Rose Love Story

Rose Love Story
Bertanggung jawab


__ADS_3

setelah melihat ibunya mulai tenang, Jae-eon hendak meninggalkan ibunya, namun tangannya di pegang ibunya.


"Jae-eon" panggil ibunya


"iya Bu ada apa? apa ada yang sakit?" jawab Jae-eon


"Jae-eon ibu belum pernah meminta apapun darimu dan ibu selalu mendukung semua keputusan mu nak, tapi kali ini ibu mohon sama kamu, kamu harus bertanggung jawab atas kehamilan Rechol nak, ini permintaan ibu sayang, ibu dan ayah tidak pernah mendidik Jae-eon menjadi anak yang tidak bertanggung jawab seperti saat ini, jadi ibu mohon sama kamu, untuk bertanggung jawab atas kehamilan Rechol, demi ibu nak. ibu tidak ingin melihat kejadian seperti tadi nak, ibu takut ayah Rechol berbuat nekat sama kamu, ya sayang? ibu mohon" ucap ibu Rechol menangis. tiba-tiba dadanya kembali nyeri.


Jae-eon pun kembali panik.


"sudah ya Bu, ibu harus tenang agar nyeri di dada ibu tidak makin parah" ucap Jae-eon menenangkan ibunya.


"ibu mohon Jae-eon, dengarkan permintaan ibu kali ini, ibu tidak mau melihat mu dalam bahaya sayang, dan bisa jadi ini permintaan terakhir ibu sama kamu" ucap ibu Jae-eon yang dadanya semakin nyeri.


"iya Bu, Jae-eon akan mengabulkan permintaan ibu asalkan ibu tenang sekarang, dada ibu akan semakin sakit jika tidak tenang seperti ini"


"kamu janji kan sayang? janji sama ibu?" tanyanya memastikan.


"iya Bu, Jae-eon janji akan bertanggung jawab dan akan menikahi Rechol demi ibu. jadi sekarang ini harus tenang"


ibu Jae-eon pun mulai tenang.


melihat ibunya sudah tertidur Jae-eon pun kembali ke kamarnya.


*****


Kim Tan menghubungi rose.


"kamu ada di mana?" tanya Kim Tan


"aku ada dimana bukan urusanmu" jawab rechol.


"hei tidak sopan berbicara seperti itu pada calon suami mu" canda Kim Tan


"kalau tidak ada kepentingan aku tutup telfonnya" ucap rose kesal.


"ya tunggu dulu, aku mau ajak kamu fitting baju hari ini, kamu dimana biar aku jemput" ucap Kim Tan


"di rumah ku, apa ngga bisa besok? aku sedang malas untuk pergi-pergi hari ini"


"pernikahan kita hanya seminggu yah, besok dan seterusnya kita akan sibuk yah mana harus fitting baju,prewedding, undangan,nyari gedung,nentuin tema, catering,belum lagi kerumah tantemu untuk minta restu, jadi jangan menundanya hari ini"


"Ais iya iya , bawel" ucap rose malas


"share lokasi kamu biar aku jemput "


rose menutup telfon dan mengirim lokasinya saat ini.


skip***


Setelah bersiap-siap rose turun ke bawah, sudah ada Kim Tan yang duduk di sofa.


"lama sekali, kamu dandan apa tidur?"


"kamunya aja yang kecepatan, udah ah bawel, aku malas debat"

__ADS_1


"yaudah berangkat sekarang"


"non ini bukannya aktor Kim Tan yah?" tanya bibi


"sssstt iya bi benar banget" ucap Kim Tan.


"kok bisa sama non?"


kim Tan tiba-tiba merangkul rose.


"kami akan segera menikah" ucap Kim Tan to the point.


"hah? menikah?" tanya bibi syok


"yaaa kami akan menikah, dan say minta untuk merahasiakan ini dari orang lain, saya takut fans ku akan meneror rose, bibi mengerti kan?" jelas Kim Tan


"iya, bibi mengerti, wah bibi senang sekali , akhirnya non rose bisa bertemu dengan pendamping hidupnya"


"udah yah Bi, aku harus ngurus semuanya hari ini jadi ngga bisa lama-lama. rose titip rumah yah" ucap rose memeluk bibi yang sudah seperti keluarganya sendiri


"iya non, hati-hati"


"aktor Kim Tan tolong jaga baik-baik non rose yah"


"iya bi, pasti. iya tidak usah panggil actor dong, panggil Kim Tan saja" ucap Kim Tan


"kami pergi dulu yah Bi"


Mereka pun pergi ke butik kenalan Kim Tan.


Hyun bin ayah Rechol memasuki rumah dengan wajah yang masih sangat marah.


"sayang, kamu dari mana saja?" tanya ibu Rechol


"aku dari rumah Jae-eon" jawab ayah Rechol berlalu pergi.


ibu Rechol hanya diam dan tidak tau harus melakukan apa, melihat suaminya yang begitu marah, ia pun tidak berani menanyakan lebih banyak hal.


"sayang, apa kau sudah makan? aku akan membuatkan makanan untukmu" ucap ibu Rechol mengejar suaminya ke kamar.


"aku sedang tidak nafsu makan, bertemu pria brengsek seperti Jae-eon sungguh membuatku kehilangan nafsu makan ku. aku benar-benar tidak akan melepaskan Jae-eon sebelum dia bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan pada Rechol, meskipun nyawa adalah taruhannya." ucap ayah Rechol yang sangat marah.


"sudah sayang, tenangkan dirimu, kita harus yakin Jae-eon akan mempertanggung jawabkan atas apa yang sudah dia lakukan, orang tuanya juga pasti tidak akan membiarkan anaknya lari dari tanggung jawab, kita tau bagaimana keluarganya. kamu tenang ya sekarang." ibu Rechol berusaha menenangkan Suaminya yang di kuasai amarahnya.


"kamu mandi dulu yah, aku siapkan air dulu." ucap ibu Rechol masuk ke kamar mandi.


"lihat saja Jae-eon, kalau sampai kau lari dari tanggung jawab mu, aku tidak akan segan-segan membuat mu hancur" gumam ayah Rechol dengan mengepalkan tangannya.


*****


sampai di butik Rose dan Kim Tan di sambut oleh pemilik butik tersebut.


"selamat datang tuan Kim Tan, saya sudah menyiapkan beberapa pilihan gaun untuk calon istri tuan, anda bisa ikut saya untuk melihatnya"


kim Tan dan rose pun masuk ke salah satu ruangan dimana terdapat banyak gaun pengantin disana.

__ADS_1


"wah cantik sekali" batin rose


pemilik butik itu mengambil salah satu gaun untuk dicoba rose.


"ini salah satu koleksi terbaik di butik kami ini, mungkin ibu bisa mencobanya dulu" ucap pemilik butik ini memperlihatkan gaun pertama.


rose melirik Kim Tan dan Kim Tan mempersilahkan untuk rose mencobanya.


rose pun masuk untuk mencoba gaun pertama.


sambil menunggu rose ganti baju, Kim Tan duduk di salah satu sofa sambil melihat-lihat katalog butik tersebut.


15 menit berlalu.


rose keluar dengan percobaan gaun pertama.


"ehem" rose berdehem


Kim Tan yang menyadarinya pun menoleh.


Kim Tan terpaku melihat kecantikan rose. gaun yang menampakkan sedikit lengannya membuatnya terlihat sangat cantik.


"apa aku tidak salah liat, dia benar-benar cantik" batin Kim Tan yang terus melihat rose.


"Kim Tan? helloooo Kim Tan?" rose berusaha menyadarkan Kim Tan dari lamunannya.


"hei Kim Tan? bagaimana menurut mu?" tanya Rose


Kim Tan pun tersadar dari lamunannya.


"eh iya, cantik cuman agak sederhana. kamu coba gaun itu" tunjuk Kim Tan.


"aaaa baiklah" rose pun kembali mencoba gaun kedua.


beberapa menit kemudian, rose keluar dengan gaun kedua.


lagi-lagi kim Tan terpesona melihat kecantikan rose. namun buru-buru Kim Tan menunjuk gaun berikutnya untuk membunyikan kalau dia terpesona melihat rose.


rose kembali mencoba gaun yang ketiga. setelah selesai rose keluar.


Kali ini rose jauh lebih cantik dengan gaun ketiga tersebut, gaun putih simple namun elegan yang menampakkan pundak putih rose membuatnya sangatlah cantik.


Kim Tan lagi-lagi terpesona.


"sangat cantik" gumam Kim Tan yang tidak melepaskan pandangannya dari rose.


"aku tau aku sangat cantik, tapi ngeliatinnya biasa aja kali" sindir rose.


kim Tan buru-buru mengalihkan.


"aku pilih gaun ini" tunjuk Kim Tan ke gaun yang sedang di pakai Rose.


"cepat ganti kita harus melihat gedung dan catering." ucap Kim Tan


"iya iya..dasar tidak sabaran" rose masuk kembali untuk mengganti pakaiannya.

__ADS_1


__ADS_2