Rose Love Story

Rose Love Story
Putus


__ADS_3

Apartemen


Kim Tan yang tadi tertidur, kaget karena dering handphone-nya.


"halo, baiklah, baiklah saya segera kesana"


"kamu jangan lama yah, acaranya sebentar lagi selesai, aku tidak mau menunggu lama disini"


"iyaaaa"


ucap kim Tan kemudian menutup telfonnya.


ia mengambil jaket juga kunci mobilnya. yaa Kim Tan akan pergi menjemput menegernya.


*****


Diskotik


terlihat rose menangis sendirian dan sesekali meneguk wine yang ada di depannya.


handphone rose berdering menandakan ada pesan masuk.


"maaf atas keributan tadi,maaf juga atas apa yang terjadi antara kalian." chat dari rechol


"sudahlah itu bukan salahmu kok, takdirnya saja yang harus begini" balas rose


"meskipun begitu maaf karna aku, hubungan kalian jadi rusak"


"aku bilang bulan salah kamu, berhenti menyalahkan diri sendiri."


"rose, aku benar-benar minta maaf, aku sudah menerima perjodohan ini, aku tidak punya pilihan lain, aku tidak bisa menolak kamauan orang tuaku, dan sebenarnya dari dulu aku sudah punya hati sama Jae-eon, aku berusaha menepisnya karena tau kalian berdua dekat, dan saat mendengar kalian pacaran aku semakin berusaha untuk menjauh, aku berusaha bersikap baik-baik saja. tapi saat mendengar kami harus bertunangan, aku jadi berpikir kalau Jae-eon ditakdirkan untuk ku. jadi aku memutuskan untuk memperjuangkannya. sekali lagi maaf rose, kali ini aku tidak bisa menyerah."


rose semakin menangis membaca pesan terakhir rechol. hatinya hancur karna harus kehilangan Jae-eon juga orang uang dianggapnya sahabat,rechol.


rose tidak membalas chat dari rechol. ia mematikan handphone-nya dan melanjutkan minumnya.


*****


di kamar


jae-eon terus berusaha menghubungi rose. tapi handphone rose tidak aktif.


"rose, kenapa handphone mu tidak aktif, dimana kamu sekarang?" Jae-eon khawatir.

__ADS_1


beberapa saat kemudian handphone Jae-eon berbunyi, terlihat pesan dari rechol.


"maaf karena tanpa persetujuan mu aku menerima pertunangan kita, aku tidak punya pilihan lain, ini semus ku lakukan hanya untuk melindungi rose, setelah berpikir, kita memang harus bertunangan, mengingat ini semua demi kebaikan rose, aku mengerti dengan apa yang kamu rasakan, tapi kamu juga tau bagaimana ayahmu jika bertindak"


jae-eon semakin frustasi setelah membaca chat dari rechol.


"maaf rechol, aku harus berpikir dulu sebelum memutuskan semuanya. aku tau ini kebaikan untuk rose, tapi aku harus berusaha cari solusi dulu, pasti ada cara lain"


*****


meneger Choi memasuki mobil Kim Tan. Kim Tan pun menancap gas.Ki


"kita kemana setelah ini?" tanya Kim Tan datar.


"ke bengkel, mobilku mungkin sudah selesai. kebetulan jaraknya tidak. terlalu jauh dari sini"


kim Tan kemudian menuju bengkel yang di maksud meneger Choi.


hanya butuh beberapa menit untuk sampai disana. setelah memarkir di parkiran, meneger Choi kemudian turun.


"oiya kim Tan kamu bisa pulang sekarang. terima kasih sudah menjemput ku" ucap meneger Choi tersenyum.


"baiklah, sampai jumpa di kantor." balas Kim Tan. menancap gas untuk pulang ke apartemennya.


*****


beberapa meter berjalan, mobil berhenti tepat di sampingnya.


"rose?" teriak seorang laki-laki.


rose berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya. ternyata kim Tan.


rose hanya melirik Kim Tan kemudian kembali melanjutkan perjalanannya tanpa merespon Kim Tan.


kim Tan memperlambat laju mobilnya.


"rose, apa kamu tidak mau ikut pulang dengan ku? kapan lagi orang terkenal seperti ku mengajakmu pulang" canda kim Tan


rose tetap tidak menggubris dan terus berjalan sempoyongan.


"kamu mabuk yah?" Kim Tan kembali mengajaknya berbicara.


rose masih tetap diam kemudian menangis sesenggukan. dia menangis sejadi-jadinya. Kim Tan yang panik melihat rose menangis.

__ADS_1


"kamu kenapa?aku salah ngomong yah? udah dong nanti ada orang yang liat dan mengira aku ngapa-ngapain kamu" Kim Tan berusaha menenangkan rose, tetapi justru rose tambah menangis.


melihat sekelilingnya sepi Kim Tan kemudian memakai topinya juga maskernya dan turun dari mobil.


"rose kamu kenapa?"


rose hanya terus menangis tanpa merespon Kim Tan.


"yaudah kalau kamu ngga mau bicara sekarang, ngga apa-apa, aku ngerti kok." Kim Tan masih berusaha menenangkan rose.


"aku antar kamu pulang yah, bahaya perempuan pulang malam begini, apalagi kamu sedang mabuk" lanjut kim Tan kemudian menuntun rose masuk ke mobilnya dan membawa rose kembali ke apartemennya.


di mobil rose masih saja menangis. Kim Tan yang melihatnya kemudian mengambil tisu dan memberikannya kepada rose.


"sudahlah, kamu ngga capek menangis terus?" tanya Kim Tan.


beberapa menit di perjalanan. rose tertidur karena lelah.


akhirnya mereka sampai di apartemen mereka.


karena melihat rose yang tertidur pulas, Kim Tan merasa tidak enak untuk membangunkan rose. kim Tan kemudian menggendong rose menuju apartemennya. kebetulan Kim Tan mengetahui sandi apartemen rose, jadi dia bisa langsung masuk. Kim Tan membopong rose ke kamarnya. Kim Tan kemudian menidurkan rose.


setelah melepas sepatu rose dan menyelimutinya. rose mengigau. kim Tan yang menyadarinya kemudian mendekatkan telinganya ke mulut rose, untuk mendengarkan apa yang dikatakan rose. rose Kemudian menarik Kim Tan hinggap Kim terjatuh di samping rose, rose memeluk kim Tan.


"jangan pergi, ku mohon, jangan pergi" ucap rose mengigau.


jantung kim Tan berdegup kencang, mengingat mereka berpelukan di atas ranjang yang sama.


wajah kim Tan dan rose hanya berjarak beberapa senti. kim Tan terpesona saat menatap wajah rose yang tertidur pulas.


"sadar Kim Tan, kamu tidak boleh mengambil kesempatan dalam kesempitan, apalagi memanfaatkan ketidaksadaran rose" batin kim Tan.


kim Tan berusaha melepas diri, tetapi semakin Kim Tan bergerak semakin erat pelukan rose.


beberapa menit menunggu akhirnya Kim Tan ikut tertidur di samping kim Tan.


*****


jae-eon menaiki mobil dan terus mencari keberadaan rose. mengingat sebelumnya Jae-eon ke apartemen rose tetapi tidak mendapati rose ada di apartemen itu.


"kamu dimana sih rose, kenapa jam segini kamu belum pulang?" gumam Jae-eon. jae-eon terus menelusuri jalan untuk mencari rose. saat berada di beberapa km dari apartemen rose. Jae-eon melihat rose Menaiki mobil dengan di tuntun oleh seorang laki-laki (Kim Tan). Jae-eon mengikuti mobil itu untuk memastikan laki-laki yang membawa rose itu orang yang baik. sesampai depan apartemen jae-eon kemudian menancap gas untuk kembali ke rumahnya. perasaannya lega setelah melihat rose Sampai di apartemen dengan selamat.


"syukurlah kamu sudah pulang dengan selamat, maafkan aku rose" sesal Jae-eon.

__ADS_1


*****


__ADS_2