
Pagi pukul 7:30
rose terbangun, ia mengucek-ucek matanya. rose merasa ada tangan yang menindih perutnya. rose kemudian berbalik dan mendapati kim Tan tertidur di sampingnya. rose syok dan menendang kim Tan hingga terjatuh dari tempat tidur rose.
"aaaaaaa cowok mesum, kim Tan ngapain kamu di kamarku? dan kenapa kamu bisa tidur disini?" teriak rose panik dan mengecek tubuhnya dibalik selimut.
"apaan sih, masih pagi sudah teriak-teriak?" ucap kim Tan setengah sadar dan mengelus-elus sikunya yang sakit akibat jatuh dari tempat tidur.
"kamu yang apa-apaan? kenapa kamu masuk ke apartemen ku dan tidur tanpa seizinku?" rose kesal.
kim Tan kemudian berdiri dan mendekati rose.
"lalu kenapa kamu memelukku dan tidak mau melepas ku semalam? itu juga tanpa seizinku" ucap Kim Tan. jarak wajah mereka begitu dekat membuat rose menjadi salah tingkah. rose kemudian berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. wajah rose memerah samar-samar mengingat apa yang terjadi semalam.
rose kemudian mendorong Kim Tan dan berlari keluar kamar.
rose mengambil air dan meminumnya di meja makan. dia berusaha mengembalikan kesadarannya.
"dasar rose bodoh, semua ini gara-gara kamu banyak minum" gumam rose memukul jidatnya.
"sudahlah tidak usah malu apalagi merasa tidak enak, aku maklum kok, apalagi mengingat profesi ku sebagai aktor, memeluk ku adalah impian setiap wanita." canda kim Tan dengan gaya membanggakan dirinya sendiri.
*****
Meja makan
Jae-eon sedang makan bersama ibunya. kebetulan ayahnya tidak ikut makan mengingat kejadian tadi malam. saat sedang menikmati sarapan pagi, Jae-eon tidak sengaja melihat berita tentang suasana di Palestina.
"dikabarkan, kembali telah jatuh beberapa korban akibat pembantaian dari zionis Israel, yang korbannya merupakan beberapa dokter dan relawan dari berbagai negara. dikabarkan salah satu dokter ahli beda yang bertugas di tempat tersebut tewas akibat luka tembakan di bagian perut, dokter tersebut tidak bisa diselamatkan mengingat tempat dan alat medis yang tidak memadai. sekian berita dari saya, kembali ke rekan kami Min Hye di studio"
setelah mendengar berita tersebut seketika Jae-eon kepikiran dengan rose yang akan dikirim kesana.
*****
Di Apartemen
rose tampak sudah siap untuk bekerja. saat keluar kamar ia melihat masih ada Kim Tan yang duduk di sofa ruang tamunya sambil menikmati apel yang ada ditangannya.
"kamu masih disini?" tanya rose.
Kim Tan berbalik dan tetap melanjutkan makannya.
"sebaiknya kamu pulang, hari ini aku harus kerja dan sedang tidak menerima tamu" ucap rose tersenyum palsu.
kim Tan menatap rose beberapa detik kemudian mengalihkan pandangannya ke TV yang ada depannya.
__ADS_1
"sebenarnya kamu punya masalah apa semalam? kenapa kamu sampai menangis seperti itu?" tanya Kim Tan.
"ngga apa-apa kok, aku ngga apa-apa. sudahlah sebaiknya kamu pulang sekarang, aku akan terlambat jika kamu masih disini." ucap rose mengalihkan.
"pergi saja, lagian aku bisa pulang sendiri" jawab kim Tan.
rose kemudian pergi meninggalkan Kim Tan sendiri di Apartemennya.
*****
setelah makan Jae-eon menuju ruang kerja ayahnya.
"ada apa kamu masuk kesini?" tanya ayah jae-eon datar dan hanya fokus ke komputernya.
"aku akan menerima pertunangan ini, tapi dengan syarat ayah menghapus nama rose dari daftar dokter yang akan menjadi relawan di Palestina." ucap Jae-eon to the point.
"apakah kamu serius? kamu taukan ayah tidak suka dibohongi?"
"aku serius yah, aku akan menepati janjiku sama ayah" balas Jae-eon.
"baiklah ayah akan menghapus namanya, tapi kamu harus tau ayah tidak suka dibohongi dan kamu tau kan ayah akan berbuat apa ke gadis itu kalau kamu berani ingkar janji." ancam ayah jae-eon.
"Jae-eon bilang akan menerimanya. tapi Jae-eon mohon jangan pernah mengganggu apalagi sampai menyakiti rose." mohon Jae-eon.
"Jae-eon janji akan menjauh dari rose, tapi ayah juga harus berjanji ke jae-eon, kalau ayah tidak akan mengganggu rose.
setelah mendengar kalimat terakhir ayahnya. Jae-eon kemudian pergi meninggalkan ayahnya di ruangan itu.
******
Rumah sakit
rose menarik nafas kemudian keluar dari mobilnya. ia segera masuk ke rumah sakit. saat berada di depan lift rose bertemu Jae-eon. rose kemudian pergi untuk menghindari Jae-eon. Jae-eon menyadari sikap rose dan hanya diam tanpa berniat mengejar rose untuk meminta maaf. mengingat janjinya bersama ayahnya.
rose memilih lift yang lain dari rumah sakit itu. saat di dalam lift sendirian, rose tidak menyadari air matanya mengalir begitu saja. rose menghapus air matanya dengan kasar dan berusaha menahan air matanya.
*****
Kim Tan sampai di lokasi syuting, rumah sakit tempat rose bekerja.
terlihat Kim Tan sedang sibuk membaca naskah. tak lama kemudian datang Hye jin dengan beberapa makanan di tangannya. Hye jin kemudian mendekati Kim Tan
"halo kim Tan?" sapa Hye jin.
"ada apa?" jawab Kim Tan cuek.
__ADS_1
"aku datang untuk mengunjungi mu. ini makanan untuk mu" ucap Hye jin menunjukkan makanan yang di bawanya.
"taro saja disitu. aku belum lapar."
Hye jin cemberut lalu meletakkan makanan di atas meja kemudian duduk di samping Kim Tan. semua orang yang ada di rumah sakit mulai saling berbisik melihat kebersamaan Kim Tan dan Hye jin.
rose melewati tempat Kim Tan syuting. Kim Tan yang melihatnya kemudian memanggil rose.
"dokter rose" teriak Kim Tan.
rose hanya berbalik.
Kim Tan kemudian menghampiri rose tanpa mempedulikan keberadaan Hye jin.
"kamu mau makan siang bareng?" ajak Kim Tan.
"yang benar saja,saya makan siang bersama mu dengan banyak orang yang memperhatikan kita saat ini" balas rose melihat kesekelilingnya
"tidak masalah, ayo makan, kebetulan teman ku membawa banyak makanan, dan orang akan mengira kita hanya partner kerja, anggap saja kamu mengenal ku juga para kru."
"tapi aku malu, aku tidak mengenal siapapun disana kecuali kamu" bisik rose.
"ah tidak apa-apa, santai saja" Kim Tan menarik tangan rose menuju tempat makan para kru.
wajah Hye jin semakin kesal melihat Kim Tan begitu perhatian. tanpa basa-basi Hye jin pergi dengan expresi kesalnya. kim Tan tidak menggubris sedangkan hanya rose lah yang melihat Hye jin pergi tanpa pamit dengan wajah kesalnya.
"ayo makan" ucap Kim Tan memberikan makanan ke rose.
"terima kasih" balas rose kemudian memakan makanan itu.
"bagaimana Bu dokter makanannya enak?" tanya salah satu kru.
"iya" ucap rose tersenyum.
"by the way, baru kali ini loh Kim Tan bersikap manis terhadap perempuan" bisik kru tersebut.
"Benarkah?" balas rose tersenyum.
jae-eon kebetulan lewat dan melihat rose tersenyum dan sesekali tertawa bersama Kim Tan dan para kru. Jae-eon memerhatikan sesaat kemudian pergi dari tempat itu.
di mobil tampak Hye jin kesal.
"ah sialan, awas saja kamu kim Tan. beraninya kamu mengabaikan ku" ucap Hye jin memukul stir mobilnya.
Hye jin kemudian menancap gas dan pergi dari rumah sakit tersebut.
__ADS_1
*****