
Mereka telah sampai di tempat tujuan Kim Tan. ya tempat tujuan Kim Tan adalah Villa yang belum lama ini dibelinya. mereka memasuki villa tersebut.
"ini rumah siapa?" tanya rose sembari melihat ke sekelilingnya.
"ini villa milik ku" jawab Kim Tan yang terus berjalan masuk.
sesampainya mereka di pintu belakang, rose terkejut saat kim Tan membuka pintu.
"wah, pantai....pantainya indah sekali dilihat dari sini" takjub rose
ya villa Kim Tan memiliki akses ke pantai.
mereka menyusuri pantai, berjalan sesekali bermain ombak.
"bagaimana apa kamu suka?" tanya kim Tan.
"suka sekali.." rose tersenyum.
"kamu bisa berkunjung kapan saja kesini, anggap saja rumah sendiri. password villa ini sama dengan password apartemen mu. aku sengaja, selain mudah diingat urutannya juga bagus saat di pencet. Aku selalu kesini jika merasa sedih atau merasa sangat lelah karena pekerjaan."
rose hanya diam mendengarkan kim Tan.
"oiya, ada yang ingin aku tunjukkan sama kamu." ucap Kim Tan menunjukkan botol juga kertas dan spidol ditangannya.
rose tampak bingung.
"setiap aku punya keinginan, aku selalu menulisnya ke selembar kertas kemudian memasukkannya ke botol ini. dan menguburnya di pantai ini. jika sudah terwujud aku akan mencari botol ini dan mengganti kertasnya sesuai dengan target yang ku inginkan saat itu." kim tan menjelaskan.
rose mengangguk mengerti.
"baiklah tulis keinginan kamu Disni" Kim Tan memberikan kertas.
rose kemudian menulis sesuatu di kertas itu, lalu memasukkannya ke botol. setelah memasukkan ke botol tersebut, Kim Tan dan rose kemudian menguburnya di dekat bebatuan dan memberi tanda, agar mereka mudah mengenali tempat botol mereka terkubur.
setelah mengubur botol tersebut. Kim Tan dan rose melanjutkan menyusuri pantai.
*****
Rechol kaget mendengar kabar kalau rose akan berangkat ke Palestina.
"apa? bukannya om Han ju won sudah berjanji akan menghapus nama rose dari daftar dokter yang akan dikirim ke sana?" ucap rechol pada kedua orang tuanya.
"ibu dan ayah juga tidak mengerti apa yang terjadi sayang, setau ibu, ayah Jae-eon sudah menanganinya, tetapi rose mengajukan dirinya sendiri." jawab ibu rechol.
rechol hanya diam.
"astaga rose, apa sih yang ada dipikiran mu? kenapa kamu se nekat ini kesana? disana sangatlah berbahaya, apa kamu tidak berpikir?"" batin rechol.
__ADS_1
rechol sedikit khawatir juga merasa bersalah karena pertunangannya dengan jae-eon.
rechol berusaha menghubungi rose. namun tidak ada Jawaban.
"ah kamu dimana sih rose?" gumam rechol.
*****
Pukul 6:20
Terlihat senja di sore hari begitu indah menghiasi langit. terlihat Kim Tan dan rose duduk di tepi pantai menunggu matahari terbenam.
"wah, cantik sekali, karena terlalu sibuk aku bahkan lupa kapan terakhir aku ke pantai dan melihat senja."
Kim Tan tersenyum dan terus menatap rose. yang tampak sangat bahagia. sesekali rose tersenyum yang membuatnya begitu manis. rose berbalik dan mendapati Kim Tan memandanginya. perlahan Kim Tan mendekatkan wajahnya ke wajah rose. semakin dekat hingga jarak wajah mereka hanya beberapa senti. Tampa sadar rose menutup matanya untuk menyambut ciuman Kim Tan.
handphone berdering menyadarkan mereka.
terlihat panggilan masuk dari meneger Choi.
Kim Tan menjauh untuk mengangkat telfon dari meneger Choi.
"halo, ada apa?"tanya Kim Tan sedikit kesal
"aku sedang berada di suatu tempat. lagian hari ini aku sedang break"
kim Tan kembali menghampiri rose.
"sampai dimana tadi?" tanya Kim Tan menggoda rose.
"sampai dimana apa?" jawab rose pura-pura tidak paham.
"ngga pembicaraan kita" Kim Tan terkekeh.
"oh hahaha aku juga lupa" balas rose.
*****
Pukul 8:00
Terlihat semua perawat juga dokter sudah siap dengan koper masing-masing di depannya.
Meraka berada di Bandara untuk menunggu penerbangan mereka.
rose sedang menunggu di ruang tunggu bersama staf lain.
"rose" panggil Kim Tan.
__ADS_1
"kenapa kamu ada disini?" tanya rose.
"kenapa kamu berangkat tanpa pamit dengan ku hah?" Kim Tan menyentil dahi rose.
"yaa aku tidak enak membangunkan mu" ucap rose mengusap dahinya yang sedikit sakit.
tiba-tiba rechol datang berlari menghampiri rose. rechol langsung memeluk rose.
"kenapa kamu pergi tanpa memberitahu ku? aku sengaja menerima perjodohan ini dan berbohong menyukai jae-eon Agar ayah Jae-eon percaya dan mau menghapus namamu dari daftar dokter yang akan dikirim ke Palestina." rechol menangis dalam pelukan rose.
"siapa suru kamu melakukannya untukku?" rose terkekeh.
rechol cemberut.
"tidak apa-apa, aku sengaja ingin ikut agar promosi ku tahun depan lebih dimudahkan." ucap rose.
"aku bahagia kamu bisa jadi anak yang patuh ke orang tuamu dan aku berharap kamu bisa dan jae-eon bisa ke jenjang lebih serius. apalagi melihat kedua orang tua kalian begitu bahagia melihat kalian bahagia. andai aku diposisi kalian aku akan melakukan hal yang sama. selama orang tua kalian masih hidup, bahagia mereka. ngga apa-apa kebahagiaan kita sendiri tertunda, tidak ada yang akan menyesal tapi jika orang tua, kamu akan menyesal seumur hidup jika belum sempat membahagiakan mereka" ucap rose memeluk rechol.
kim Tan tersenyum kagum mendengar ucapan rose yang begitu bijak dan dewasa.
pengumuman terdengar, para penumpang di minta untuk masuk karena pesawat sebentar lagi berangkat.
"pesawatnya sebentar lagi berangkat, aku pamit dulu yah" pamit rose kembali memeluk rechol.
"terima kasih karena selama ini kamu sudah mau menjadi sahabat ku"
"Kim Tan, terima kasih untuk semuanya, aku berharap bisa bertemu kembali dengan kalian" rose tersenyum dengan ekspresi sedikit sedih karena harus pergi jauh.
rose menarik kopernya dan melambaikan tangan ke arah Kim Tan dan rechol.
rechol yang berdiri di samping Kim Tan ikut melambaikan tangannya.
******
dengan kecepatan tinggi, Jae-eon menancap gas menuju Bandara, ia berniat untuk mengucapkan perpisahan ke rose, tetapi sesampainya di sana, langkahnya terhenti karena melihat Kim Tan menghampiri rose. Jae-eon berdiri dari kejauhan mengamati mereka. beberapa menit kemudian terlihat rechol menangis memeluk rose. Jae-eon juga merasa sedih karena rose akan pergi. apalagi siapa yang tau bagaimana berbahayanya berada disana.
karena tidak punya nyali yang besar. Jae-eon hanya melihat rose yang pergi dari jauh.
"semoga kamu selamat sampai tujuan yah rose, dan semoga kamu juga kembali dengan selamat, maaf aku sudah membuatmu kecewa, maaf juga, aku tidak punya keberanian untuk menghampiri mu. aku hanya bisa berharap yang tebaik untukmu." batin Jae-eon.
setelah rose berlalu pergi, Kim Tan dan rechol pun pulang. saat Kim Tan berbalik ia seperti melihat orang yang mirip Jae-eon.
"dia mirip dengan mantan rose, tapi kenapa dia tidak menyapa rose?" batin Kim Tan.
"ah sudahlah. aku harus kembali ke lokasi syuting secepatnya."
gumam Kim Tan. ia kemudian menuju parkiran.
__ADS_1
*****