Rose Love Story

Rose Love Story
Menginap bersama


__ADS_3

1 jam perjalanan akhirnya mereka menemukan motel yang Rian maksud.


Rian kemudian menghampiri laki-laki paruh baya yang ada disana. ntah apa yang mereka bicarakan, terlihat bapak tersebut menelfon seseorang.


rose menunggu di sebuah cafe kecil dekat motel tersebut.


Rian menghampiri rose.


"bagaimana? apa bapak itu bisa membantu kita?" tanya rose.


Rian menghela nafas.


"dia menelfon tukang derek mobil, tapi katanya mobil baru bisa di derek besok, mereka tidak bisa datang malam ini."


"jadi bagaimana kita pulang?"


"kata bapak tadi kendaraan umum di daerah sini itu jarang bahkan hampir tidak ada. jadi mungkin malam ini kita harus menginap."


rose hanya mengikuti ide Rian.


"ini aku sudah memesan untuk mu. dari tadi pagi kamu belum makan kan?" ucap rose memberikan minuman dan sepiring makanan.


setelah makan mereka masuk ke motel tersebut. mereka memesan 2 kamar. tetapi resepsionis mengatakan hanya tersisa 1 kamar.


rose yang mendengarnya syok.


Rian pun mau tidak mau memesan kamar tersebut untuk mereka berdua, apalagi mengingat waktu sudah menjelang malam.


Rian kemudian mengambil kunci yang diberikan resepsionis tersebut.


saat Rian dan rose berjalan menuju lantai atas resepsionis Kemudian memanggil mereka.


"yang dikamar atas harganya cukup mahal, bapak dan ibu bisa membeli yang ada Disini" ucap resepsionis menunjukkan beberapa kotak ******.


"hah, maaf kami tidak membutuhkannya" ucap Rose.


"kami juga punya sendiri" ucap Rian bercanda


"kami punya 2" lanjut Rian mengangkat 2 jarinya menggoda rose.


resepsionis tersebut tertawa.


sedangkan wajah rose memerah.


Rian tersenyum nakal.


didalam lift rose menginjak kaki Rian


"aaaa sakit" Rian berteriak


"lagian kamu kenapa mengatakan itu tadi?" rose kesal.


"aku hanya bercanda ke resepsionis tadi" Rian kembali tertawa mengingat wajah rose yang memerah menahan malu.


Rose dan Rian tiba di dalam kamar.


mereka melihat hanya ada 1 tempat tidur dan 1 sofa.


"kamu tidur saja di tempat tidur biar aku yang di sofa." ucap Rian


"tidak apa-apa, biar aku yang di sofa, lagian ini juga salah aku" balas rose.


"biar aku saja yang di sofa, lagian kamu pasti tidak terbiasa tidurnya di sofa." ucap Rian kemudian membaringkan tubuhnya.


rose kemudian berjalan ke tempat tidur.


rose kemudian membaringkan tubuhnya.


"maaf yah Rian, hari ini aku terlalu merepotkan mu" ucap rose.

__ADS_1


"tidak masalah, besok-besok kamu harus membalas utang budi mu" balas Rian.


beberapa menit kemudian terlihat Rian terlelap. rose mengambil bantal dan memakaikannya ke Rian. Rian terbangun dan mendapati wajah rose sangat dekat dengan wajahnya.


rose kemudian berdiri


"maaf, aku hanya memberikan bantal itu untuk mu" ucap rose menunjuk bantal yang berada di bawah kepala Rian.


"terima kasih" ucap Rian kemudian melanjutkan tidurnya.


rose juga kembali ke tempat tidurnya dan menutup matanya.


*****


Apartemen


Keesokan harinya kim Tan terbangun dan mendapati dirinya tertidur di apartemen rose.


kim Tan kemudian membereskan apartemen rose, Kim Tan mengeluarkan CD tersebut dari TV, lalu menyimpannya kembali di tempat semula.


"besok aku akan menonton kelanjutannya" gumam Kim Tan tersenyum.


Kim Tan kembali ke apartemennya untuk mandi dan segera menuju lokasi.


beberapa kali kim Tan mengecek handphonenya berharap ada pesan dari rose.


kim Tan menyimpan kembali handphone-nya dengan kecewa karena tidak ada satupun pesan dari rose yang masuk.


"kamu kenapa sih? apa aku tidak begitu penting untuk kamu kabari?aaaa sudahlah" gumam Kim Tan kemudian menuju kamar mandinya.


*****


Pagi harinya, rian terbangun. ia berusaha mengumpulkan kesadarannya. Rian berjalan menuju jendela dan membukanya.


rose bergerak sedikit,ia sedikit terganggu karena cahaya yang masuk.


"bahkan saat tidur begini pun, kamu masih tetap cantik" batin Rian.


Rian menyadarinya kemudian berusaha menghilangkan pikirannya barusan.


rose bergerak dan ingin terjatuh. Rian berlari dan menarik Tangan rose agar tidak terjatuh, saat itu rose bergerak dan menarik Rian hingga Rian kehilangan keseimbangan dan menindih tubuh rose. hingga Rian hampir mencium rose. Rian dengan cepat bangun tetapi rose menariknya dan tertidur memeluk Rian. rose memeluk rian dengan erat. Rian berusaha melepaskannya. tetapi terhenti saat mendengar rose mengigau.


"ibu,aku sangat merindukanmu,ayah, aku juga merindukan mu, aku kesepian setelah kehilangan kalian" rose menangis dalam tidurnya.


karena tidak tega, Rian kemudian membiarkan rose memeluknya.


Rian menghapus air mata rose. dan rose semakin memeluk Rian dengan erat.


beberapa menit kemudian rose terbangun dan kaget melihat Rian tertidur disampingnya. rose dengan spontan mendorong Rian hingga terjatuh.


Rian meringis kesakitan.


"aaaaa pinggang ku, kamu kenapa sih teriak-teriak?"


"kamu kenapa bisa tidur di samping ku?" rose kesal.


"itu..itu tadi, ada cicak yang menempel disisi tempat tidur mu,jadi aku menyingkirkannya. tapi kamu tiba-tiba menarik dan memelukku erat sampai aku susah melepaskan diri" ucap Rian santai.


rose percaya dan merasa malu, apalagi sebelumnya rose pernah melakukan hal yang sama dengan Kim Tan.


"aku kenapa sih?" batin rose


"yaaa, kamu tidak perlu malu, aku bisa mengerti kamu pasti nyaman dipelukan ku" Rian tersenyum menggoda rose.


"Dasar, kamu terlalu percaya diri" rose bangkit dari tempat tidurnya kemudian memesan makanan melalui telfon.


"kamu mau makan apa?" tanya rose


"sama seperti mu saja" ucap Rian.

__ADS_1


rose kemudian memesan beberapa makanan. setelah rose menutup telfonnya, rose tersenyum licik seperti ada yang sudah dia rencana kan.


beberapa menit kemudian makanan sudah datang.


rose kemudian membuka pintu dan membiarkan palagan masuk.


"aaaaa pinggang ku sakit" Rian meringis


"siapa suru"


"tapi kamu suka kan"


"yeee siapa bilang?"


"buktinya kamu yang peluk duluan" ucap Rian.


pelayan tersebut menahan tawanya.


rose dan rian menyadari ada yang salah dengan ucapannya. wajah rose memerah.


"sudah?" tanya rian ke pelayan.


"sudah pak?"


"terima kasih yah, pak..kami mau lanjut dulu"


Rian kembali menggoda rose.


"lanjut maksudnya?" rose bingung.


"lanjut yang tadi lah" Rian mengedipkan matanya ke rose.


pelayan tadi mengerti maksud Rian.


"baik pa,Bu, saya keluar dulu, semoga hari kalian menyenangkan" ucap pelayan tersenyum.


setelah pelayan tadi pergi. rose menginjak kaki Rian.


"aaaaa, sakit tau" teriak Rian.


"rasain"


"memangnya ada yang salah dengan ucapan ku?" Rian menyusul rose


"ah tau ah. aku lapar" ucap rose mengambil makanan.


"hah? makanan pedas semua?" tanya rian.


"kenapa? kamu tidak suka?" tanya rose.


"ngga aku suka, lagian kami sebagai tentara sudah terbiasa makan makanan apapun"


ucap Rian yang sebenarnya tidak bisa memakan makanan pedas.


Rian memakan makanan tersebut. tampak wajahnya berusaha menahan rasa pedas makanan itu.


rose yang melihat Rian tersenyum puas.


"tambah lagi. kamu kan capek dari semalam" rose menambahkan makanan untuk Rian.


"cukup..cukup..aku sudah kenyang" tolak Rian


tetapi rose tetap menambahkan makanan untuk Rian.


dan Rian hanya pasrah memakannya.


rose kembali tersenyum puas sudah mengerjai Rian.


*****

__ADS_1


__ADS_2