Rose Love Story

Rose Love Story
Menerima Pertunangan


__ADS_3

Kediaman Han ju won


ayah Jae-eon terlihat sedang berbicara melalui telfon.


"yaa, Jae-eon sudah menerima pertunangan ini. jadi, saya berencana untuk melaksanakan pertunangan mereka 2 Minggu kedepan." ucap ayah Jae-eon antusias.


"apa tidak terlalu cepat? mengingat mereka masih belum sepenuhnya terima pertunangan mereka?" balas ayah Rechol.


"justru aku sengaja mengundurnya 2 Minggu kedepan, mengingat Mereka masih syok dengan pertunangan mereka"


"baiklah saya ikut kamu saja, yang terpenting sekarang adalah Jae-eon dan rechol akan segera bertunangan"


"iya, dan dengan begitu akan lebih mempererat hubungan mereka."


"saya harap demikian"


"baiklah saya harus menutup telfonnya. masih ada yang harus saya lakukan" ucap ayah Jae-eon


"yaaa, selamat bekerja" balas ayah Rechol kemudian menutup telfonnya.


*****


malam pukul 9:30


Kim Tan baru saja sampai di apartemennya. Kim Tan berjalan menuju kamarnya, ssat ingin masuk ia teringat akan rose yang menangis tadi malam. Kim Tan pun berbalik dan mengetuk pintu apartemen rose.


rose sedang sibuk mengamati bintang-bintang dari balkon apartemennya. mendengar bel apartemennya berbunyi dia segera membuka pintu. terlihat Kim Tan sedang berdiri di depannya.


"ngapain kamu malam-malam kesini?" tanya rose. Kim Tan tidak menggubris dan langsung masuk di apartemen rose.


"siapa yang menyuruh mu masuk?" kejar rose.


"apa ada makanan? aku sangat lapar. kebetulan dari lokasi aku langsung pulang ke sini, tidak sempat membeli makanan" ucap Kim Tan menuju dapur dan membuka kulkas rose.


"makanlah yang ada di meja, kebetulan aku ngga ***** makan" ucap rose menunjuk meja makannya.


Kim Tan kemudian mengambil makanan itu kemudian duduk di sofa dekat rose duduk.


"kamu ngapain sih kesini, bukannya makan di meja makan" ketus rose.


"kamu kenapa sih rose? dari kemarin kamu ngga pernah ngomong baik-baik, bawaannya jutek terus" ucap Kim Tan sambil menikmati makanannya.


"bukan urusan mu" jawab rose.


melihat Kim Tan begitu lahap makan, rose menelan air liurnya. kim Tan menyadarinya.


"wah makanannya enak sekali" ucap Kim Tan memanas-manasi rose.


"rose, kamu coba deh, dijamin kamu bakal suka" lanjut Kim Tan hendak menyuapi rose.


rose menolak, namun Kim Tan tetap memaksanya.

__ADS_1


"coba saja dulu, sedikit saja"


Rose kemudian menyerah dan memakan makanan dari tangan Kim Tan.


"enak kan?"


rose mengangguk.


akhirnya mereka makan bersama dalam satu piring. mereka bertingkah layaknya seorang sahabat.


beberapa menit kemudian


karena kekenyangan,mereka duduk dengan menyandarkan badan mereka di sofa.


"rose sebenarnya kamu kenapa sih? ada masalah apa? kenapa semalam kamu begitu sedih?"


rose hanya terdiam.


"kalau kamu punya masalah, dan butuh teman untuk mencurahkannya, kamu bisa kok cerita semuanya sama aku, lagian aku juga bisa jaga rahasia kok" lanjut Kim Tan.


rose kemudian kembali menangis. Kim Tan menyandarkan kepala rose di pundaknya.


"kamu kenapa?"


"jae-eon, Jae-eon itu pacarku dan....." rose menangis sebelum melanjutkan ucapannya.


terlihat Kim Tan sedikit kecewa mendengar rose mengatakan kalau Jae-eon pacarnya. Kim Tan menenangkan rose.


"kok bisa?" ucap Kim Tan kaget


"orang tuanya sudah menjodohkan mereka dari kecil dan itu permintaan terakhir mendiang nenek Jae-eon." rose kembali menangis.


kim Tan tidak tau harus mengatakan apa selain berusaha menenangkan rose.


"ssssstttt" ucap Kim Tan memeluk rose.


rose menangis dalam pelukan Kim Tan.


*****


Dikamar Jae-eon.


ibu Jae-eon masuk ke kamar Jae-eon. terlihat Jae-eon sedang berdiri di balkon.


"kamu kenapa belum tidur? nanti masuk angin kalau berdiri di luar malam-malam begini" ucap ibu Jae-eon.


jae-eon hanya diam dan sibuk dengan pemikirannya.


"2 Minggu kedepan ayahmu akan mengadakan pesta pertunangan kalian"


Jae-eon yang mendengarnya berbalik seolah kaget. kemudian diam dan kembali memandangi langit.

__ADS_1


"baiklah, sepertinya kamu ingin sendiri, ibu keluar yah? hanya itu yang ingin ibu sampaikan. maaf ibu tidak bisa berbuat apa-apa untukmu nak" ucap ibunya mengelus pundak jae-eon kemudian meninggalkan Jae-eon.


setelah pintu kamar Jae-eon tertutup. tidak terasa air mata Jae-eon mengalir. dia begitu mencintai rose, tetapi takdir tidak menginginkan mereka bersatu. demi rose Jae-eon harus mengikuti kemauan ayahnya. Jae-eon tidak ingin rose dalam bahaya apalagi sampai menghancurkan karir yang di bangun rose selama ini.


*****


Hye jin sedang makan di restoran bersama seorang laki-laki. mereka menikmati makan malam dengan ditemani sebotol wine. terlihat Hye jin sudah sedikit mabuk.


"Hye jin, tumben sekali kamu ingin keluar makan bersama ku?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya.


"hei Kris, aku kesini itu karena mood ku sedang tidak baik, aku ingin minum malam ini, tapi kebetulan kamu mengajakku jadi apa salahnya aku ikut" ucap Hye jin sambil terus meminum wine tersebut.


beberapa menit kemudian, terlihat Hye jin sudah tertidur di meja restoran. Kris kemudian membopong Hye jin ke mobilnya. sesampainya di dalam mobil, Hye jin melihat Kris sebagai kim Tan. Hye jin kemudian memegangi kedua pipi Kris dan mencium bibir Kris. Kris yang kaget hanya diam mematung.


meneger Choi berjalan keluar restoran. tidak sengaja melihat Hye jin dan Kris sedang berciuman di mobil. meneger Choi kemudian memotret mereka.


"sepertinya sayang jika tidak di abadikan." ucap meneger Choi kemudian memotret beberapa foto Hye jin dan Kris saat itu.


"aku akan menyimpannya,mungkin sewaktu-waktu akan dibutuhkan." gumam meneger Choi kemudian masuk ke mobilnya.


Hye jin Kemudian melepaskan ciumannya dari Kris dan kembali tertidur.


*****


rose tertidur dipundak kim Tan. Kim Tan Kemudian menggendong rose ke kamarnya dan menyelimutinya.


Kim Tan mematikan lampu kamar rose dan kembali ke apartemennya.


perasaan Kim Tan malam itu campur aduk antara senang dan sedih melihat rose seperti tadi.


"aaaah apa yang kamu pikirkan Kim Tan" ucapnya mengacak-acak rambutnya.


beberapa menit, suara handphone kim Tan berbunyi menandakan ada pesan masuk. terlihat nama meneger Choi.


"meneger Choi mengirim gambar? gambar apa?" batin kim Tan.


saat membuka pesan dari meneger Choi, Kim Tan kaget melihat foto Hye jin.


"hah Hye jin? ini bukannya Kris?" gumam Kim Tan.


Kim Tan kemudian tersenyum.


"Hye jin, Hye jin, ini adalah hari terakhir kamu mengancamku tentang identitas rose yang pernah menyamar" batin kim Tan.


Kim Tan Kemudian mengetik sebuah pesan.


"bagaimana harimu? semoga menyenangkan, dan selamat menikmati waktu berkencan, hati-hati wartawan ada dimana-mana, ku harap hubungan kalian bisa bertahan lama dan kalian bisa menikah dan membangun keluarga kecil yang bahagia" isi pesan Kim Tan untuk Hye jin. tidak lupa mengirimkan foto Hye jin dan Kris.


kim Tan tersenyum puas setelah mengirimkannya ke Hye jin.


*****

__ADS_1


__ADS_2