Rose Love Story

Rose Love Story
Terpuruk


__ADS_3

Jeju 9:00


"Rose sayang, ayo makan dulu, kamu belum makan kan seharian ini" ucap bibi mengetuk pintu kamar rose.


rose seolah tidak mendengar panggilan dari bibinya, dia duduk di balkon dan hanya fokus memandangi langit.


tak disadari air matanya pun menetes.


"kamu masih kepikiran kejadian itu?" ucap bibi dari belakang sambil mengelus pundak rose.


rose hanya diam tanpa menanggapi ucapan bibinya.


tangisannya pun kembali pecah di pelukan bibinya.


"aku berusaha untuk tidak memikirkannya, tapi aku benar-benar tidak bisa bi, rasa bersalah itu selalu menghantui pikiran rose, aku harus bagaimana? Aku benar-benar merasa bersalah, seharusnya aku yang diposisinya sekarang" tangis rose semakin pecah.


"sssssstttt kamu tidak boleh berkata seperti itu sayang, hei ini semua bukan salah mu, ini semua adalah takdir yang harus kita jalani" ucap bibi mengelus rambut rose.


"jadi jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri, bibi sudah berulang kali mengingatkan mu kan, ini semua takdir sayang" lanjutnya sambil menenangkan rose.


"sudah ayo kita makan, paman sudah menunggu di bawah" ajak bibi rose.


"aku tidak lapar bi, rose hanya ingin istirahat sekarang" jawabnya.


"tapi sayang, kamu belum makan seharian, bibi ambilkan yah? kamu harus makan walaupun hanya sedikit"


rose hanya mengangguk.


beberapa menit kemudian, bibi masuk membawa nampan berisi makanan dan susu hangat.


"ayo sayang, makan dulu, setelah ini kamu istirahat " ucap bibi meletakkan makanan di depan rose.


bibi rose pun menyuapi rose.


*****


Kim Tan berlari memasuki apartemen. setiba di depan kamar rose, Kim Tan memencet bel Beberapa kali, ia menunggu beberapa menit tapi tidak kunjung ada yang membukakannya pintu.


"apa rose belum pulang? lalu dia sekarang dimana?" gumam Kim Tan no kemudian memasukkan password kamar rose.


dan benar saja, apartemen itu gelap tidak ada siapa-siapa. Kim Tan pun masuk dan duduk di sofa.


"Dimana dia sekarang? apa dia baik-baik saja?" gumamnya lalu mengacak-ngacak rambutnya.


"aaaarggg, rose,rose kenapa kau selalu saja membuat ku khawatir hah?"


iya merebahkan tubuhnya dengan kasar di sofa.


*****


Di ruang tamu

__ADS_1


Rechol terlihat sedang menelfon seseorang dengan laptop di pangkuannya. ia terfokus pada berita rose yang ada di laptopnya.


"halo, Yuri? aku Rechol


"oh ada apa Rechol?"


"apa kau baik-baik saja? bagaimana dengan Rose?"tanya Rechol to the point


"ah aku baik-baik dan rose baik-baik saja dan baru tiba di Korea siang tadi"


"syukurlah, lalu rose sekarang ada di mana?"


"Rose sepertinya mengalami trauma, dan dia sekarang ikut bibi dan pamannya ke Jeju, dia mengajukan cuti beberapa Minggu ke depan, sepertinya dia akan melakukan terapi untuk traumanya"


"apa separah itu terjadi kepada rose?"


"yaaa begitulah, rose seperti kehilangan dirinya, dia banyak diam dan menangis, apalagi yang jadi korban adalah pak Rian kekasihnya. ini pasti sangatlah berat untuk rose"


"hah, jadi tentara yang menyelamatkan rose dan menjadi korban adalah kekasih rose" tanya Rechol kaget.


"yaaa begitulah, mereka sepertinya baru jadian beberapa hari ini"


"pasti rose sekarang sangat terpukul"


"hmmm yaaa begitulah "


"oiya, aku tutup dulu yah telfonnya, maaf mengganggu Istirahatmu, Yuri thanks infonya" ucap Rechol lalu mematikan handphonenya.


Jae-eon hanya diam mendengar percakapan Rechol dalam telfon.


sulit mengartikan apa yang sedang ia pikirkan, ia pun berlalu pergi.


"Jae-eon? kau mau kemana?" tanya Rechol


"aku akan keluar sebentar, aku ingin mencari udara segar" jawab Jae-eon berlalu pergi.


*****


Jae-eon tiba di bar, ia kemudian duduk dan memesan beberapa gelas bir.


ntah apa yang ia pikirkan, seperti orang yang sangat frustasi, ia meneguk beberapa gelas bir yang ada di depannya.


"rose, maafkan saya, ini semua salahku, andai saja saya tidak menerima perjodohan ini, mungkin saat ini masih bersamaku, mungkin kamu tidak akan pergi jauh dan mengalami semua ini" ucap Jae-eon yang sudah mabuk Berat.


*****


Jam menunjukkan 12:00


Rechol mulai khawatir karena Jae-eon belum juga pulang dan susah di hubungi.


"Jae-eon, kamu kemana saja? kenapa kamu belum pulang juga, mana hp kamu susah di hubungi lagi"

__ADS_1


brakkkk suara pintu terbuka, terlihat Jae-eon sudah sempoyongan, Rechol kemudian berlari menghampiri Jae-eon.


"kamu mabuk yah, ada apa? kenapa kamu jadi seperti ini?"


"rose maafin saya, ini semua salah saya" gumam Jae-eon.


Rechol terdiam sejenak mendengar ucapan Jae-eon.


"sudah yah, aku antar kamu ke kamar."


sesampai di kamar, Rechol membuka sepatu dan jaket Jae-eon lalu membaringkannya.


"rose maafin saya, ini semua salah saya, andai aku tidak menuruti kemauan ayahku, mungkin kita masih bersama saat ini, dan mungkin kamu tidak akan mengalami hal buruk seperti sekarang" ucap Kim Tan yang tertidur.


"aku benar-benar menyesal rose, aku mencintaimu, aku benar-benar menjadi laki-laki pecundang sekarang" lanjutnya.


Rechol yang mendengar penuturan Jae-eon pun meneteskan air matanya.


"maafin aku Jae-eon, karna aku, kamu dan Rose tidak bisa bersama, maaf karena keegoisan ku kalian lah yang menjadi korban"


lirih Rechol


"Rose, kasi saya kesempatan sekali lagi, saya akan benar-benar memperjuangkan cinta kita, kita akan bersatu, aku tidak mau menikahi Rechol, aku tidak mencintainya" Jae-eon terus saja mengigau.


Rechol hanya bisa diam dan menangis mendengar ucapan Jae-eon.


Rechol pun mendekati Jae-eon, ia menarik selimut untuk Jae-eon.


"maafin aku yah" ucap Rechol mengelus pipi Jae-eon yang tertidur.


setelah menyelimuti Jae-eon, Rechol beranjak pergi tapi tiba-tiba tangan Jae-eon menarik Rechol hingga jatuh ke pelukannya.


Rechol berusaha melepaskan diri namun tenaga Jae-eon lebih kuat.


"aku sangat merindukanmu" ucap Jae-eon mengelus kepala Rechol.


Rechol hanya dia mendapat perlakuan manis dari Jae-eon.


"aku benar-benar merindukan mu, aku sangat mencintaimu rose, ku mohon jangan pergi lagi" ucap Jae-eon yang melihat Rechol sebagai rose.


Rechol pun berusaha melepaskan diri karena sadar kalau Jae-eon melihat dirinya sebagai Rechol.


"sadarlah Jae-eon aku ini Rechol, lepaskan aku, kau harus beristirahat dan aku harus kembali ke kamar."


tanpa menanggapi ucapan Rechol, Jae-eon kemudian merubah posisinya menindih Rechol.


"Jae-eon apa yang kamu akan lakukan? lepaskan, aku bukan rose" berontak Rechol.


seolah tidak peduli dengan ucapan Rechol, Jae-eon kemudian mencium kasar Rechol.


Rechol berusaha memberontak namun sia-sia. tanpa sadar Rechol pun terbawah suasana, ia pun pasrah dan membalas perlakuan Jae-eon. tanpa sadar

__ADS_1


sesuatu yang tidak diinginkan pun terjadi diantara mereka.


__ADS_2