Rose Love Story

Rose Love Story
Cinta Pertama


__ADS_3

di ruang istirahat para petugas rumah sakit. terlihat Jae-eon sibuk melihat beberapa foto restoran. jae-eon kemudian membooking 1 ruangan.


"Mau makan malam besok? aku tau tempat restoran enak disekitar rumah sakit"


isi pesan jae-eon untuk rose, mengingat besok adalah hari Sabtu.


*****


setelah sikat gigi rose hendak berbaring. bunyi handphone-nya menandakan ada pesan masuk, rose kemudian mengambil handphone kemudian membaca pesan yang dikirim jae-eon


"mau makan malam besok? aku tau tempat restoran enak disekitar rumah sakit"


"Hmm, boleh, kebetulan besok malam aku free"


*****


Setelah mendengar handphone-nya berbunyi. jae-eon seketika membuka pesan. terlihat balasan dari rose.


"hmm,boleh, kebetulan besok malam aku free"


isi pesan Rose


"yes" Jae-eon terlihat sangat senang rose menerima ajakannya.


"baiklah sampai ketemu besok" ucap jae-eon membalas pesan dari rose.


*****


Pukul 10:25


terlihat Kim Tan berbincang dengan sutradara mengenai kontrak kerjasama untuk project baru mereka. Kim Tan menandatangani sebuah kontrak.


"baiklah, untuk proses selanjutnya, saya akan menginfokan ke meneger Choi, untuk jadwal pembacaan naskah dan uji kameranya." ucap sutradara han sambil berjabat tangan dengan Kim Tan.


"Terima kasih, semoga kedepannya kita bisa berkerjasama dengan baik" balas Kim Tan


mereka pun keluar dari kantor sutradara tersebut.


"oiya meneger Choi, apa jadwal hari ini?"


"jam 2 siang nanti ada pemotretan majalah Elle" dan untuk pemotretan vogue magazine jadwalnya besok sekitar pukul 10:30"


"baiklah, sebelum ke lokasi kota mampir Dio pusat perbelanjaan dekat dari sini yah,aku mau membeli beberapa perlengkapan untuk dirumah"


"baiklah"


mereka pun memasuki mobil.


*****


Hye jin sedang membooking tempat makan malam romantis. terlihat Hye jin mengirim pesan untuk Kim Tan.


"aku tunggu kamu di mingles restaurant pukul 8:00 malam. jangan menolak kamu tau kan apa yang akan aku lakukan?"


Hye jin tersenyum puas setelah mengirim pesan tersebut ke Kim Tan.


*****


bunyi handphone Kim Tan menandakan ada pesan masuk. Kim tan yang sedari tadi sibuk memeriksa jadwalnya seketika membuka pesan yang masuk.


"ah sial" seru Kim Tan setelah membaca pesan dari Hye jin.


"apa yang terjadi? apa kamu baik-baik saja?" ucap meneger Choi sedikit khawatir mendengar gumam Kim Tan.


"oh tidak apa-apa, hanya masalah kecil" jawab Kim Tan memilih untuk tidak jujur.


"baiklah, katakan saja jika kamu butuh apa-apa atau bantuan" lanjut meneger Choi.


"hmm" jawab Kim Tan seadanya


kemudian diam dan berpikir bagaimana caranya dia bisa lepas dari Hye jin.


*****


pukul 6:30


jae-eon menunggu rose di depan rumah sakit. terlihat rose sudah keluar dari rumah sakit, kemudian masuk ke mobil jae-eon.


"maaf menunggu lama" ucap rose


"tidak apa-apa, tidak lama kok" balas Jae-eon.


"kita ke restoran sekarang?" tanya rose


"sebelum ke restoran aku mau ngajak kamu ke suatu tempa dulu" jawab jae-eon


"kemana?" tanya rose penasaran.


"rahasia dong" jawab jae-eon tersenyum.


mobil jae-eon melaju dengan kecepatan rata-rata.


beberapa menit kemudian. jae-eon terlihat memarkir mobilnya di depan salah satu butik.

__ADS_1


"ayo turun" ajak Jae-eon.


"kenapa kita kesini?" tanya rose


"ikut saja, nanti kamu akan tau sendiri."


"dipintu masuk butik, jae-eon dan rose di sambut oleh pemilik butik dan 2 orang pegawai butik tersebut"


"selamat datang pak Jae-eon dan?"


"rose" ucap rose memperkenalkan diri


"Bu rose, selamat datang, mari ikut kami" Ucao salah satu pegawai butik tersebut kemudian menuntun rose memasuki ruangan khusus wanita. Jae-eon kemudian masuk keruangan lain untuk mengganti pakaiannya.


"Bu rose, disana ruang gantinya" ucap pegawai tersebut memberikan dress merah maroon tersebut. rose kemudian masuk ke ruang ganti dan memakai dress tersebut. setelah keluar, pegawai kemudian menuntun rose ke meja rias. mereka pun menata rambut rose dan kemudian memoleskan make yang natural namun cantik.


setelah beberapa menit kemudian


rose keluar dari ruang khusus tersebut.


terlihat Jae-eon sedang asyik melihat-lihat katalog butik tersebut.


"Jae-eon" panggil rose


mendengar seseorang memanggilnya Jae-eon pun berbalik mencari sumber suara tersebut.


terlihat Jae-eon terpesona melihat kecantikan rose. rose hanya tersenyum malu.


"cantik, kamu cantik sekali dengan dress itu" puji jae-eon.


rose hanya diam dan tersenyum malu.


"baiklah, kita berangkat sekarang" lanjut jae-eon.


rose kemudian berjalan keluar disamping jae-eon. pada saat menuruni tangga rose kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. tetapi dengan cepat Jae-eon menangkap rose. pandangan mereka saling bertemu sesaat.


"oh maaf" ucap rose.


jae-eon melepas pegangannya ke rose


"terima kasih" lanjut rose


"iya, sama-sama. kamu tidak apa-apa kan?" tanya jae-eon sedikit khawatir.


"tidak apa-apa, aku hanya tidak terlalu terbiasa dengan heals setinggi ini" jawab rose


jae-eon kemudian membukakan pintu mobil untuk rose. kemudian melaju menuju ke restoran tersebut


mingles restaurant 8:30


terlihat Hye jin sudah menunggu Kim tan di ruangan tersebut. Hye jin berpenampilan anggun dengan balutan dress hitam yang elegan.


"hei, kamu sudah datang?aku sudah memesan makanan kesukaan kamu." sapa Hye jin


tanpa menanggapi Kim Tan pun duduk.


"sebenarnya apa sih mau kamu?" ucap Kim Tan kesal.


Hye jin yang mendengarnya hanya tersenyum licik.


"mau aku apa? mau aku adalah kamu tetap bersamaku." jawab Hye jin dengan percaya diri


"bagaimana mungkin itu terjadi? sadarlah Hye jin, aku tidak menyukai apalagi mencintai kamu, bagaimana bisa aku sama kamu?" lanjut Kim Tan.


"kalau begitu,mulai sekarang belajarlah untuk menerima ku. memangnya apa yang kurang dari ku?" ucap Hye jin dengan nada meninggi


"yaa, kamu memang mendekati sempurna,kamu cantik, terkenal,dan juga berbakat, tapi tidak ada seorang pun yang bisa memaksa hati untuk menyukai seseorang"


"cukup Kim Tan" ucap Hye jin memotong ucapan Kim Tan.


"cukup, aku mengajak mu makan malam bersama bukan untuk berdebat apalagi mendengar ucapan kamu yang menyakitkan itu" lanjut Hye jin.


"jadi, jangan pernah mengucapkan sesuatu yang membuat ku kesal apalagi marah"


Kim Tan menghela nafas panjang dan memilih diam, karena dia cukup tau bagaimana sifat Hye jin.


*****


setelah dari toilet ,rose kemudian memasuki ruangan tetapi dia salah ruangan.


krek....bunyi pintu.


terlihat Kim Tan dan Hye jin sedang menikmati makan malam mereka. mendengar suara pintu terbuka, mereka berdua berbalik. rose yang menyadari dia salah masuk ruangan seketika meminta maaf.


"oh maafkan saya, saya kira ini ruangan yang dipesan teman saya, maaf mengganggu makan malam kalian" ucap rose menyesal sekaligus kaget ketika melihat Kim tan dan Hye jin.


"oh tidak apa-apa" jawab Hye jin yang pura-pura tidak mengenal rose.


Pandangan rose dan Kim Tan bertemu.


"sekali lagi saya minta maaf" ucap rose sangat menyesal dan merasa tidak enak.


"tidak apa-apa, santai saja" balas Hye jin.

__ADS_1


rose kemudian menutup kembali pintu ruangan tersebut.


Kim Tan hanya diam melihat rose. perasaannya campur aduk, antara kesal dengan Hye jin, syok dengan kedatangan rose di restoran itu,merasa pangling melihat kecantikan rose dan juga merasa penasaran apa yang dilakukan rose di restoran itu.


"sepertinya dia ke restoran ini untuk kencan, dia berdandan seolah-olah, makan malam yang penting." ucap Hye jin membuyarkan lamunan Kim Tan.


mendengar ucapan Hye jin, pikiran Kim Tan tertuju pada Jae-eon.


setelah menutup pintu.


"katanya dia risih dengan skandal mereka berpacaran, tapi kenapa malah melakukan kencan buta? apa salahnya mengakui hubungan kalian? toh kalian benar-benar berkencan, kenapa malah menyembunyikan hubungan kalian? ah sudahlah aku tidak mengerti dengan profesi seorang entertainment" gumam rose kemudian memasuki ruangan dekat ruangan Kim Tan dan Hye jin. ya di pintu masuk, Jae-eon duluan ke ruangan yang dibooking-nya karena rose ke toilet sebentar. tetapi rose malah salah masuk ruangan Lantara tidak mendengar begitu jelas nomor ruangan yang disebut Jae-eon.


setelah membuka pintu, rose kaget dan terpesona melihat ruangan yang dipesan Jae-eon. dengan nuansa merah dengan banyak lilin dan juga suara musik yang tenang membuat ruangan itu menjadi sangat romantis.


"wah, indahnya" ucao rose yang sangat kagum dengan ruangan tersebut


"kamu suka?" tanya jae-eon


"yaaa, aku sangat menyukainya,ini pertama kalinya aku ketempat secantik ini"


"kalau begitu, silahkan duduk" ucap jae-eon menarik kursi untuk rose duduk


terlihat makanan dan minuman tertata rapi diatas meja.


mareka pun menikmati makan malam romantis tersebut. setelah makan, Jae-eon kemudian mengambil sesuatu dari sakunya.


rose begitu menikmati makanan malam itu dan juga begitu Asyik menikmati pemandangan dari balik jendela. terlihat pemandangan kota malam dengan lampu-lampu, membuat makan malam itu semakin romantis.


"rose" ucap jae-eon pelan.


rose yang mendengarnya berbalik menatap Jae-eon.


Jae-eon kemudian mengambil cincin dan memperlihatkan ke rose.


"mau berkencan dengan ku?" tanya jae-eon to the point.


rose syok mendengar ucapan jae-eon.


"semenjak aku bertemu kamu 30 tahun yang lalu, aku sudah menyukai mu, bahkan ketika aku keluar negeri untuk sekolah, hari-hari ku selalu memikirkan mu, akan kah kita akan bertemu lagi? dan ketika kembali ke Seoul, aku mengunjungi mu, tetapi kamu sudah pindah, aku putus asa saat itu, harapan ku bertemu kembali seketika hilang dan ketika kita dipertemukan kembali, kamu tau betapa bahagianya aku? aku sangat bahagia dan tidak ingin kehilangan kamu lagi" ucap Jae-eon menunduk.


"tapi, semua keputusan ada ditangan mu, aku tau ini membuat syok, dan terlalu mendadak, aku juga tidak akan memaksa mu untuk menerima ku, setidaknya kamu tau perasaan ku ke kamu, bahkan saat kamu menolak ku aku berharap tidak akan ada yang berubah, kita tetaplah teman."


rose kemudian mengambil cincin itu kemudian memasangnya ke jari manisnya.


"awalnya aku akan menolak, Karna ku kira kamu akan mengajak ku menikah. karna menurut ku ini terlalu terburu-buru. tapi saat kamu mengatakan "mau berkencan dengan ku?" aku pun punya pertanyaan yang sama "apa alasan ku untuk tidak menerima mu? mau kah kamu berkencan dengan ku?" ucap rose tersenyum.


"jadi? maksud kamu?" tanya jae-eon tidak mengerti


"aku suka cincin ini juga orang yang memberikannya untuk ku" jawab rose


"jadi..jadi...kamu menerima ku" tanya jae-eon memastikan.


rose mengangguk dan tersenyum.


"yes" Jae-eon begitu excited kemudian mencium kening rose saking bahagianya.


rose hanya tersenyum melihat tingkah Jae-eon.


jae-eon kemudian menyuapi rose dan memetik bunga yang ada di meja makan mereka kemudian memberikannya ke rose. jae-eon bertingkah layaknya anak remaja yang bucin, yang baru saja jatuh cinta..


*****


jam menunjukkan 09:50


Kim Tan keluar dari restoran. pada saat menuju parkiran tanpa sengaja dia bertemu rose dan jae-eon.


mobil Kim Tan saat itu terparkir dekat mobil jae-eon.


"Kim Tan?" sapa rose


"ya?" Kim Tan berbalik ke sumber suara.


"eh rose, hai" lanjutnya.


"kamu sudah mau pulang?" tanya rose


"hmm,iya" jawab Kim tan


jae-eon hanya diam melihat rose dan Kim Tan karna dia tidak mengenal Kim Tan. rose yang menyadarinya, kemudian mengenalkan jae-eon dengan Kim Tan.


"eh,aku hampir lupa,kenalin ini Kim Tan tetangga aku dan ini Jae-eon pacar ku" ucap rose memperkenalkan mereka berdua.


"o hai, Kim Tan" ucap jae-eon mengulurkan tangannya ke Kim Tan.


"hai, senang berkenalan dengan mu" balas Kim Tan.


Kim Tan melirik ke arah handphone-nya.


"oiya aku harus buru-buru pergi, ada urusan mendadak. ucap kim Tan berbohong Lantara tidak nyaman melihat rose dan jae-eon berkenan.


"oiya, aku dan Jae-eon juga harus secepatnya ke rumah sakit" balas rose


"sampai ketemu lagi" lanjut rose

__ADS_1


Kim Tan tersenyum kemudian masuk mobil dan melaju pergi.


*****


__ADS_2