Rose Love Story

Rose Love Story
Fall in love


__ADS_3

Rian dan rose sudah menunggu mobil mereka di depan motel, beberapa menit kemudian mobil tersebut datang, Rian kemudian memberikan beberapa uang kepada orang yang mengantarkan mobil tersebut.


"aku berhutang lagi padamu" ucap rose.


"santai saja, lagian ini mobilku, jadi aku yang harus membayarnya" ucap Rian masuk ke mobilnya juga disusul rose.


"tapi kan ini semua gara-gara aku. sewa motel juga" ucap rose.


"tapi kecelakaan juga bukan salah kamu, itu karna anjing tadi yang telah tiba-tiba melompat ke depan mobil dan untuk sewa motel? kamar kan memang sisa satu anggap saja kamu yang menumpang di kamar ku, lagian kamu yang bayar makanan kemarin juga tadi. jadi, anggap saja kita impas" ucap Rian menyalakan mobilnya.


"tapi tetap saja...." rose tidak melanjutkan ucapannya karena Rian mendekatkan wajahnya ke arah rose hingga jarak wajah antara mereka sangat dekat.


rose kemudian memejamkan matanya.


Rian menarik sabuk pengaman.


"pakai sabuk pengaman mu! aku tidak mau bertanggung jawab jika hal tadi terulang dan kepala mu terbentur ke depan." ucap rian


rose membuka mata dan menghela nafas.


mendengar rose menghela nafasnya,Rian tersenyum dan kembali menggoda rose.


"kenapa? kamu kira aku akan mencium mu tadi?" tanya rian


"aaa..apa kamu bilang? ih Percaya diri sekali anda" ucap rose gagap.


Rian tidak menanggapi dan hanya tersenyum.


******


Malam pukul 9:20


Kim Tan kembali memasuki apartemen rose. ia membawa makanan sendiri kemudian menyalahkan TV untuk melanjutkan video rose.


Usia rose dalam video itu sudah memasuki 7 tahun. terlihat rose berulang tahun. kali ini ulang tahunnya dirayakan di pulau Jeju tempat bibi dan pamannya tinggal.


"bibi,paman, aku ingin sekali makan bibimbap buatan bibi" ucap rose kecil.


"wah, untuk memasaknya bibi perlu asisten untuk membantu bibi" Ucap bibi Hani.


"akuuuu, aku yang akan membantu bibi" teriak rose kecil


dalam video mereka sangat asyik memasak, sesekali mereka berdua bercanda dengan mengklik satu sama lain.


Kim Tan yang melihatnya ikut tersenyum.


beberapa menit setelah masak. bibi Hani menyiapkan makan di meja, yang diatas meja tersebut sudah ada makanan lainnya juga ku Ulang tahun Rose.


mereka menyanyikan lagu ulang tahun untuk rose. setelah meniup lilin, rose meminta surat dari ibunya. ayah rose memberikannya, rose tersenyum kemudian mengambil dan menyimpannya di dalam tas kecilnya.


"aku akan membaca setelah makan makanan kesukaan ku" ucap rose dengan senangnya mengambil sepiring bibimbap.


"Oh Jadi kesukaannya bibimbap" Gumam Kim Tan.


Kim Tan kemudian melanjutkan menonton video rose. Terlihat dalam video tersebut rose menangis sendirian di kamarnya.


Kim Tan yang melihatnya ikut sedih.


*****


Rian dan rose sudah sampai.


Terlihat Yuri berlari menghampiri rose.


"rose, kamu dari mana saja? dari semalam kamu tidak ada, kamu ada dimana? dan sama siapa?" tanya Yuri penasaran.


"hhhmm" Rian berdehem dan keluar dari mobil.

__ADS_1


Yuri berbalik dan menatap Rian masuk ke penginapannya.


"kamu kenapa bisa sama pak Rian? kamu dari mana saja?" tanya rose.


"ceritanya panjang, nanti kalau sudah dikamar aku akan ceritakan semuanya. aku sangat capek dan ingin mandi dulu" ucap rose meninggalkan Yuri.


Yuri menyusul rose.


di kamar, perut Rian terasa mules..


"aaaaaa pasti gara-gara kebanyakan makan pedas tadi pagi, mana perut kosong sebelum makan" ucap Rian memegang perutnya.


Rian kemudian masuk ke WC.


berselang beberapa menit Rian kembali masuk WC, dan itu terjadi berulang kali selama 30 menit.


Badan Rian sudah lemas.


Rian kemudian berjalan keluar untuk mengambil obat, tetapi karena terlalu lemas Rian terjatuh di depan kamar, dan teman yang melihatnya segera menghampiri dan membantu Rian untuk berdiri.


"Pak, apa bapak tidak apa-apa?"


Rian hanya mengisyaratkan kalau dia tidak apa-apa.


Rian kemudian di bopong ke kamarnya, dan teman yang tadi segera menghubungi dokter.


Dikamar Yuri mendapat panggilan melalui Handy talky


"03 dokter Umum" jawab rose


"Kapten Rian tiba-tiba sakit, diminta kepada dokter untuk segera menangani" ucap seseorang melalui Handy talky.


rose panik mendengar Rian tiba-tiba sakit.


"baik saya segera kesana" ucap rose terburu-buru.


dengan membawa tas peralatannya, Ros berlari menuju tempat Rian.


rose kemudian memeriksa Rian yang sedang tertidur karena terlalu lemas.


rose kemudian memasang infus ke tangan Rian, Rian hanya meringis kesakitan saat infus di pasang ditangannya dan kemudian kembali tertidur.


rose memandangi wajah Rian yang pucat dan merasa bersalah.


"pasti gara-gara makanan pedas tadi, maafin aku yah, bercanda ku kelewatan." ucap rose.


rose kemudian memperbaiki selimut Rian, rose menunggu Rian bangun untuk meminta maaf. tetapi karena, rian tertidur begitu pulas akhirnya rose ikut tertidur di samping Rian.


*****


Rechol mengunjungi ruangan Jae-eon, untuk membawa makanan yang dititipkan ibu Jae-eon ke rechol.


suara ketukan pintu dari luar.


"masuk" ucap Jae-eon


rechol kemudian masuk.


"aku bawa makanan yang dititipkan ibumu tadi, dia tidak sempat masuk karena buru-buru, jadi dia menitipkannya padaku" ucap rechol menyimpan makanan itu didepan jae-eon.


"taro saja di meja,terika kasih" ucap jae-eon cuek.


rechol tetap berdiri di depan meja Jae-eon. jae-eon mendongakkan kepalanya.


"ada apa?" tanya jae-eon.


"ibumu berpesan untuk memastikan kamu makan makanan itu" ucap rechol menunjuk makanan itu.

__ADS_1


"tapi, aku masih sibuk, aku harus mengerjakan semua ini dulu. sudahlah aku akan memakannya"


rechol tidak menanggapi dan tetap berdiri.


Jae-eon menghela nafas dan membuka makana tersebut kemudian memakannya.


rechol tersenyum melihat Jae-eon mau menurutinya.


******


Rian terbangun dan mendapati rose tertidur di samping tempat tidurnya.


Rian memandangi wajah rose yang tertidur begitu cantik, ia kemudian menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah rose.


Rian memegangi dadanya, jantungnya berdegup setelah saat menatap rose.


karena kasihan melihat rose tertidur pulas,ia kemudian memindahkan rose ke tempat tidurnya agar rose bisa tertidur dengan nyaman.


Rian kembali memandangi rose.


"saat tidur pun wajahnya begitu cantik, polos dan sangat manis" batin Rian menyelimuti rose.


beberapa jam kemudian rose terbangun dan mendapati dirinya tertidur di tempat tidur dan Rian menggantikan posisi tempatnya tertidur tadi. Rian ikut terbangun.


"kamu sudah bangun?" tanya rian.


"kenapa aku, bisa tertidur disini? kamu juga kenapa tertidur disitu? kamu kan masih sakit?" ucap rose.


rose kemudian beranjak dari tempat tidurnya.


"kamu kembali ke tempat tidur mu, aku mau periksa kamu sebelum kembali ke kamarku"


Rian mengikuti perintah rose dan berbaring.


rose memakai stetoskop dan dengan sangat hati-hati ia membuka kanci piyama Rian.


rose panik karena detak jantung Rian berdetak dengan kencang.


"hah? kenapa detak jantung kamu cepat sekali?" rose menyentuh dada Rian.


"kenapa bisa sekencang ini?" rose semakin panik.


Rian kemudian memegang tangan rose dan menjauhkannya dari dadanya, rose menyadarinya.


"oh maaf,maaf, tapi jantung mu benar-benar berdetak kencang" ucap rose.


"sudahlah ini biasa terjadi, sebentar juga akan normal kembali setelah kamu pergi"


"oh begitu yah?" ucap rose kemudian memegang dahi Rian.


"kamu tidak demam, dan hanya lemas,ini vitamin buat kamu diminum 2 kali sehari dan ini obat diarea, minum 1 kali sehari saja. dan istirahat yang banyak juga minum air putih yang banyak agar infus mu segera di lepas"


Rian hanya mengangguk paham.


"oiya maaf, gara-gara makanan yang aku pesan tadi bikin kamu jadi sakit perut." rose menyesal


"iyaaaa santai saja" balas Rian.


"baiklah aku harus kembali, besok aku akan datang memeriksa kondisi mu, kalau tenaga mu sudah pulih, infusnya bisa dilepaskan besok." ucap rose kemudian keluar dari kamar Rian.


"Dia bodoh atau benar-benar polos?" batin Rian mengingat rose tadi tidak peka apa yang dirasakan Rian terhadapnya.


Rian kembali memegangi dadanya. jantungnya masih berdetak apalagi saat rose memeriksanya.


"apa aku suka sama rose? aaaaa tidak,tidak " Rian menggeleng-gelengkaan kepalanya.


*****

__ADS_1


__ADS_2