
tok..tok..
Ibu Jae-eon mengetuk pintu kamar Jae-eon.
"ini ibu nak, boleh ibu masuk?"
"masuk saja Bu, pintunya tidak terkunci" jawab Jae-eon.
"sayang dibawah ada Rechol sayang, bukannya hari ini kalian fitting baju?"
"besok saja Bu, Jae-eon lagi malas keluar" ketus Jae-eon.
"sayang, bukannya pernikahan kalian tinggal 2 hari loh, kami sudah menyiapkan semuanya. sisa gaun sayang"
"ayah sama ibu sudah menyiapkan semuanya, kenapa tidak menyiapkan gaunnya juga?"
"itu karna kami takut ukuran pakaian kalian tidak cocok"
Jae-eon hanya diam.
"sekarang kamu berangkat yah? kasian Rechol sudah dari tadi menunggu"
Jae-eon menghela nafas kasar dan berdiri mengambil kunci mobilnya lalu turun ke bawah.
Rechol yang melihat Jae-eon pun tersenyum. namun Jae-eon tetap memasang muka datarnya.
"bi, Rechol sama Jae-eon" pamit Rechol.
"iya, sayang, jangan sampai kecapean yah, ingat kamu lagi hamil" ibu Jae-eon mengusap perut Rechol
Rechol tersenyum dan segera menyusul Jae-eon yang sudah dari tadi ke mobil.
skip perjalanan****
sesampai di butik Jae-eon hanya diam, ntah apa yang sedang dia pikirkan. dia terlihat tidak memperhatikan penjelasan pemilik butik tersebut.
"Jae-eon bagaimana dengan gaun ini? kamu suka yang mana?" tanya Rechol.
"pilih saja yang kamu suka dan cocok. bukannya kamu yang akan memakainya?" ketus Jae-eon.
"baiklah aku mau coba ini" jawab rechol kecewa.
setelah mencoba gaun dan meresa cocok akhirnya Rechol dan Jae-eon pulang.
Diperjalanan Rechol melihat manisan buah di pinggir jalan.
"Jae-eon stop" ucap Rechol tiba-tiba
"ada apa sih? berhenti tiba-tiba" kesal Jae-eon
"aku mau makan manisan itu" ucap Rechol menunjuk.
"Ais aku buru-buru mau pulang, lain kali aja yah" ucap Jae-eon kembali menjalankan mesin mobilnya.
Rechol hanya pasrah dan mengelus perutnya yang masih rata.
Jae-eon yang melihatnya pun iba.
ia menghelah nafas kasar dan memutar kembali mobilnya.
"loh kok, kita putar balik?"
tanpa menanggapi Rechol Jae-eon memberhentikan mobilnya tepat di depan penjual manisan tersebut.
"pak saya mau 1 yah" ucap Jae-eon.
__ADS_1
Rechol tersenyum bahagia.
Rechol sangat antusias memakan manisan tersebut.
Jae-eon hanya tersenyum tipis melihat Rechol yang sangat menikmati manisan itu.
skip perjalanan.
akhirnya Rechol sudah sampai depan rumahnya.
"terima kasih Jae-eon atas waktunya dan maaf merepotkan mu" ucap Rechol turun dari mobil.
Jae-eon hanya mengangguk.
"Oiya kamu ngga mampir dulu?" tanya Rechol.
"ngga, aku ada urusan lain"
"baiklah kalau begitu. hati-hati dijalan"
Jae-eon tidak menanggapi dan langsung menancap gas meninggalkan kediaman Rechol.
******
Rumah Kim Tan.
"paman sama bibi pulang dulu yah" ucap bibi Hani.
"jaga diri yah sayang, nak Kim Tan tutup Rose" ucap paman
"iya bi,paman, Kim Tan akan jagain ponakan kalian yang nakal ini" ucap Kim Tan merangkul pinggang Rose.
rose hanya tersenyum kaku, dan manatap tajam kim Tan.
"iya sayang, kamu dan Kim Tan juga kapan-kapan berkunjunglah ke Jeju"
mereka mengangguk.
setelah berpamitan paman dan bibi pun masuk ke mobil.
setelah mobil paman dan bibinya berlalu pergi. rose buru-buru melepas rangkulan Kim Tan.
"kau memang aktor yang berbakat dari segi acting" ucap rose masuk ke dalam rumah.
"iya dong, percuma aku mendapat semua piala itu" ucap Kim Tan sombong menunjuk lemari yang penuh dengan piala penghargaan.
"ya ya kamu memang hebat" ucap rose menuju dapur.
ia membuka kulkas dan melihat hanya tersisa beberapa bahan makanan.
"Kim Tan, nanti sore temani aku belanja keperluan dapur yah. aku juga mau membeli beberapa keperluan untukku" ucap Rose.
Kim Tan yang duduk di sofa ruang tamu berbalik.
"jam berapa? aku mau tidur dulu" jawab Kim Tan
"jam 4 atau 5 setelah kamu tidur siang" jawab rose.
"baiklah"
skip tidur siang****
"kim Tan ayo bangun, katanya mau mengantarku belanja hari ini?" rose membangunkan Kim Tan.
"aaaa besok saja yah, aku masih ngantuk ini"
__ADS_1
"aish tidak bisa, bahan makanannya sisa untuk masak malam, tidak ada untuk sarapan, aku ingin belanja sesuatu" rose berusaha menarik tangan kim Tan agar terbangun.
namun saat menariknya rose kehilangan keseimbangannya dan jatuh tepat di atas Kim Tan, rose tidak sengaja mencium bibir Kim Tan. rose terbelalak dan buru-buru berdiri.
"aish kau sengaja yah? cari kesempatan dalam kesempitan" Kim Tan kembali menggoda rose.
"aaa aaku ti tidak sengaja tadi" rose menunduk malu.
Kim Tan bangun dari tidurnya lalu mendekati rose.
"apa kau mau melakukannya sekarang? mengingat malam pertama kita tidak jadi semalam?" goda Kim Tan semakin mendekati rose.
rose berjalan mundur dan mendorong kim Tan, ia kemudian berlari meninggalkan kim Tan di kamar.
Kim Tan yang melihatnya tersenyum puas setelah menggoda rose.
kim Tan tersenyum memegangi bibirnya kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
di luar kamar.
"aaahh jantung ku rasanya ingin copot, apa dia gila? aduh kenapa aku harus menciumnya sih " ucap rose memukul-mukul bibinya.
Skip Kim Tan mandi****
setelah berpakaian. Kim Tan menuruni anak tangga dan melihat rose duduk di sofa sesekali memukul-mukul bibirnya.
"kenapa? belum puas nyium aku tadi? mau lagi?" teriak Jungkook.
rose yang kaget pun langsung menoleh ke arah Kim Tan
"dih kepedean, lagian aku tuh tadi ngga sengaja" jelas rose
"sengaja juga ngga apa-apa, bukannya ini juga bukan pertama kalinya?" balas Jungkook.
"udah ah, ngapain bahas itu mulu. jadi nganterin atau ngga ni? kalau ngga biar aku pergi sendiri aja." kesal Rose
"jadi dong, masa istri sendiri di biarin pergi sendiri " Kim Tan kembali menggoda rose
"nyebelin" ucap rose meninggalkan Kim Tan
"hei tunggu aku, jangan salah tingkah gitu dong. aku hanya bercanda " kejar Kim Tan.
"candaan mu ngga lucu sama sekali" ketus Rose
"iya iya aku minta maaf"
mereka pun masuk ke mobil dan menuju supermarket yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
beberapa menit kemudian mereka sampai.
"aku turun dulu yah" ucap rose
"tunggu aku" ucap Kim Tan buru-buru memasang masker dan topinya.
"kamu tunggu disini aja, nanti ketahuan sama penggemar mu lagi, bisa heboh" ucap rose.
"tenang, aku begini aman kok" jawab Kim Tan
"yaudah, kalau sampai kamu ketahuan, aku ngga tanggung jawab yah" ucap rose meninggalkan kim Tan.
"hei tunggu" kejar Kim Tan.
mereka pun memilih beberapa barang-barang yang di perlukan di rumah dan beberapa bahan makanan untuk persediaan 1 Minggu
******
__ADS_1