Rose Love Story

Rose Love Story
Bucin


__ADS_3

Setelah berganti pakaian, Rose keluar dari walk in closet.


"kamu ngapain disini?" tanya rose menghampiri Kim Tan yang duduk di sofa samping jendela kamar.


"aku menunggu mu, ayo makan bersama" ucap Kim Tan enteng.


rose pun duduk di sofa samping Kim Tan.


mereka menikmati makanan tersebut dengan hening.


Kim Tan membersihkan sisa makanan di sudut bibir rose.


"kenapa kau makan seperti anak kecil si" ucap Kim Tan


Rose yang salah tingkah hanya diam dan buru-buru menghabiskan makanannya.


"pelan-pelan makannya, nanti tersendat lagi" lanjutnya.


"iya..iya.. bawel" ucap rose


Kim Tan mengambil makanan dan menaruhnya ke piring rose.


"ih ngapain sih, aku tuh udah kenyang" protes rose.


"aku tau kamu masih lapar, apalagi kamu lelah semalaman kan" goda Kim Tan.


"bisa ngga? ngga usah bahas kejadian tadi malam?" kesal rose


"iya..iya lagian kenapa sih, kan wajar suami istri " ucap Kim Tan


"udah deh Kim Tan, aku tu malu" ucap Rose keceplosan.


"apa? Malu? ngapain malu sih?"


"ah tau ah, diam ngga Atau aku berhenti makan ni"


"iya..iya aku diam, kamu makan lagi gih, biar makin kuat"


"Kim Tan, nyebelin banget sih"


Kim Tan terkekeh


*****


Pagi pukul 10:30


Rechol sudah siap dengan cake strawberry yang di buatnya, dia pun membuat kopi dan membawanya ke ruang kerja Jae-eon.


"Jae-eon aku bikin cake strawberry, kamu coba yah, aku juga bawain kopi"


"hmm taro aja disitu" ucap Jae-eon yang hanya terus fokus pada layar komputer di depannya.


dengan muka kecewa Rechol menaruhnya dan bergegas pergi.


"Rechol?" teriak Jae-eon tiba-tiba


"yah"


"makasih yah" ucap Jae-eon.


Rechol mengangguk antusias.


Rechol meninggalkan ruangan Jae-eon dengan perasaan yang sangat Senang.


"sayang, sabar yah, ibu akan berjuang sampai ayahmu mau menerima kita berdua"


ucap Rechol mengelus perutnya.


******


Di kamar, rose ketiduran dengan laptop yang masih di pangkuannya. Kim Tan yang baru selesai olahraga masuk ke kamar dan mendapati rose yang tertidur di sofa.


"hmm ngapain masih kerja sih, padahal libur"

__ADS_1


ucap Kim Tan meletakkan laptop tersebut di meja.


akhirnya Kim Tan menggendong rose ke tempat tidur.


setelah menidurkan rose, Kim Tan menarik selimut untuk rose.


"cantik sekali, aku benar-benar beruntung memiliki istri seperti mu" ucap Kim Tan lalu mencium kening rose.


rose yang menyadarinya segera membuka matanya.


"kamu ngapain?" ucap Rose.


"aku mencium ada bau, ternyata kepala kamu, kamu ngga keramas yah?"ucap Kim Tan bohong.


"apa kamu bilang? rambut aku bau?" ucap rose mencium rambutnya.


"iya Emang" jawab Kim Tan.


rose mengejar Kim Tan, dia memaksa untuk mencium rambutnya.


"cium sini, enak aja ngomong rambut aku bau" ucap rose menarik Kim Tan.


"emang bau" balas Kim Tan.


"mana ada? sini ngga?" ucap rose terus mengejar Kim Tan.


mereka saling berkejaran di kamar. hingga akhirnya Kim Tan lelah dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur, rose pun naik dan mengarahkan rambutnya ke arah Kim Tan.


"cium ni, cium, enak aja ngomong rambut aku bau"


Kim Tan yang lelah kemudian menarik rose ke pelukannya.


"udah..udah..aku capek, iya rambut kamu wangiiiii banget" ucap Kim Tan mencium pucuk kepala Rose.


Rose memberontak, tapi kekuatan Kim Tan jauh lebih kuat


"lepas ngga" ucap rose.


"biarkan seperti ini dulu, aku nyaman seperti ini" ucap Kim Tan memejamkan matanya.


*****


Jae-eon mencicipi cake yang dibuat Rechol.


"enak juga, ternyata Rechol pintar membuat cake juga" gumam Jae-eon terus menyantap cake tersebut. setelah habis memakannya Jae-eon mengambil handphone-nya laku memfoto tempat cake yang sudah kosong.


ia kemudian mengirimkannya pada Rechol.


"thanks yah, cake-nya enak sekali" isi pesan Jae-eon.


Rechol yang sedang bersantai mendapat notifikasi.


"Jae-eon?? tumben"


Rechol sangat Senang mendapat pesan dari Jae-eon.


"hmm aku senang banget" gumam Rechol.


Rechol kemudian membalas pesan Jae-eon.


"aku sangat senang kamu menyukainya, kapan pun kamu mau, aku bisa membuatkannya untukmu" isi pesan rose.


Jae-eon yang membaca chat dari Rechol tersenyum.


"baiklah,kamu harus bersiap repot pastinya, karena cake buatanmu sudah masuk ke list cake favorit ku, jadi kapan pun aku mau, kamu harus siap repot membuatnya" balas Jae-eon.


"siap bos, dengan senang hati" balas Rechol.


Jae-eon hanya terkekeh.


"mengenaskan sekali" gumamnya.


ntah sejak kapan, Jae-eon sudah mulai bisa menerima Rechol, meskipun belum sepenuhnya move on dari rose, tapi perlahan dia sudah terbiasa hidup dengan Rechol, dan tidak bisa ia pungkiri,kalau dia nyaman dengan perhatian yang diberikan Rechol padanya. terlebih dia sering iba melihat perjuangan Rechol mengandung anaknya.

__ADS_1


setiap malam tidurnya terusik karena mualnya, itu yang membuat Jae-eon terkadang merasa bersalah.


******


Pukul 1:30


Rose bangun dari tidurnya, dan segera menuju dapur untuk memasak makan siang.


Kim Tan menyusul untuk membantu rose memasak.


"kamu ngapain sih?" ucap rose


"bantuin istri lah"


"udah ngga usah mending kamu duduk tenang di meja makan" lanjut rose


"emang kenapa sih kalau aku disini?" tanya Kim Tan.


"Ya aku risih lah, kalau kamu di sini"


"risih apa malu?" goda Kim Tan.


"Bisa ngga sehari aja kamu ngga godain aku?"


"iya iya aku ngalah" ucap Kim Tan duduk di meja makan.


sambil memainkan ponselnya, sesekali Kim Tan memperhatikan punggung rose yang sibuk memasak. diam-diam Kim Tan mengambil beberapa foto rose.


"cantik" gumam Kim Tan.


beberapa menit kemudian, Rose sudah selesai bergulat di dapur.


rose membawa makanan ke meja.


"biar aku bantu" ucap Kim Tan mengambil makanan dari tangan rose.


Kim Tan kemudian membantu rose menata makanan di meja.


setelah semuanya tertata rapi mereka pun makan bersama.


"rose, pekan depan kamu sibuk ngga?"


tanya Kim Tan.


"hmm, sepertinya ngga, soalnya jadwal operasi untukku belum ada." jawab rose.


"Kenapa memang?" Lanjut rose.


"aku ada jadwal pemotretan di Jeju, ya kali aja kamu mau ikut, sekalian kita ke rumah bibi sama paman" jawab Kim Tan.


"beneran? mau..mau.. aku kangen banget sama paman dan bibi" ucap rose antusias


"baiklah" ucap Kim Tan tersenyum melihat rose yang antusias ingin ikut.


mereka pun kembali menikmati makan siang mereka.


"kamu jago masak juga" ucap Kim Tan.


"ya iyalah, sesibuk-sibuknya aku, aku juga sering masak waktu ayah masih hidup" ucapan rose terpotong mengingat ayahnya.


wajahnya berubah menjadi sedih.


"kamu kenapa?" tanya Kim Tan.


"ah, tidak, aku hanya rindu ayahku" ucap rose menepis air matanya.


"sudah ngga usah sedih, gimana kalau habis makan kita kemakan ayahmu?"


rose mengangguk lalu tersenyum.


"ya sudah, habiskan makanan mu lalu kita siap-siap" ucap Kim Tan


rose mengangguk dan segera menghabiskan makanannya.

__ADS_1


******


__ADS_2