
Pagi hari Jae-eon tersadar dari tidurnya, betapa kagetnya ia melihat ada rechol yang tertidur di sampingnya.
"Rechol?"
Rechol menggeliat, perlahan membuka mata.
"Jae-eon" ucapnya sedikit tidak enak.
"apa yang sudah saya lakukan? kenapa..kenapa?kita.." ucap Jae-eon tidak melanjutkan ucapannya lalu mengacak-ngacak rambutnya.
"arrggg aku benar-benar bisa gila, maafkan saya Rechol, saya mabuk dan benar-benar tidak sadar melakukan ini semua"
Jae-eon frustasi kemudian beranjak ke kamar mandi.
"Jae-eon..." panggil Rechol.
namun diabaikan.
Rechol pun kembali ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.
*****
tok..tok...
"rose,kamu sudah bangun sayang?" ucap bibi membuka kamar rose.
"roseeeeee, bangun sayang, kamu kenapa?" ucap bibi rose kaget melihat rose terkapar di lantai dengan banyak busa di mulutnya.
"sayaaaang, tolong cepat kesini" teriak bibi rose.
paman rose berlari menghampiri mereka.
"ada apa? apa yang terjadi? kenapa rose bisa seperti ini?" tanyanya kaget.
"aku juga tidak tau, ayo kita cepat membawanya ke rumah sakit."
paman rose kemudian mengangkat tubuh rose menuju mobil.
beberapa menit kemudian.
"bagaimana dok? apa yang terjadi dengan keponakan saya?" tanya bibi rose.
"ibu Rose mengalami overdosis obat-obatan, sepertinya dia meminum obat penenang melebihi dosis, tapi anda tidak perlu khawatir, untung saja ibu Rose cepat mendapatkan penanganan, jadi tidak terjadi hal yang begitu serius, untuk 2 hari depannya sebaiknya ibu rose di rawat dulu disini, untuk memantau kondisinya lebih lanjut" penjelasan dokter
"oh syukurlah dok, saya benar-benar khawatir"
"baiklah,kalau begitu saya permisi sebentar"
"terima kasih dok"
paman rose menghampiri istrinya lalu memeluknya.
"sekarang kamu tenang yah, dengar kan kata dokter, rose baik-baik saja dan 2 hari kedepan akan segera pulang, jadi jangan terlalu khawatir "
"bagaimana aku tidak khawatir, rose overdosis obat penenang, Bagaimana seandainya aku terlambat menemuinya? dan bagaimana jika besok itu terjadi lagi? aku benar-benar khawatir" ucap bibi rose menangis.
rose yang mendengarnya ikut merasa bersalah, ia Merasa menjadi beban pikiran bibinya.
"maafkan rose bi"
Setelah merasa tenang, bibi dan pamannya masuk.
__ADS_1
"Rose kamu sudah sadar? bagaimana sayang perasaan mu sekarang? apa ada yang sakit?"
tanya bibi.
rose menggeleng dan memeluk bibinya.
"maafkan rose bi, gara-gara rose bibi lagi-lagi kepikiran, aku benar-benar minta maaf sudah buat bibi dan paman repot" rose menangis di pelukan bibinya.
"jangan berbicara seperti itu sayang, bibi dan paman sama sekali tidak repot merawat mu, kamu sudah seperti anak bibi sendiri, jadi jangan pernah merasa tidak enak apalagi merasa menjadi beban bibi dan paman"
rose mengangguk.
"yasudah sekarang kamu istirahat yah, kalau ada apa-apa cerita sama bibi jangan memendamnya"
rose kembali mengangguk dan membaringkan tubuhnya.
"terima kasih bi, sudah merawat rose sepenuh hati"
"iya sayang" bibi mencium kening rose.
"sudah, kamu harus istirahat "
"oiya sayang, aku harus kembali ke restoran dulu, nanti malam aku kembali lagi kesini, rose sayang, cepat sembuh yah" pamit paman rose mengelus kepala rose.
*****
mendengar kabar kalau rose sudah kembali ke Korea, Jae-eon akhirnya memutuskan juga untuk kembali ke Korea.
Dengan buru-buru, ia mengemasi barang-barangnya.
sedangkan di ruang tamu Rechol sedang memeriksa beberapa dokumen yang dia perlukan untuk melanjutkan studinya.
ia kaget melihat Jae-eon turun dengan membawa kopernya.
"aku harus kembali ke Korea, ku dengar rose sudah kembali kemarin. dan untuk yang terjadi semalam,aku benar-benar minta maaf, aku mabuk dan tidak sadar melakukannya, anggap saja itu kecelakaan diantara kita, aku benar-benar minta maaf. kamu jaga diri disini yah, aku akan menghubungi temanku untuk menemani mu disini." ucap Jae-eon buru-buru pergi.
"hati-hati " ucapmu menahan tangis.
"Rechol bodoh, seharusnya kamu sudah tau hati Jae-eon akan selamanya untuk rose, bukan kamu, kenapa kamu berharap lebih, bahkan kamu rela memberikan semuanya untuk Jae-eon, dasar bodoh" gumam Rechol menangis karena meras sesak di dadanya.
*****
Kim Tan terus berusaha mencari alamat bibi rose, ia beberapa kali menghubungi suruhannya.
"bagaimana? apa kau sudah menemukannya?" tanya Kim Tan dalam telfon
"maaf bos saya sudah berusaha tapi tetap sja belum ketemu" jawab pria suruhan Kim Tan.
"baiklah terus cari dimana keberadaannya dan pastikan untuk melaporkan setiap ada perkembangan."
"baik bos"
Kim Tan menutup telfon dan segera menuju kantornya.
pada saat keluar, ia melihat sebuah kotak di depan apartemen rose.
"paket?"
Kim Tan kemudian mengambil paket itu dan menyimpannya di apartemen miliknya.
"nanti kalau rose sudah pulang baru aku berikan"
__ADS_1
Kim Tan kemudian melaju ke kantor agensinya.
*****
di bandara.
Jae-eon sedang menunggu keberangkatan pesawatnya.
"aku bersyukur kau sudah kembali Rose, aku benar-benar merindukan mu, tunggu aku kembali, aku akan memperjuangkan mu, kali ini aku tidak akan melepaskan mu, meskipun yang harus aku hadapi adalah ayahku sendiri"
batin Jae-eon memandang fotonya bersama rose.
panggilan masuk terlihat di handphone Jae-eon.
ibu nama kontak yang tertera.
"halo, ada apa Bu?"
"aku dengar dari Rechol kamu memutuskan kembali ke Korea hari ini"
"iya, aku memutuskan untuk kembali dan tidak melanjutkan studiku di Amerika"
"jadi kamu meninggalkan Rechol sendiri disana?"
"iya, lagian ada temanku yang akan menemaninya selama disini, ibu tenang saja, Rechol juga sudah dewasa, dia akan baik-baik saja disini."
"kamu benar-benar yah, ayahmu akan marah besar jika tau ini semua"
"kenapa harus marah? bukannya Rechol sendiri yang memutuskan untuk melanjutkan studinya disini?"
ibu Jae-eon diam.
terdengar arahan untuk memasuki maskapai.
"sudah dulu yah Bu, pesawat ku sebentar lagi akan berangkat. Sampai jumpa di Korea"
"iya, hati-hati"
Jae-eon menutup telfon.
*****
"rose makan dulu sayang" ucap bibi menyiapkan makanan untuk rose
Rose kemudian bangun.
bibi rose menyuapi rose.
"makan yang banyak sayang, agar kamu cepat sembuh, oiya apa kamu mau ikut terapi untuk trauma mu? kebetulan ada dokter kenalan bibi di Seoul, bibi akan menemani mu berobat di Seoul."
"hmmm, tidak usah bi, bibi disini saja bersama paman, biar rose yang ke psikiater sendiri, rose baik-baik saja kok, bibi jangan khawatir "
"tapi sayang bibi khawatir kalau kamu harus tinggal sendiri di Seoul dengan keadaan seperti ini, biarkan bibi menemani mu yah?"
"aku baik-baik saja bi, jangan khawatir, rose janji tidak akan melakukan hal ini ini lagi, rose janji akan berobat sampai sembuh"
"tapi sayang"
"rose anak ayah yang kuat, rose akan berusaha sembuh, dan rose akan menepati janji rose untuk sembuh dan tidak melakukan hal-hal aneh lagi" ucap rose tersenyum lebar untuk meyakinkan bibinya. meskipun terpaksa, rose berusaha ceria di hadapan bibinya.
"baiklah kalau itu maumu, bibi senang melihat tersenyum seperti sekarang sayang, bibi harap kamu bisa kembali jadi rose yang bibi kenal dulu"
__ADS_1
rose mengangguk dan memeluk bibinya.
*****