Rose Love Story

Rose Love Story
Rencana pertunangan


__ADS_3

Pagi pukul 9:30


Hye jin terbangun dari tidurnya dan merasa kepalanya masih berat,ia berusaha mengumpulkan kesadarannya, betapa kagetnya dia saat mendapati dirinya tidur di apartemen Kris. seketika ia mengecek tubuhnya di balik selimut. ia menghela nafas lega, karena semalam tidak terjadi apa-apa. Hye jin kemudian mencari handphonenya. ia kembali syok melihat pesan dari Kim Tan.


"sialan, dari mana Kim Tan mendapatkan foto ini? dan bagaimana foto ini bisa ada sama diaaaaa" Hye jin teriak kesal dan melempar handphone-nya.


Kris yang mendengar teriakan Hye jin berlari menghampiri Hye jin.


"kamu kenapa sih? kenapa pagi-pagi sudah teriak?" tanya Kris sedikit khawatir.


"ini semua gara-gara kamu, kenapa samalam kamu menciumiku?" teriak Hye jin melempar bantal ke arah Kris.


"aku mencium kamu?apa katamu?aku?" ucap Kris menunjuk dirinya.


"ayolah Hye jin, kamu pasti tidak lupa apa yang terjadi semalam." lanjutnya.


Hye jin kemudian teringat kalau dia melihat kim Tan, yang ternyata adalah Kris.


Hye jin terdiam malu.


"sudah,tidak usah memikirkannya, aku sudah siapkan sarapan, kamu pasti lapar dari semalaman." ajak Kris.


Hye jin kemudian beranjak dari tempat tidur dan mengekori Kris ke dapur.


*****


di kamar rechol sedang memilih beberapa gaun untuk dipakainya saat pesta pertunangannya nanti. ia melihat-lihat katalog gaun.


"Bu, bagaimana kalau rechol pakai ini saja?" rechol menunjuk sebuah gaun merah maroon.


"cantik, cocok sekali kalau kamu memakainya, apalagi kulit mu putih, pasti akan sangat cantik"


"oiya Bu, rose di undang tidak untuk datang ke pertunangan ku?" tanya rechol yang teringat rose.


"hmm, itu sih terserah kamu, kalau kamu mau mengundangnya. tidak masalah, tapi ibu tidak yakin kalau rose akan datang." ucap ibunya.


*****


di rumah sakit, Jae-eon terus mencoba menghubungi rose, ia ingin meminta maaf kepada rose, tetapi telfon dan pesannya tidak pernah di respon rose.


"rose, please balas angkat telfonku atau paling tidak,balas pesanku" gumam Jae-eon berusaha menghubungi rose.


rose berada di ruangannya. ia melihat banyak pesan dari jae-eon yang masuk ke handphonenya. beberapa panggilan juga, tetapi karena masih kecewa dan sakit hati, rose tidak mau menerima apalagi membalas pesan dari jae-eon. rose melihat handphonenya kemudian kembali fokus dengan pekerjaannya.


jam menunjukkan 12:00 waktunya istirahat.


rose kemudian menutup laptopnya dan keluar untuk mencari makan. saat berada di depan lobi rumah sakit. terdengar seorang laki-laki memanggil rose. "tunggu rose,aku ingin bicara sama kamu."terlihat jae-eon berdiri 3 meter dari tempat rose berdiri. rose berbalik kemudian mempercepat langkahnya.

__ADS_1


jae-eon berjalan cepat dan memegang tangan rose.


"please, kasi aku kesempatan bicara, aku ingin menjelaskan semuanya,dan aku sungguh minta maaf atas pertunangan ku dengan rechol"


ucap Jae-eon menyesal.


"ngga ada yang perlu di bahas, lagian ini permintaan orang tua dan mendiang nenekmu, kamu memang harus mendengarkan mereka, dan untuk pertunangan kamu dan rechol, tidak ada yang perlu di bahas, dan kamu juga ngga salah, jadi, saya rasa tidak ada yang perlu di bahas lagi, aku doakan yang terbaik untuk hubungan kalian, dan aku akan hadir ke pertunangan kalian jika seandainya kalian mengundang ku" ucap rose melepaskan tangan Jae-eon yang memegangnya.


Jae-eon tetap tidak mau melepaskan tangan rose. rose masih berusaha melepaskan tangan Jae-eon.


"lepaskan, apa yang kamu lakukan, semua orang melihat kita, aku ngga mau orang mengira aku akan merebutmu dari rechol" ucap rose. yaaa rumor pertunangan antara rechol dan jae-eon memang sudah tersebar di rumah sakit itu. ntah dari siapa mereka mendapatkan info tersebut.


tiba-tiba ada tangan yang membantu rose melepaskan tangan Jae-eon. ternyata kim Tan.


"lepaskan, apa kamu tidak mendengar apa yang dia katakan?" ucap Jae-eon menarik tangan rose dari genggaman jae-eon.


jae-eon melepasnya pasrah. Kim Tan kemudian menggandeng tangan rose dan pergi meninggalkan Jae-eon. beberapa suster yang melihatnya tampak iri melihat rose di gandeng oleh aktor terkenal kim Tan.


*****


rechol tampak cantik saat mencoba gaun yang dipilihnya tadi.


"kamu cantik sekali sayang, gaunnya sangat cocok dengan mu." puji ibunya.


rechol tersenyum mendengar pujian ibunya.


"ah ibu bisa saja, lagian Jae-eon itu sukanya sama rose bukan rechol"


"tidak masalah sayang, cinta bisa tumbuh karena terbiasa. lagian ibu dan ayahmu juga di jodohkan. tapi karena kami terbiasa hidup bersama akhirnya kami bisa saling mencintai dan memiliki mu sekarang. dan ibu yakin itu juga akan berlaku padamu dan Jae-eon nantinya."


rose tersenyum kemudian memeluk ibunya.


"terima kasih Bu, karna ibu selalu ada untuk rechol."


"iya sayang, sudah seharusnya ibu selalu mendukung mu."


*****


pada saat rose ingin memasuki lift. rose tidak sengaja menabrak sekretaris ayahnya Jae-eon.


"oh maaf..maaf..." ucap rose kemudian jongkok kemudian membantu sekretaris tersebut memungut berkas-berkas yang berserakan di lantai.


saat rose membantu memungutnya, rose terfokus pada satu dokumen. dokumen itu berisikan daftar nama dokter dan perawat yang akan dikirim ke Palestina.


"ini daftar nama-nama dokter dan perawat yang akan membantu tentara medis di Palestina yah?" tanya rose


"iya, Bu memangnya kenapa? ibu mau ikut jadi relawan?"

__ADS_1


"oh memangnya bisa yah?"


"bisa dong Bu, lagian ini berpengaruh untuk promosi para suster dan juga dokter nantinya."


rose berpikir sejenak.


"kalau untuk mendaftar kan diri bisa menghubungi siapa?" tanya rose.


"bisa melalui saya kok Bu, lagian belum terlambat untuk mengajukan diri, saya bisa mendaftarkan ibu jika setuju."


rose kembali berpikir.


"saya pikir-pikir dulu ya Bu, bisa minta nomor yang bisa saya hubungi?" tanya rose.


"oh bisa Bu, ini kartu nama saya jika ibu setuju bisa langsung hubungi saya. kebetulan keberangkatan akan dilaksankan 2 Minggu dari sekarang."


rose kemudian mengambil kartu nama dari sekretaris tersebut.


rose kembali berpikir, jika ia setuju ini bisa membantu karirnya untuk kedepan, dan ini juga bisa membantunya untuk move on dari Jae-eon.


"apa aku ikut saja yah? lagian ini kesempatan ku untuk mendapatkan promosiku tahun depan, dan juga bisa membantu ku untuk melupakan Jae-eon." batin rose


rose kemudian mengirim pesan ke bibinya.


"hai bibi, apa bibi sedang sibuk sekarang?" isi pesan rose untuk bibinya.


"kebetulan baru istirahat sayang, ada apa?" balasan pesan bibi Hani


"aku rencana ingin ikut menjadi relawan untuk membantu tentara medis di Palestina, dan ini bagus untuk promosi ku tahun depan. bagaimana menurut bibi?"


"apa tidak berbahaya sayang?. bibi sedikit khawatir jika kamu ke sana mengingat bagaimana kondisi di negara itu."


"tidak kok bi, kita para dokter akan aman di sana. tugas kita hanya untuk membantu tentara medis disana, jika sewaktu-waktu ada tentara yang terluka saat latihan maupun jika ada pertempuran. dan banyak tentara disana, mereka pasti melindungi kita sebagai warga sipil. lagian rose sangat membutuhkan ini untuk promosi rose tahun depan."


"kalau menurut mu seperti itu, bibi hanya bisa mendukung keputusan mu, tapi kamu harus janji untuk jaga diri disana"


"iya Bi, tenang saja, hanya 3 bulan kok"


"baiklah sayang, bibi harap kamu selalu baik-baik saja di manapun kamu berada"


"terima kasih Bi, terima kasih karna bibi selalu ada untuk rose dan sudah bersedia menjadi pengganti orang tua rose."


"iya sayang"


rose masih berpikir untuk mengirim pesan ke sekretaris tadi.


*****

__ADS_1


__ADS_2