Rose Love Story

Rose Love Story
Pertemuan Kembali


__ADS_3

Pagi 7:06


rose menggeliat. rose diliat bergerak merasa ada yang berat di perutnya.


"aaaaaaa kenapa, kenapa kamu bisa ada disini hah?" teriak rose kaget karena mendapati Kim Tan yang tertidur di sampingnya. ia menyilangkan tangannya di dada.


"aaaaaa berisik, bisa tidak kalau ngebangunin orang ngga pake teriak?kupingku sakit" ucap Kim Tan kembali menutup matanya.


"lagian kamu kenapa bisa tidur disini hah?" ucap Rose


"yaaa karna kau semalam ketakutan, jadi saya mencoba membangunkan mu, tapi kau tetap tidak mau bangun dan kau malah memelukku" jawabnya enteng.


"tapi, kamu tidak macam-macam kan?" ucap Rose gugup.


"seperti yang kamu lihat sekarang, pakaian mu masih utuh kan?"


Rose melirik tubuhnya.


"ah syukurlah" batinnya.


"sudahlah aku mau masak, aku lapar."


"eh tunggu, kau mau masak apa? bukannya kulkasmu kosong? kecuali hanya ada air di dalamnya." ucap Kim Tan


rose seketika tersadar.


"ah iya, aku baru sampai semalam dan tidak sempat berbelanja " gumam Rose.


Kim Tan meraih handphone-nya.


"aku akan memesan makanan untuk kita"


"apa? kita? siapa yang menyuruhmu tetap disini, sudah kembali ke apartemen mu, aku juga mau mandi"


"oh begitu kah caramu berterima kasih setelah menitipkan apartemen mu kepadaku selama kau pergi?"


"hmmm, kalau itu aku sangat berterima kasih. tapi bisakah kau keluar dari kamarku sekarang? aku mau mandi" ucap rose.


"hmm baiklah, aku tunggu di ruang tamu" ucap Kim Tan mengedipkan matanya.


"cih" balas rose.


skip mandi


Setelah berpakaian rose pun bergabung dengan Kim Tan di ruang tamu. terlihat makanan juga sudah tersedia di depan mereka.


"wah cepat juga sampainya" ucap rose mengambil ayam goreng.


"ya karna aku memesannya di restoran yang tidak jauh dari sini"


mereka pun makan.


"kamu tidak kerja hari ini?" tanya Kim Tan.


"ah ? ngga masa cuti ku belum habis, jadi sepertinya aku akan menghabiskan waktu libur ku di sini saja."


"apa kau tidak bosan? tinggal disini seharian?"


"ku pikir tidak, lagian aku tidak punya rencana dan tempat tujuan untuk ku kunjungi"


"bagaimana kalau malam ini kita makan? ada restoran baru dekat sungai Han yang baru buka"

__ADS_1


"hmm, memangnya kamu tidak sibuk? kamu kan actor"


"malam ini aku free, itu pun kalau kau mau. aku juga tidak memaksa"


"hmm baiklah "


skip *****


Kim Tan sekarang sudah sampai di lokasi pemotretan majalah, kebetulan jadwalnya hari ini hanya pemotretan.


"Kim Tan, apa kau mau ikut acara makan malam dengan para staf?" tanya meneger Choi


"ah maaf, aku sudah ada acara makan malam dengan seseorang" tolak Kim Tan.


"siapa?"


"hanya teman, teman tetangga kamar"


"ah begitu? baiklah "


*****


malamnya rose menunggu Kim Tan di parkiran, ia memakai dress putih selutut dengan rambut terurai.


di sisi lain ada Jae-eon yang baru saja sampai di parkiran apartemen rose. semenjak Jae-eon tiba di Korea di selalu menyempatkan dirinya untuk ke apartemen rose.


"rose" teriak Jae-eon.


rose menoleh ke sumber suara. betapa kagetnya ia melihat Jae-eon.


"Jae-eon?" batin rose


rose hendak menghindari Jae-eon, namun tangannya cepat di cegat Jae-eon Jae-eon.


"aku sangat merindukanmu, aku benar-benar menyesal melepaskan mu, aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya, aku akan memperjuangkan mu" ucap Jae-eon memeluk erat rose.


"maaf Jae-eon, aku ngga bisa, apalagi Rechol sahabat aku" rose melepaskan pelukannya.


"aku ngga bisa Rose, wanita yang kucintai adalah kamu bukan Rechol, aku ngga bisa maksain perasaan ini" ucap Jae-eon


"maukan kamu kembali kepada ku? ayo kita mulai lagi dari awal" lirih Jae-eon memegang tangan Rose.


"maaf Jae-eon aku ngga bisa, perasaan aku juga kekamu udah ngga ada" rose melepaskan tangannya.


namun Jae-eon tetap memaksa Rose.


"aku tau kamu pasti masih ada rasa kepadaku, sekecil apapun itu, aku yakin kamu masih memilikinya. aku mohon Rose beri aku kesempatan sekali lagi" Jae-eon terus memaksa Rose.


"lepaskan tanganmu darinya" ucap Kim Tan yang datang dari arah lain.


kim Tan mendekati mereka lalu menarik rose.


"kenapa kau terus memaksa? dia bilang dia tidak mau, kenapa kau keras kepala?" lanjut kim Tan.


"ini bukan urusanmu, ini urusan ku dengan rose" ucap Jae-eon kesal.


"apapun yang menyangkut rose adalah urusanku" ucap Kim Tan.


"memangnya siapa kau berani mencampuri urusan ku dengan rose?"


"aku tunangannya dan sebentar lagi akan menikah" tegas Kim Tan.

__ADS_1


rose dan Jae-eon kaget mendengar penuturan Kim Tan.


"tidak mungkin, aku tidak percaya" ucap Jae-eon tidak percaya


"maaf Jae-eon, tapi yang di katakan kim Tan itu benar, sebentar lagi kita akan menikah " ucap rose berbohong.


Jae-eon terpaku sesaat.


"oiya sayang kita berangkat sekarang yah, takutnya kita terlambat " ajak Kim Tan.


rose mengangguk dan berjalan meninggalkan Jae-eon.


"maaf Jae-eon, aku harap kamu bisa bahagia dengan Rechol." ucap rose.


Jae-eon hanya diam melihat rose pergi dengan di gandeng oleh kim Tan.


"aaaaaaarrrrg, kenapa jadi seperti ini" teriak Jae-eon memukul mobilnya.


Skip*****


dimobil.


"kenapa kamu berbicara seperti tadi hah?" kesal rose.


"kan kamu sendiri yang membenarkannya" jawab Kim Tan enteng.


"ya itu karena aku terpaksa "


"sama dengan mu, saya berbohong agar laki-laki tadi tidak lagi mengganggu mu"


jawab Kim Tan lalu fokus menyetir.


*****


disisi lain ternyata ada wartawan yang merekam percakapan kim Tan,rose dan Jae-eon.


"wah ini akan menjadi berita besar dan terheboh tahun ini. aku harus buru-buru kembali ke kantor untuk merilis berita besar ini" ucap wartawan yang merekam kejadian tadi.


******


huek..hueeek..hueekk..


Rechol tiba-tiba merasa mual, ia segera berlari ke WC kamarnya.


huek...huek..


"arghh kenapa aku merasa mual belakang ini? benar-benar membuatku tersiksa" gumam Rechol.


huek...huekk.


setelah beberapa menit di WC akhirnya Rechol kembali ke tempat tidurnya.


"mungkin hanya masuk angin, sebaiknya aku tidur siapa tau besok sudah mendingan." gumamnya.


saat ia hendak mematikan lampu kamarnya, ia terpaku pada kalender di nakas.


"hah? tanggal berapa sekarang? hah? tidak mungkin, aku telat? bagaimana ini? tidak mungkin, Rechol kamu hanya masuk angin, mungkin memang kamu sedang telat saja" ucap Rechol berusaha menenangkan dirinya mengingat ia pernah tidur dengan Jae-eon.


"ah ini semua pasti hanya masuk angin dan kecapean, aku harus positif thinking" ucapnya lalu membaringkan tubuhnya di kasur.


"aaaarggg aku benar-benar kepikiran. besok saja aku membeli testpack, semoga saja hanya masuk angin" ia kemudian memejamkan matanya.

__ADS_1


*****


__ADS_2