sudut.
"dia benar-benar pergi" gumam kim Tan.
Kim Tan kemudian duduk di sofa. ia hendak menyalahkan TV rose.
saat mencari remot ia menemukan sebuah CD, Kim Tan kemudian mengambil CD kemudian menyalahkan TV.
ternyata CD itu berisikan setiap momen rose bersama ayahnya.
Terlihat video rose ketika ia masih bayi. ia menangis dalam gendongan, dalam video tersebut terlihat Ayahnya melakukan apa saja agar rose berhenti menangis, kemudian video rose ketika tengkurap, terlihat bayi rose tertawa lepas, kemudian video dimana rose mulai merangkak dan berjalan.
dan di salah satu video tersebut untuk pertama kalinya rose memanggil ayahnya. Kim Tan ikut terharu. Kim Tan menyadari kalau rose tidak memiliki ibu sejak ia lahir. di ulang tahun pertama rose ia terlihat sedang bermain di taman, mereka berdua tampak berbahagia. sesekali kim Tan ikut tertawa melihat kelucuan mereka.
tiba di video ketika rose berusia 2 tahun, di ulang tahun ke-2nya. ia kembali merayakannya bersama ayahnya tetapi dengan cara berbeda. ayahnya membawa rose ke pemakaman ibunya. disana ayahnya menceritakan sosok ibunya, bagaimana wajahnya dan kemana ibunya pergi selama ini.
Kim Tan ikut larut saat melihatnya, tidak terasa air matanya menetes. Kim Tan secepatnya mengusap air matanya dan tersenyum.
"dasar, laki-laki cengeng" batinnya
beberapa menit kemudian, terlihat Kim Tan tertidur di sofa dengan TV yang masih menyalah.
*****
__ADS_1