Rose Love Story

Rose Love Story
Dinner


__ADS_3

Pukul 9:00


Malamnya Rian sudah menunggu rose di halaman belakang tempat mereka tinggal.


terlihat rian sedang duduk di sebuah tenda dengan api unggun yang jaraknya tak jauh dari tenda tersebut.


beberapa menit kemudian rose sudah sampai di tempat itu.


"wah indah sekali, aku belum pernah camping sebelumnya." ucap rose melihat suasana tempat mereka akan dinner.


Rian tersenyum kemudian menarik rose untuk duduk di kursi depan tenda yang didepannya sudah tersedia makanan juga beberapa alat untuk BBQ-an.


"apa kau suka?" tanya Rian.


rose mengangguk senang.


mereka pun menikmati malam itu dengan perasaan bahagia.


terlihat rose beberapa kali rose menyuapi Rian, begitu pun sebaliknya


*****


Seperti bias Kim Tan masih sibuk pemotretan.


skip beberapa menit kemudian pemotretan selesai.


"hei Kim Tan? setelah ini apa kamu ada acara? kebetulan kita akan makan bersama staf-staf lainnya. apa kau mau ikut?" tanya meneger Choi.


"ah tidak, aku sangat lelah, seperti aku mau langsung pulang saja, sampaikan ke mereka, aku minta maaf tidak bisa bergabung dengan mereka." ucap kim Tan melepas aksesoris yang digunakannya pada saat pemotretan tadi.


"baiklah kalau begitu" balas


setelah selesai. Kim Tan menuju parkiran dan melaju ke apartemennya.


sesekali ia memeriksa handphone miliknya.


"aaaarggg, kenapa rose tidak pernah ada kabar? aku benar-benar merindukannya" gumam Kim tan melempar handphonenya ke kursi samping.


*****


Amerika 7:30


Jae-eon memasuki apartemen miliknya.


Jae-eon terkejut melihat Rechol yang sedang duduk diruang tamunya.


"Rechol? kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Jae-eon sedikit terkejut.


"ah, Jae-eon, kamu sudah datang?" ucap Rechol berbalik ke sumber suara.


"aku akan melanjutkan study ku disini, dan ayahmu menyuruhku untuk tinggal bersamamu, agar aku tidak kesusahan di Amerika. apalagi aku belum terlalu tau dengan negara ini, berbeda dengan mu." lanjut Rechol

__ADS_1


"tapi, kalau kamu keberatan aku bisa mencari apartemen lain" ucap Rechol berdiri menarik kopernya.


"ah tidak, tidak , kau bisa tinggal di sini. kebetulan ada kamar kosong di sebelah sana. kamu bisa menempatinya." cegat Jae-eon


ya Jae-eon sebenarnya keberatan tapi mengingat Amerika tidak seaman Korea, belum lagi Rechol baru menetap disini, jadi dia membiarkan Rechol untuk tetap tinggal di apartemennya.


Rechol pun tersenyum.


"baiklah, terima kasih, aku ke kamar dulu" ucap Rechol menuju kamar yang di tunjuk Jae-eon hanya mengangguk diam, lalu menuju kamarnya.


Sesampai di kamarnya, Jae-eon merebahkan tubuhnya di atas kasur. iya menatap handphone-nya.


"Rose, aku sangat merindukanmu, kenapa takdir ini begitu menyedihkan? apa yang harus aku lakukan, agar bisa melupakan mu rose? aku benar-benar mencintai mu" ucap Jae-eon yang frustasi.


tak lama kemudian Jae-eon pun tertidur.


*****


Dikamar terlihat Rechol sedang menata pakaiannya di lemari, ia tidak berhenti tersenyum mengingat Jae-eon yang mengizinkannya untuk tetap tinggal.


drrrttttt drttt, getar Handphone Rechol.


terlihat panggilan dari ibunya.


"ya halo?"jawab Rechol


"apa kamu sudah sampai?" tanya ibu Rechol dalam telfon


"bagaimana? apa kamu ditinggal di apartemen Jae-eon?


"ya aku baru saja menata pakaianku di lemari"


"lalu Jae-eon dimana?


"oh Jae-eon? dia sepertinya sedang beristirahat di kamar"


oh baiklah kalau begitu,kamu harus jaga diri disana, jangan telat makan dan jangan terlalu sering begadang, ingat jaga diri, ibu ngga mau dengar kabar buruk dari mu."


"iyaa Bu Rechol akan jaga diri baik-baik disini, ibu tidak usah khawatir, apalagi aku disini bersama Jae-eon"


"istirahatlah, ibu tutup telfonnya, jangan lupa untuk selalu memberi kabar" ucap ibu Rechol hendak menutup telfon.


"iya ibuku sayang" Rechol pun meletakkan kembali handphonenya dan merebahkan tubuhnya di kasur.


*****


Pukul 11:30


malam semakin larut dan suhu udara semakin dingin.


terlihat rose sedang bersandar di bahu Rian sambil menikmati kopi di depan api unggun.

__ADS_1


Rian membuka jaket miliknya dan memakaikannya kepada rose.


rose tersenyum kemudian memeluk Rian.


Rian menatap wajah rose lama, dan ntah dari mana Rian mulai mendekatkan wajahnya ke rose. rose hanya diam menatap Rian.


Rian kemudian mencium bibir rose lama.


rose mengalungkan tangannya ke leher Rian dan membalas ciuman dari Rian.


*****


Kim Tan sudah sampai di Apartemen miliknya. namun Kim Tan tidak masuk ke apartemennya melainkan ia masuk ke apartemen milik rose. yaaa Kim Tan lebih banyak menghabiskan waktunya di Apartemen rose. dia tidur di apartemen rose dan kembali ke apartemennya hanya untuk makan dan dan mandi saja.


"rose, bagaimana aku bisa menghubungimu?


aku benar-benar merindukan mu. Ais kenapa kau susah sekali dihubungi? kenapa juga kau harus pergi ke tempat itu? kau benar-benar egois, tidakkah keluarga mu akan merindukan mu? tidakkah keluarga mu akan khawatir jika kau susah di hubungi begini? termasuk aku. aku benar-benar rindu dan khawatir tentang mu disana, ini sangat menyiksa ku." Kim Tan frustasi dan meminum beberapa botol soju.


"hahaha hei Kim Tan, memangnya kau ini siapa? ada apa dengan mu? kenapa kau begitu merindukannya? apa kau benar-benar sudah jatuh cinta dengannya?" ucap kim Tan pada dirinya sendiri.


"aaaaa lama-lama aku benar-benar bisa gila karna mu rose." lanjut kim Tan yang sudah mabuk Berat.


"apa aku menyusul mu saja? aaa tidak tidak, meneger Choi pasti tidak akan mengizinkan ku untuk kesana" Kim Tan Semakin frustasi.


"aku benar-benar akan gila, gara-gara? merindukan rose." Kim Tan mengacak-acak rambutnya.


*****


di dalam tenda Rose tidur di pelukan Rian.


"terima kasih untuk makan malam yang indah ini" ucap rose menatap Rian


"apa kau suka? kalau begitu ayo kita melakukannya setiap malam" balas Rian tersenyum menggoda.


"ah jangan setiap malam juga, aku akan bosan."


"baiklah sudah malam, ayo tidur, besok kita akan kembali sibuk" ucap Rian menarik selimut dan memeluk rose.


"terima kasih sudah mau menerima ku menjadi kekasih mu" ucap Rian membelai rambut rose dan mengecupnya.


"mari bersama selamanya " lanjut Rian.


rose terharu mendengar ucapan Rian


rose mengangguk dan memeluk erat Rian.


rose merasa senang, dengan kehadiran Rian perlahan ia bisa melupakan Jae-eon, ia juga tidak menyangka akan menemukan laki-laki seperti Rian yang mampu membuatnya bahagia, ia sangat bersyukur berada ditempat ini dan bertemu sosok pria seperti Rian.


"terima kasih tuhan, Engkau telah menghadirkan sosok pengganti ayah dan Jae-eon dalam hidupku, terima kasih karena telah mengirimkan sosok pria baik dalam hidupku.aku berharap kami bisa hidup bersama dalam waktu yang lama" batin rose


mereka kemudian tertidur.

__ADS_1


*****


__ADS_2