
rumah sakit 10:54
Di ruangnya, ayah Jae-eon terlihat berbincang melalui telfon.
"Bagaimana? malam Minggu apa kamu punya acara?" tanya ayah Jae-eon
"kebetulan tidak ada, memangnya ada apa?" jawab ayah Rechol
"seperti rencana kita sebelumnya, saya akan mengajakmu Dangan keluarga untuk makan malam, dan membahas perjodohan anak kita"
"apa tidak terlalu mendadak kita memberitahu Jae-eon dan rechol?"
"ini sudah waktu yang tepat mengingat umur mereka berdua sudah matang untuk sebuah pernikahan. dan saya rasa lebih cepat lebih baik"
"baiklah saya bicarakan dulu dengan ibu rechol. Sampai jumpa di rumah mu."
ucap ayah Rechol menutup telfon
ayah jae-eon kemudian mengirim pesan untuk Jae-eon
"Sabtu malam, ayah mengadakan acara makan malam dengan sahabat ayah dan keluarganya, ayah harap kamu bisa meluangkan waktu untuk hadir di acara makan malam nanti"
terlihat Jae-eon menunggu lift terbuka.
bunyi dering handphone Jae-eon menandakan pesan masuk.
Jae-eon membaca pesan dari ayahnya.
"baiklah, akan ku usahakan hadir"
balas Jae-eon.
lift terbuka.
terlihat rose sibuk membaca laporan medis pasiennya.
"sayang" sapa jae-eon
rose melirik ke sumber suara dan keluar dari lift
"ssssstttt, Jae-eon apaan sih, nanti ada yang dengar" ucap rose tersipu malu
"mau kemana?" tanya jae-eon
"cuma mau cek kondisi pasien VIP" jawab rose
"istirahat nanti, makan bareng yah"
"siap" jawab Rose memberi hormat dan tersenyum
Jae-eon selalu terpesona ketika melihat senyum manis rose. jae-eon kemudian mengacak-acak rambut rose, dan mencium pipi rose dan berlari masuk ke lift.
"hei" rose kaget dan tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan Jae-eon.
semua suster terlihat kegirangan dan berlarian menuju lobi.
rose kemudian bertanya ke salah satu suster yang juga berlari menuju lobi
__ADS_1
"sus, ada apa yah? kok rame?"
"oh itu dok, ada salah artis terkenal yang akan syuting beberapa bulan disini"
"ow kirain apaan"
"hehe yaudah dok, saya mau melihatnya dulu, kali aja bisa minta foto dan tanda tangannya."
"haha iya, iya.."
suster itu berlalu pergi.
rose kemudian menuju ruang VIP.
kebetulan untuk menuju ruang VIP, rose harus melewati lobi rumah sakit. saat rose melewati lobi, Kim Tan yang dari tadi sibuk berfoto dan menandatangani beberapa buku penggemarnya, melihat rose.
Kim Tan kemudian memanggil rose
"rose" panggil Kim Tan kemudian melambaikan tangannya.
mendengar ada yang memanggil namanya rose kemudian berbalik. dan melihat Kim Tan melambaikan tangan ke arahnya.
"Kim Tan? ngapain dia disini? apa jangan-jangan artis yang dimaksud suster tadi adalah kim Tan?" gumam rose
Kim Tan kemudian menghampiri rose.
"hei, you know what? aku syuting di rumah sakit ini" ucap Kim Tan dengan narsisnya.
"aku udah tau, ngapain nyamperin sih? orang-orang liatin kita" ucap rose berusaha menutupi wajahnya.
"kalian jangan salah paham, dokter rose adalah dokter saya sebelumnya, saya hanya menyapanya, Kami kenal sebatas pasien dan dokter jadi jangan ada yang berasumsi macam-macam oke" ucap kim Tan mengedipkan mata ke mereka.
seketika mereka semua histeris melihat tingkah Kim Tan.
rose hanya tersenyum kecut..
"oiya Kim Tan, aku masih ada pekerjaan, selamat datang di rumah sakit ini semoga aktivitas mu lancar" ucap rose berlalu pergi
"siap Bu dokter"
*****
terlihat sekertaris dari ayah Jae-eon memasuki ruangan ayah Jae-eon dengan membawa sebuah berkas.
"selamat siang pak, ini berkas yang bapak minta, dan saya sudah menambahkan dokter Rose untuk bergabung menjadi dokter relawan untuk dikirim ke Palestina."
"baiklah terima kasih"
ayah jae-eon kemudian membuka dan melihat isi berkas tersebut.
ayah Jae-eon tersenyum puas.
*****
di taman belakang rumah, terlihat ayah dan ibu Jae-eon sedang berbincang sambil menikmati secangkir teh dan biskuit.
"ayah jae-eon mengundang kita makan malam di rumahnya besok malam." ucap ayah jae-eon
__ADS_1
"dia juga berencana membahas perjodohan rechol dan jae-eon" lanjutnya
"apa ini tidak terlalu terburu-buru?" tanya ibu rechol
"aku takut rechol akan menolak dan marah mengetahui kita menjodohkannya." lanjutnya
"kamu tenang saja, rechol anak yang baik, dan selama ini dia juga penurut, ayah yakin rechol akan mengerti jika kita menjelaskannya dengan baik, kamu tidak usah khawatir" ucap ayah Rechol
"iya, aku harap rechol bisa mengerti dan mau menerima perjodohan ini, oiya aku mau hubungi rechol dulu untuk bersiap-siap menghadiri makan malam itu"
ayah Rechol mengangguk.
*****
di ruangan rechol.
rechol sibuk membaca laporan medis pasiennya. handphonenya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Rechol kemudian membaca pesan dari ibunya.
"sahabat ayah mengadakan acara makan malam,besok malam ibu harap kamu tidak sibuk dan mau ikut dengan ayah dan ibu menghadiri undangan makan malam tersebut."
isi pesan ibu rechol
"baik Bu, asalkan itu mengenai ibu dan ayah, rechol selalu ada waktu" balas Rechol
"baiklah sayang, semangat kerjanya" balasan dari ibu rechol
"iya ibuku sayang"
rechol kemudian melanjutkan membaca laporan tersebut.
*****
Pukul 12:30
Kim Tan melihat rose dan jae-eon keluar meninggalkan rumah sakit.
"sepertinya dia akan makan di luar"
Kim Tan kemudian menghapus pesan yang hendak dikirim ke rose. terlihat tulisan
"jam istirahat nanti,ayo, makan siang diluar" isi pesan yang dihapus kim Tan
kim Tan kemudian menuju mobil dan mengunjungi restoran temannya, untuk makan siang disana.
di mobil rechol berbincang random dengan Jae-eon.
"oiya rose, ibu akan mengadakan makan malam bersama dirumah, dia mengundang sahabat lamanya. kamu mau ikut tidak? sekalian aku mau kenalin kamu sama orang tua ku."
"hah? aku malu, lagian ini acara ayah kamu dengan sahabatnya, aku malu harus bergabung dengan mereka"
"ngga apa-apa kok, lagian makan malam ini bukan acara formal, makan malam ini hanya makan malam reuni ayah dan sahabatnya. kamu ikut yah,pleassssse"
"baiklah"
"yes, makasih yah" ucap jae-eon mencium tangan rose.
*****
__ADS_1