Rose Love Story

Rose Love Story
Berkencan


__ADS_3

rose mengendap masuk ke kamarnya karena takut membangunkan Yuri yang mungkin sudah tertidur lelap.


"rose? apa itu kamu? ucap Yuri tiba-tiba menyalakan lampu.


"eh iya ini aku? kenapa belum tidur?" tanya rose yang sedikit kaget.


"aku sudah tidur tadi, tapi terbangun, kamu sendiri baru balik? kemana saja kamu?" tanya Yuri.


"hehe ceritanya panjang, sudah tidur sama, aku mau bersihin diri dulu." ucap rose meraih handuk lalu ke kamar mandi.


"dasar kebiasaan " ucap Yuri


beberapa menit kemudian rose bersiap untuk tidur, tetapi tiba-tiba dia teringat dengan ucapan Rian yang mengajaknya kencan.


"duh, aku harus jawab apa? dia baik, perhatian dan aku nyaman sama dia. tapi aku takut memulai hubungan lagi setelah berakhir dengan Jae-eon. aku juga ngga bisa munafik kalau aku sebenarnya mulai suka sama dia."


gumam rose.


disisi lain.


Rian yang sedang berbaring.


"bagaimana kalau rose menolakku? ah aku tidak boleh menyerah, bukan Rian namanya kalau aku ngga bisa dapetin wanita yang aku mau." gumam Rian lalu kembali tidur.


*****


Pukul 6:30


Rian dan teman-temannya melakukan aktivitas seperti biasa.


di kamar rose terbangun mendengar para tentara yang beraktivitas.


rose dan Yuri buru-buru keluar untuk melihat mereka latihan.


"Rose cepatlah, nanti mereka keburu selesai"


ucap Yuri berlari keluar.


"iya,iya " ucap rose mengikuti Yuri


sesampai di pagar.


"wah lihat badan mereka yang seksi itu, aku benar-benar betah disini, meskipun jaringan disini tidak ada, aku akan tetap betah jika tiap pagiku di suguhkan dengan pemandangan seperti ini" ucap Yuri yang kagum


"sama, mereka benar-benar seksi"


mereka berdua memandang kagum, tiba-tiba Rian mendekat dan menghalangi pandangan mereka.


"Rian awas" ucap rose dan Yuri bersamaan.


"tidak mau. apa kalian dikirim kesini hanya untuk menonton para tentara latihan?" ucap Rian kesal.


"dan kamu, kamu punya utang jawaban kepadaku" lanjut Rian lalu menunjuk rose.


rose hanya diam mengingat ucapan Jae-eon kemarin.


"kenapa diam? apa kamu sudah punya jawabannya? " tanya Rian yang mendekatkan wajahnya ke rose.


"wah apa-apaan kalian, kalian pikir dunia ini milik kalian berdua? bisa-bisanya mau ciuman di sampingku wanita yang kesepian ini." ucap Yuri kesal dan sedikit drama.


"tunggu dulu, apa kalian sedang berkencan?"


"tidak" ucap rose

__ADS_1


"proses" ucap Rian bersamaan dengan rose.


"wah, wah aku tidak menyangka, oke lanjutkan aku mau masuk" ucap Yuri tersenyum.


"Yuri, tunggu aku" ucap rose kemudian menyusul Yuri.


saat hendak berjalan.


Rian melompati pagar dan berdiri tepat di depan rose. rose yang kaget hampir terjatuh kebelakang, tapi dengan cepat Rian menarik rose.


mereka saling menatap sesaat, dengan cepat rose memperbaiki posisi mereka.


"kau mau kemana? kamu belum menjawab ajakan ku semalam." ucap Rian mendekat.


rose mencium pipi Rian dengan cepat dan berlari masuk.


"itu jawaban ku" ucap rose tersenyum.


Rian terpaku, seakan tidak menyangka apa yang barusan terjadi.


"dia agresif juga, padahal aku maunya disini" ucap Rian tersenyum dan menyentuh bibirnya.


Rian tersenyum dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Rian tak berhenti tersenyum hingga membuat temannya heran.


sedangkan rose, tidak berhenti tersenyum mengingat apa yang dia lakukan pagi ini.


"rose bodoh, bisa-bisanya kamu melakukan itu" ucap rose kembali tersenyum.


pukul 8:00


Para dokter kembali ke tenda medis untuk menyiapkan beberapa perlengkapan juga obat-obatan yang akan di bawa ke tenda pengungsian.


pada saat rose berjalan, rose tidak sengaja melihat Rian, rose yang malu, memilih menghindari Rian. iya pura-pura tidak melihat Rian.


Rian yang melihat rose, berlari menghampiri rose.


kotak besar yang di bawa rose.


"kamu ngapain sih kesini" ucap rose yang canggung.


"mau membantu pacar, apa tidak boleh?" ucap Rian meledek.


"apa sih kamu" ucap rose meninggalkan Rian.


wajah rose memerah menahan malu.


"hei tunggu aku" ucap Rian


rose semakin mempercepat langkahnya.


"apa kamu malu? hei, kenapa menghindari ku?" ucap Rian tersenyum melihat tingkah rose.


Bandara.


Jae-eon Manarik kopernya memasuki bandara. dia melirik ponselnya, dimana wallpaper nya adalah fotonya bersama rose.


"sebulan berlalu, aku benar-benar merindukan mu rose, apa kamu baik-baik saja disana? maaf karna aku tidak bisa memperjuangkan hubungan kita" ucap Rian dalam hati.


disisi lain ada rechol yang berjalan di belakang Jae-eon. yah dia ikut Jae-eon melanjutkan study mereka di Amerika.


dia mengikuti Jae-eon dari belakang, ya Rechol tidak memberitahu Jae-eon kalau dia akan melanjutkan studinya di Amerika bersamanya.


"Maaf Jae-eon, aku tidak memberitahu mu karna aku takut kamu akan melarangku ikut dengan mu. maaf karena cuma dengan cara ini aku bisa lebih dekat dengan mu. aku berharap suatu saat kamu akan menerima keberadaan ku." ucap Rechol dalam hati.

__ADS_1


R-entertainment 1:20


Kim Tan seperti biasa melakukan aktivitasnya.


iya sedang bersiap-siap untuk ke lokasi pemotretan.


dimobil Kim Tan sibuk dengan handphone-nya.


"rose,kamu apa kabar? kenapa dia bodoh sekali memilih tempat yang sulit dengan jaringan. apa dia tidak merasa bosan disana?" gumam Kim Tan.


iya melempar hpnya ke kursi kosong sampingnya dan memilih tidur sejenak, untuk menjernihkan pikirannya.


disisi lain Rian terus saja mengekori rose. apapun yang ingin di angkat rose, Rian dengan cepat menggantikan rose.


"hei, apa kamu tidak punya aktivitas lain selain mengikuti ku?" ucap rose yang sudah lelah dengan kelakuan Rian.


"aku kan sudah bilang, aku tidak mau pacar ku sampai lelah." ucapnya terkekeh.


rose yang malu kemudian mencubit perut Rian.


"kenapa kamu mencubit ku? gemas yah?" ucap Rian berbisik.


"apaan sih, aku cuma malu orang lain dengar apa yang kamu ucapkan tadi" sangkal rose


Rian mencium pipi rose kemudian berlalu meninggalkan rose.


"alasan terussssss" ucap Rian


rose memegangi pipinya. menahan senyum.


"hei tunggu aku" rose menyusul Rian.


"kenapa? mau lagi?" ledek Rian


"yeee apaan, aku cuma ikut takut kamu letakin kotak ini sembarangan" sangkal rose.


Rian hanya tersenyum gemas melihat rose yang salah tingkah.


"malam ini kamu ada acara tidak" tanya Rian.


"sepertinya tidak ada, kenapa memangnya?" balas rose


"ah tidak aku cuma mau ajak kamu makan malam bersama"


"dalam rangka apa memangnya?" tanya rose.


"memangnya kalau orang pacaran makan bersama harus ada alasan dulu yah" jawab Rian.


"ya ngga, aku cuma nanya"


"yasudah sampai ketemu nanti malam." ucap Rian mengusap rambut rose.


rose mengangguk.


Rian berhenti sejenak menatap rose.


"kamu kenapa diam? pergi sana, kenapa tinggal?" tanya rose.


"cium dulu, tadi kan aku udah" ucap Rian menyodorkan pipinya.


"apaan sih, malu diliatin orang." ucap rose mendorong pipi Rian.


"ya ngga apa-apa biar mereka tau kalau kamu punya aku, cepetan, aku ngga akan pergi sebelummmmmm"

__ADS_1


rose langsung menyambar pipi Rian dan berlari meninggalkan Rian.


Rian hanya terkekeh, gemas melihat rose.


__ADS_2