Rose Love Story

Rose Love Story
First Kiss


__ADS_3

Usai menghadiri pesta Kim Tan dan rose pulang ke Apartemen mereka. sesampai di Apartemen, kim Tan mengekori rose masuk ke Apartemen rose.


"kamu ngapain ngikutin?" tanya rose


"aku lapar, lagian disana kita tidak makan makanan berat, jadinya pas pulang aku kembali lapar." keluh Kim Tan memegangi perutnya.


rose kemudian memesan makanan.


rose memasuki apartemennya disusul Kim Tan.


dengan wajah kurang semangat rose memasuki kamarnya.


"aku ganti baju dulu yah, makanan sudah aku pesan. jadi tinggal tunggu saja."


Kim Tan mengangguk.


saat rose berganti pakaian, Kim Tan masuk ke dapur dan mengambil beberapa Soju. bel berbunyi kim Tan kemudian mengambil makanan tersebut.


setalah selesai, rose keluar dari kamarnya.


melihat semuanya sudah siap di meja ruang tamu.


"wah,hebat" ucap rose kemudian duduk di samping Kim Tan.


Mereka pun memakan ayam goreng dan meminum beberapa botol Soju.


beberapa menit berlalu, rose sudah tampak mabuk..


"hari yang melelahkan, lelah fisik juga batin" ucap rose.


"bodohnya aku, aku bahkan membayangkan akulah yang berdiri di depan Jae-eon, dan cincin itu.. cincin itu harusnya di sematkan di jariku." ucap rose menunjuk jari manisnya kemudian tertawa dan menangis.


Kim Tan tidak menanggapinya dan terus mendengarkan curhatan rose.


"tapi, tidak masalah. lagi pula aku akan pergi jauh.." rose kembali tertawa.


"apa? pergi? kamu memangnya mau pergi kemana?" Kim Tan syok mendengarnya.


rose kemudian berbalik dan memegang wajah Kim Tan.


"lihatlah ekspresi itu, kenapa wajahmu seperti itu? hahaha" rose kembali tertawa.


"lusa, aku akan pergi ke Palestina untuk membantu tentara medis disana, aku sengaja ikut agar aku bisa mendapat promosi ku tahun depan." ucap rose kemudian kembali meminum Soju tersebut.


"apa? jadi lusa kamu akan berangkat? lalu kenapa kamu tidak membahasnya selama ini?"


kim Tan sedih.


"hei, berhenti memasang wajah seperti itu! wajahmu lucu jika berekspresi seperti itu, aku tidak pernah membahasnya karna aku tau siapa yang akan peduli jika aku pergi?" ucap rose kemudian tersenyum lalu meminum kembali Soju tersebut.

__ADS_1


Kim Tan Kemudian mencium rose. rose syok ketika Kim Tan tiba-tiba mencium bibirnya.


kim Tan melepas ciumannya.


"apa kamu masih bisa bilang kalau tidak ada yang peduli dengan mu? aku seperti ini selama ini karena aku peduli sama kamu"


rose hanya diam menatap kim Tan. dia masih berusaha mengumpulkan kesadarannya, ia masih tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi. karena merasa mata dan kepalanya berat. rose kemudian tertidur.


******


Pukul 07:00


rose terbangun dari tidurnya. ia mendapati dirinya tertidur di kamarnya. merasa kepalanya masih sedikit berat, ia berusaha mengumpulkan kesadarannya kemudian menuju dapur untuk mengambil minum.


pada saat hendak ke dapur ia melihat Kim Tan tertidur pulas. rose mengingat kejadian tadi malam, tetapi rose tidak menyadarinya malah mengira kalau kejadian tadi malam adalah mimpi.


"rose bodoh, buang pikiran negatif mu, itu hanya mimpi jangan dipikirkan" ucap rose ketika mengingat saat kim Tan menciumnya.


mendengar langkah rose di dapur Kim Tan terbangun.


ia memerhatikan rose sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi. setelah makanan itu tersedia di meja. rose hendak membangunkan Kim Tan. tapi kim Tan ternyata sudah bangun dan terus menatap rose. rose menjadi salah tingkah karena ulah Kim Tan.


"kamu ngapain sih, liatin aku terus? emang ada yang salah?. tanya rose.


"hmm ngga apa-apa kok, aku pikir kamu tidak akan bangun sepagi ini. mengingat kamu semalam mabuk berat." ucap Kim Tan memastikan rose mengingat kejadian semalam.


"sepertinya begitu, aku bahkan tidak mengingat berapa botol Soju yang dihabiskan."


"sudahlah ayo sarapan. setelah ini aku harus ke rumah sakit."


"apa lusa kamu akan benar-benar berangkat ke Palestina?" tanya kim Tan memecah keheningan.


"hah? kok kamu tau? ah pasti waktu aku mabuk yah? jadinya aku memberitahu mu. iya lusa aku harus berangkat."


"oh begitu yah, tapi memangnya kamu harus berangkat yah?" tanya Kim Tan.


"tidak harus sih, tapi ini bisa berpengaruh besar untuk promosi ku tahun depan, dan lagipula hanya berlangsung 3 bulan, jadi aku ngga mau menyia-nyiakan kesempatan ini." ucap rose kemudian melanjutkan makannya.


Kim tan tak menanggapinya. ia sibuk dengan pemikirannya.


*****


di rumah sakit, Jae-eon marah besar karena rose tetap jadi berangkat ke Palestina.


"kenapa ayah berbohong? ayah bilang akan menghapus rose dari daftar dokter yang akan ke Palestina, tapi kenapa rose tetap berangkat besok?"


ayah Jae-eon bingung dengan ucapan jae-eon.


"maksud kamu apa? jelas-jelas ayah sudah menyuru sekretaris untuk menghapusnya dari daftar" ucap ayah Jae-eon.

__ADS_1


"kalau sudah terhapus terus kenapa rose jadi berangkat besok? ayah kan sudah janji." Jae-eon semakin marah.


ayah jae-eon kemudian menelfon sekretarisnya dan menyuruhnya membawa dokumen keberangkatan dokter yang akan ke Palestina.


"keruangan saya sekarang dan bawa dokumen daftar dokter yang dikirim ke Palestina."


beberapa saat kemudian sekretaris masuk dan menunjukkan dokumen itu. ayah Jae-eon membaca kemudian melempar dokumen itu ke depan sekretarisnya.


"saya kan menyuruh mu menghapus nama dokter Kim rose dari daftar" bentak ayah jae-eon.


"maaf pak, saya sudah menghapusnya, dan ibu rose sendiri yang mengajukan diri untuk ikut menjadi dokter relawan disana. dan kebetulan dokter spesialis bedah yang ikut hanya 2 orang, jadi kami menerima pengajuan dari ibu rose."


dengan rasa takut sekretaris itu menjelaskan.


"kamu dengar sendiri kan? ayah sudah menepati janji, dan rose sendirilah yang mengajukan dirinya.


Jae-eon hanya diam dan pergi meninggalkan ruangan ayahnya dengan wajah kesal.


*****


setelah mendapat arahan, rose kemudian kembali ke apartemennya untuk menyiapkan barang-barang yang akan di bawahnya besok.


rose sedang melipat pakaian juga menyiapkan beberapa keperluannya selama disana. ia juga terlihat memasang CCTV di ruang tamunya. guna agar ia bisa mengontrol keamanan apartemennya selama ia di Palestina.


beberapa menit kemudian, rose terlihat sudah selesai menyiapkan segala keperluannya selama disana.


handphone rose berdering, panggilan masuk dari Kim Tan.


"apa kamu sedang sibuk?" tanya Kim Tan


"tidak kok, aku baru saja selesai menyiapkan beberapa keperluanku selama disana." jawab rose


"baiklah, kalau begitu kamu harus ikut aku ke suatu tempat hari ini."


"kemana?"


"rahasia dong. cepatlah aku tunggu di parkiran apartemen."


"baiklah" ucap rose kemudian mengganti bajunya. ia menggunakan stelan santai.


celana jins,baju kaos putih dibalut jaket, tidak lupa menggunakan topi dan kacamata guna untuk berjaga-jaga, kalau ada fans Kim Tan yang mengenali mereka.


rose kemudian masuk ke lift. sesampainya di lantai dasar ia buru-buru masuk ke mobil kim Tan.


"kenapa kamu berdandan seperti itu?"


"ngga kok, aku hanya berjaga-jaga, takut ada fans mu yang melihat kita"


Kim Tan hanya tersenyum, melihat tingkah lucu rose. mereka pun menuju tempat yang di maksud Kim Tan.

__ADS_1


*****


__ADS_2