
Rose menunggu rian di dalam mobil.
beberapa menit kemudian Rian datang membawa makanan juga minuman.
"makan dulu kamu belum makan dari tadi sore" ucap Rian
"terima kasih" ucapnya kemudian memakan hotdog ditangannya.
"maaf yah, gara-gara aku tangan kamu jadi luka" lanjut rose.
"justru aku yang minta maaf, niatnya mau ajak kamu makan malam, malah jadi seperti ini, acara makan malam kita jadi berantakan" ucap rian menyesal.
"tidak masalah, kita bisa makan dilain waktu" ucap rose.
setelah makan Rian pun menyalahkan mobilnya.
"apa kamu bisa menyetir?" tanya rose yang khawatir karna tangan Rian diperban.
"bisa kok, lagian ini hanya luka kecil" jawab Rian
"apa perlu aku yang menyetir?" rose kembali bertanya
"apa kamu berniat melakukan hal yang sama seperti sebulan lalu? disini tidak ada motel yang dekat" Rian menggoda rose
Rian tersenyum sedangkan rose malu sekaligus kesal
"ya sudah kalau kamu tidak mau, aku hanya khawatir tangan mu sakit" ucap rose kesal
Rian tersenyum mendengar ucapan rose.
Rian membelai rambut rose.
"jangan menunjukkan wajah imut seperti itu, kamu bisa dalam bahaya bersama ku" ucap Rian yang gemas melihat ekspresi rose.
wajah rose memerah karena malu.
rose buru-buru memalingkan wajahnya ke arah jendela.
"wah bintangnya banyak sekali" ucap Rose mengalihkan
"ini ditengah kota mana bisa kamu lihat bintang sedang banyak lampu disini" ucap Rian
rose malu karena ketahuan ia berusaha mengalihkan pembicaraan.
*****
Kim Tan sedang istirahat menunggu jadwal pulang, ia membukanya handphonenya dan melihat pesan dari rose, dengan senangnya ia buru-buru membuka pesan dari rose.
ia mendengar pesan suara dari rose dan tersenyum.
ia kemudian membalas pesan rose.
"baiklah aku mengerti,jangan khawatir apartemen mu aman. beri kabar jika kamu menemukan jaringan" ucap Kim Tan kemudian mengirim invoice tersebut.
"aku benar-benar merindukan mu" batin Kim Tan.
*****
Jae-eon bersantai di kamarnya, ia sedang melihat-lihat fotonya bersama rose.
"aku benar-benar merindukan mu" batin Jae-eon
ia menggeser-geser untuk melihat foto lainnya.
__ADS_1
terlihat pesan masuk.
"apa benar kamu akan kembali ke LA?" isi pesan ayahnya.
"iya, aku akan melanjutkan study ku" balas Jae-eon
"bagaimana tunangan mu rechol?"
"apa hubungannya dengan rechol kami sudah bertunangan dan belum menikah itu berarti kita belum terikat apa-apa kecuali hubungan Pertunangan" balasnya.
"aku hanya ingin melanjutkan studi ku dan akan segera kembali ketika selesai"
"apa kamu yakin ingin kembali ke LA?"
"yaa keputusan ku sudah bulat. dan 2 lagi aku akan berangkat ke LA, aku harap kali ini ayah bisa memahami ku"
tidak ada balasan lagi dari ayah jae-eon.
*****
Rian tiba-tiba menghentikan laju mobilnya.
"kenapa kita berhenti?" tanya rose karena Rian tiba-tiba menghentikan mobilnya.
"ayo turun" ajak Rian.
mereka pun turun kemudian berdiri di didepan mobil, diikuti Rose, Rian naik dan duduk di atas mobil lalu berbaring.
"wah pemandangan langitnya indah" ucap rose.
"aku sengaja membawa mu kesini, jadi nikmati sepuasnya sebelum kita kembali" ucap rian
"banyak bintang yang terang, tapi, apa kamu tau apa yang paling terang?" tanya Rian.
"yaa Sirius memang bintang paling terang, tapi ada yang lebih terang dari bintang Sirius"
"apa?" tanya rose
"kamu" ucap Rian menggoda rose.
"huuu dasar tukang gombal,kita kan sedang membahas bintang yang paling terang" rose menyenggol lengan Rian.
"memang kita membahas bintang tapi yang ku tanyakan yang paling terang"
"iya juga yah" rose tersenyum menyadarinya.
Rian mencubit pipi rose karena gemas dengan ekspresinya saat itu.
mereka masih berbaring diatas mobil dan menikmati suasana malam itu.
*****
rechol sedang menikmati makan malam bersama ibu dan ayahnya.
"aku tadi dapat pesan dari ayah Jae-eon, katanya Jae-eon 2 bulan lagi akan ke LA" ucap ayah Rechol memecah keheningan.
"hah? ke LA? untuk apa dia kesana?" tanya rechol sedikit kaget
"katanya ia ingin melanjutkan studinya disana."
"jadi, bagaimana anak kita? rechol? mereka kan sudah bertunangan" tanya ibu rechol
"iya, mereka memang sudah bertunangan, tapi bukan berarti kita punya hak untuk melarang Jae-eon melanjutkan studinya, lagian Jae-eon akan kembali begitu kuliahnya selesai"
__ADS_1
"tapi apa Jae-eon akan setia dengan statusnya sebagai tunangan rechol? bagaimana kalau dia memiliki gadis lain disana?"
"ibu apaan sih, rechol saja tidak masalah, kenapa ibu yang jadi khawatir begini"
"tapi ibu kasian sama kamu sayang, dan bagaimana rechol dan jae-eon akan semakin dekat kalau Mereka berpisah jarak?"
"kata ayah benar, kita tidak bisa mengatur Jae-eon sepenuhnya, apalagi mengingat pertunangan ini karena perjodohan, bukan keinginan kami berdua, dan aku tidak mau membuat Jae-eon merasa hidupnya tidak adil dengan kita mengatur kehidupannya untuk kesekian kalinya" ucap rechol
"yaaa rechol benar, semuanya harus dilakukan dengan pelan-pelan."
"atau bagaimana kalau rechol juga melanjutkan studinya di LA, jadi kalian bisa lebih dekat" ucap ibu rechol.
"aku? lanjut studi di LA? Bu aku bahkan kesulitan berbahasa jika bertemu dengan pasien yang berasal dari negara lain, bagaimana bisa aku hidup di LA?"
"kan ada jae-eon, kalian bisa kuliah dengan jurusan yang sama dan tinggal bersama" ucap ibunya
"iya, ide ibumu tidak buruk, ada baiknya kamu mempertimbangkannya nak" ayah Rechol membenarkan
"aku tidak tau Bu, yah, aku perlu berpikir dan mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskannya." ucap Rechol bingung.
"iya, sayang ada baiknya kamu mempertimbangkannya, ayah dan ibu akan selalu mendukung apapun keputusan mu" ucap ayah Rechol.
"sudah-sudah, kita lanjutkan makannya." lanjut ayah Rechol.
mereka pun kembali menikmati makan malam mereka.
*****
malam semakin larut, terlihat melihat jam yang melingkar di tangannya.
"sudah jam 10:00 malam, sebaiknya kita segera kembali, aku tidak mau kamu ngantuk besok" ucap Rian.
rose pun mengiyakan dan mengikuti Rian turun, ketika melompat,rose hampir terjatuh namun segera di tangkap oleh Rian, Pandanaran mereka saling bertemu untuk beberapa menit, rose kemudian melepaskan diri dari Rian dan kemudian masuk ke mobil,Rian mengikuti.
"bagaimana? apa kamu puas?" tanya Rian
rose mengangguk dan tersenyum
"baiklah,mari kita pulang" ucap Rian menyalakan mobilnya.
sekitar 1 jam perjalanan, rose tertidur.
Rian sesekali Melirik rose yang tertidur dengan pulas.
Rian menepikan mobilnya dan membuka jaketnya lalu menyelimuti rose, rose bergerak sedikit namun tertidur Kembali, Rian menyingkirkan rambut yang menutupi wajah rose.
"benar-benar cantik" batin Rian dan kembali melajukan mobilnya.
akhirnya mereka sampai.
rose turun dari mobil, rose mengembalikan Jaket Rian
"terima kasih untuk hari ini, aku sangat senang,ini jaket mu"
"pakai saja dulu, malam ini sangat dingin" ucap Rian.
"baiklah,aku masuk dulu yah, sekali lagi terima kasih untuk hari ini"
"sama-sama, tidur yang nyenyak yah, selamat malam" ucap Rian tersenyum.
"kamu juga, selamat malam" balas rose tersenyum.
rose kemudian masuk.
__ADS_1
*****