
Pukul 7:30 malam
terlihat Kim Tan memarkir mobilnya di depan rumah sakit,agar penggemarnya tidak mengenalinya, ia memakai topi dan masker.
Kim Tan memasuki rumah sakit,ya Kim Tan berniat membuka melepas jahitan karna luka ditangannya sudah mulai membaik. pada saat Kim Tan hendak menghubungi rose. tiba-tiba dari arah pintu masuk terlihat rose dan jae-eon masuk bersama dan terlihat asyik berbicara, sesekali terlihat rose tertawa terbahak-bahak. rose tidak menyadari kalau ada Kim Tan di rumah sakit.
"lagi-lagi dia bersama laki-laki itu, apa mereka pacaran?" gumam Kim Tan
terlihat parah suster saling berbisik saat melihat kedekatan rose dan jae-eon.
"wah, beberapa hari ini dokter jae-eon dan dokter rose selalu jalan berdua, apa mereka kencan? " ucap salah satu suster yang berada didekat Kim Tan.
"sepertinya begitu, wah aku iri dengan dokter rose, dokter jae-eon selain pintar dan baik, dia juga calon pemimpin rumah sakit ini." balas suster yang lain.
tampak raut wajah Kim Tan kesal mendengar percakapan suster-suster tadi.
"ah sudahlah, bodoh amat" gumam Kim Tan
kim Tan kemudian menuju lobi.
*****
"hahaha kamu benar-benar punya selera humor yang baik" ucap rose kepada Jae-eon.
"kamu cantik, kalau tertawa lepas seperti itu" balas jae-eon memuji rose
"apaan sih" rose tersenyum.
mereka kemudian memasuki lift untuk menuju ruang kerja masing-masing.
saat di dalam lift tiba-tiba lampu mati nyala, mati nyala dan lift berhenti tiba-tiba, lampu didalam lift tersebut juga padam,sepertinya terjadi kerusakan didalam lift tersebut.
rose sangat ketakutan, jae-eon berusaha menenangkan rose. rose kemudian memeluk jae-eon, ya rose takut kegelapan.
"jae-eon ada apa ini? aku takut" rose ketakutan
"sepertinya liftnya rusak deh" balas jae-eon
"apa? aku takut, aku takut gelap" ucap rose menangis
"tenang, tidak apa-apa kok, ada aku disini" Jae-eon berusaha menenangkan rose.
jae-eon kemudian menelfon petugas rumah sakit, memberitahukan kalau mereka terkunci didalam lift.
*****
selesai melepaskan perban, Kim Tan kemudian berjalan di lorong rumah sakit. terlihat beberapa orang berlarian. kim Tan hanya melihat dan bertanya-tanya dalam hati apa yg terjadi saat itu, tetapi berusaha untuk tidak peduli dan melanjutkan langkahnya. tiba-tiba Kim Tan mendengar percakapan 2 orang suster.
"eh ada apa mereka berlarian?" tanya suster yang menghentikan suster lain.
"dokter jae-eon dan dokter rose terkunci didalam lift. sepertinya liftnya rusak dan mereka terjebak didalam." jawab suster tersebut. kim Tan kaget mendengar nama rose yang terjebak didalam lift.
__ADS_1
Kim Tan kemudian berlari menuju lift tempat rose terjebak.
sesampai Kim Tan didepan lift. tampak para petugas berusaha membuka lift tersebut. Kim Tan kemudian ikut membantu petugas itu, 1 jam kemudian akhirnya lift tersebut terbuka. tampak rose pingsan didalam lift. mungkin Karena ketakutan. Jae-eon kemudian menggendong rose UGD. Kim Tan lega tetapi sedikit khawatir melihat rose pingsan. Kim Tan ikut ke UGD untuk memastikan keadaan rose.
dari luar Kim Tan menunggu perkembangan rose, sesekali melihat rose dari balik pintu.
jae-eon berusaha membuat rose sadar, sesekali dia memberikan minyak kayu putih ke hidung rose. beberapa menit kemudian akhirnya rose siuman. rose kemudian memeluk jae-eon.
"tidak apa-apa, kamu sudah aman." ucap jae-eon membalas pelukan rose dan sesekali mengusap punggung rose.
Kim Tan Merasa lega melihat rose tidak kenapa-kenapa. tetapi ada sedikit cemburu melihat kedekatan rose dan jae-eon. ya Kim Tan sudah mulai menaruh hati ke rose. sejak rose membuat klarifikasi tentangnya.
Kim Tan pun pergi meninggalkan rumah sakit.
*****
Hye jin berada di rumahnya terlihat foto-foto berserakan di mejanya.
"jadi, perempuan ini yang sedang dekat dengan Kim Tan? tapi perempuan ini siapa?tunggu, wajahnya tidak asing." gumam Hye jin melihat foto rose dan Kim Tan sedang berbicara didepan apartemen Kim Tan. Hye jin kemudian mengambil foto teman laki-laki Kim Tan yang membuat klarifikasi tersebut.
"wajahnya mirip, ow I know,jadi laki-laki yang mengaku teman Kim Tan, itu adalah perempuan. dia sengaja menyamar agar tidak terlibat skandal dengan Kim Tan. tapi kenapa dia keluar dari apartemen Kim Tan? mereka tinggal bersama? haaaaaa tidak mungkin. lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan perempuan ini." gumam Hye jin kesal kemudian menghamburkan foto-foto yang ada di mejanya.
"berani-beraninya perempuan itu cari masalah dengan ku, dia belum tau siapa Hye jin" Hye jin tersenyum licik.
*****
di dalam ruang tempat para dokter dan suster beristirahat, terlihat rechol sedang berbaring dengan masker berwarna hijau diwajahnya.
handphone rechol berdering tanda ada telfon masuk. terlihat nama ibu sayang tertera pada panggilan masuk.
"bagaimana kerajaan mu nak? apa kamu sudah makan?"
"lumayan sibuk dan lumayan capek, sudah, barusan aku sudah makan malam dan hendak beristirahat. ibu ada apa menelfon ku?"
"tidak apa-apa? ibu hanya ingin tau kabarmu, oiya meskipun sibuk kamu jangan lupa makan yah?"
"iya Bu"
"oiya nak, kamu sampai kapan menginap di rumah sakit?"
"mungkin sekitar 5-7 hari kedepan. sekarang rumah sakit sedang mengadakan perekrutan dokter dan perawat dibagian UGD jadi mungkin mulai masuk 4-5 hari. dengan begitu hari ke 5-7 hari jadwal ku normal kembali"
"baiklah kalau begitu, kamu istirahatlah, jangan memaksakan tenaga mu, dan rutin makannya, jangan sampai sakit"
"baik ibuku sayang" balas Rechol kemudian menutup telfonnya.
disisi lain terlihat rose menelfon dengan bibinya.
"iya, bi, aku baik-baik saja.yaa barusan aku sudah makan kok, kabar bibi bagaimana? paman?" tanya rose
"bibi baik sayang, paman mu juga, ini lagi tiduran dipaha bibi" ucap bibi dari sebrang telfon.
__ADS_1
"dia begitu manja" lanjut bibi berbisik.
rose tersenyum.
"baiklah bi, aku matikan yah, telfon" pamit rose
"aku tidak ingin mengganggu pacaran kalian" lanjut rose berbisik dengan nada meledek.
"ah kamu bisa saja, iya sayang kamu baik-baik yah,jaga kesehatan. kalau sudah tidak sibuk berkunjunglah ke rumah bibi"
"iya bi, pasti, bye bi. love you"
"love you too sayang" balas bibi
rose kemudian menutup telfonnya.
*****
di apartemen kim Tan terlihat menelfon dengan meneger Choi
"Kim Tan, besok kita ada pertemuan dengan sutradara, untuk menandatangani kontrak kerja sama drama yang akan kamu bintangi. jadi kamu jangan sampai terlambat, pertemuan di lakukan jam 11 siang jadi kamu harus tiba di kantor jam 9 pagi"
"yaaa, baiklah aku mengerti, aku matikan yah, aku ingin tidur, agar besok tidak terlambat ke kantor." jawab Kim Tan malas
yaa sejak kejadian tadi mood Kim Tan sedang tidak baik.
"baiklah, kamu istirahatlah sana. sampai ketemu besok"
"hmm" balas Kim Tan. kemudian menutup telfonnya.
*****
terlihat Hye jin mengirimkan pesan kepada Kim Tan.
"hahaha, inilah balasan untuk orang yang berani macam-macam dengan ku" seru Hye jin setelah mengirim pesan ke Kim Tan.
*****
handphone Kim Tan berbunyi menandakan ada pesan masuk.
"apa-apa Hye jin?" ucap Kim Tan kesal setelah membaca pesan dari Hye jin
"aku tau, teman mu yang mengklarifikasi rumor kita, adalah perempuan yang menyamar menjadi laki-laki. kamu tau kan apa yang akan dilakukan orang-orang terutama wartawan jika tau kebenarannya,dan ini pasti akan berpengaruh buruk terhadap karir perempuan itu sebagai dokter."
isi chat dari Hye jin
"jadi apa mau kamu? kamu jangan macam-macam, apalagi menyeret rose kedalam masalah ini" balas pesan Kim Tan.
"aku tidak akan melakukan apa-apa, selama kamu tidak menghindar dariku apalagi tidak ingin menemui ku" balas Hye jin
Kim Tan yang membaca balasan Hye jin menjadi semakin kesal
__ADS_1
"aaaaaa dasar perempuan gila,licik" teriak kim Tan kesal melempar handphone ke tempat tidur. Kim Tan berbaring frustasi dan mengacak-acak rambutnya.
*****