Rose Love Story

Rose Love Story
Kepulangan


__ADS_3

Bandara 8:30


Beberapa team medis sudah bersiap untuk kembali ke negaranya.


termasuk rose. rose berdiri dengan tatapan kosong.


"ayo rose" tanpa menanggapi rose berjalan tanpa semangat.


didalam pesawat rose hanya terdiam memandang keluar jendela, ia terus teringat momen-momennya bersama Rian, termasuk momen terakhir mereka.


tanpa terasa air matanya kembali menetes.


yuri yang melihatnya pun mengusap-usap pundak rose.


rose pun memeluk Yuri.


"ikhlasin Rian yah, dia pasti sedih liat kamu nangis kek gini" ucap Yuri berusaha menenangkan rose.


mendengar ucapan Yuri, Rose semakin menangis.


"Rian,apa aku bisa melanjutkan hidupku setelah kepergian mu" batin rose.


"aku benar-benar tidak bisaaaaa, ini semua terjadi karna ku" tangis rose pecah.


"ngga,ini bukan salah mu, ini semua terjadi di luar kendali kita, jangan pernah merasa bersalah, ini bukan salah mu. ini sudah ketentuan takdir " tukas Yuri


tanpa menanggapi ucapan Yuri, Rose hanya menangis di pelukan Yuri.


*****


Bibi dan paman rose segera berangkat ke bandara Incheon setelah mendapat kabar dari pihak rumah sakit kalau team medis yang dikirim akan kembali hari ini.


"ayo sayang, kita tidak boleh terlambat untuk menjemput rose" ucap bibi rose.


"iya, sayang Ayo berangkat sekarang"


mereka pun melaju ke bandara.


*****


Setelah pekerjaannya selesai, Kim Tan mengecek berita tentang penyekapan dokter yang jadi relawan tersebut.


terlihat foto rose dan Rian terblur.


"DOKTER YANG MENJADI RELAWAN SELAMAT, NAMUN SATU TENTARA MENJADI KORBAN, DI DUGA TEWAS KARENA LEDAKAN DI TEMPAT PENYEKAPAN "


judul artikel yang di baca Kim Tan.


Kim Tan kaget setelah mengetahui ada bom di lokasi penyekapan Rose.


Kim Tan juga membaca penuturan pihak rumah sakit.


"berdasarkan keputusan rumah sakit, semua team medis di rumah sakit akan ditarik dari lokasi" ucap kepala rumah sakit.


"jadi Rose akan kembali, aku harus cari tau kapan kepulangannya" Kim Tan kemudian menelfon rekannya untuk mencari informasi tentang kepulangan team medis itu.

__ADS_1


"aku butuh info ini itu secepatnya " ucap Kim Tan mematikan telfonnya.


*****


karena berita ini viral, terlihat bandara dipadati wartawan.


beberapa jam kemudian, terlihat para team medis keluar dari bandara.


Rose hanya menunduk tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan para wartawan. iya berusaha berjalan cepat untuk menghindari kerumunan wartawan.


"Dokter, bisa sedikit di jelaskan kronologi penyekapan tersebut " ucap beberapa wartawan.


tanpa menjawab satupun pertanyaan dari wartawan tersebut, Rose hanya berjalan menunduk di dampingi Yuri.


"maaf yah, kamu belum bisa jawab, jujur kamu masi syok, jadi kami harap para wartawan sekalian bisa mengerti" ucap Yuri kemudian menuju mobil mereka.


"Rose" teriak bibi rose kemudian berlari menghampiri rose.


mendengar teriakan bibi rose.


wartawan berbalik mengerumuni rose.


"hei ini dokter rose yang menjadi korban penyekapan itu" ucap salah satu wartawan memanggil rekannya.


semua wartawan mengerumuni rose, sampai rose mengalami serangan panik.


melihat rose di kerumunan, bibi dan pamannya segera menerobos kerumunan dan melindungi rose.


bibi rose memegangi rose dan pamannya bertindak sebagai bodyguard untuk keponakannya.


"maaf sekali lagi, anak kami masih syok dan trauma, jadi kami mohon untuk kalian tidak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang bisa membuat anak kami tertekan." ucap paman rose.


setelah berhasil keluar dari kerumunan, rose kemudian masuk ke mobil dan mereka melaju meninggalkan bandara tersebut.


"bi, aku takut " ucap rose menangis,


tangan rose bergetar menggenggam tangan bibinya.


"tenang sayang, kamu sudah aman, ada bibi dan paman sekarang" ucap bibi memegang tangan rose yang bergetar.


"ini, berikan minum dulu untuk rose, dia pasti sangat panik dan syok sekarang " ucap paman memberikan air untuk rose.


rose kemudian meminum air itu, setelah minum, rose kembali menangis di pelukan bibinya.


"sudah, kamu tenang yah, bibi dan paman ada disini" ucap bibi rose mengelus kepala rose


"biiiiii, ini semua gara-gara rose, Rian meninggal gara-gara rose, Rian meninggal gara-gara menyelamatkan rose" tangis rose kembali pecah.


"hei, jangan bicara seperti itu, ini bukan salahmu" ucap bibi rose yang sebenarnya masih bingung siapa Rian.


"ini semua salah rose, seharusnya rose yang meninggal karena bom itu bukan Rian" rose tak hentinya menyalahkan dirinya.


"sssssstttt ini bukan salahmu sayang, semua orang pasti tidak mau ada korban,tapi takdir berkata lain, ini diluar kendali mu. jadi jangan terus menerus menyalahkan dirimu "


"tapi biiiiii" ucapan rose terpotong

__ADS_1


"sssssstttt berhenti menyalahkan dirimu sayang, bibi dan paman akan sedih jika kamu terus saja menyalahkan dirimu" ucap bibi rose memotong ucapan rose.


"sudahlah, lupakan semuanya sayang, dan mulai buka lembaran baru, anggap saja semua hal terburuk yang terjadi kemarin adalah mimpi buruk, hari ini kamu harus bangun dan melupakan semuanya, oke?" bibi rose memeluk rose dengan erat.


"bagaimana bisa aku menganggap semuanya sebagai mimpi buruk, disaat aku harus bangun namun disisi lain ada seseorang yang tak akan pernah bangun lagi" batin rose.


tangis rose semakin pecah.


******


Kim Tan berada di ruang rias terpaku melihat berita di TV, ia melihat rose yang dikerumuni wartawan.


"rose sudah ada di Korea?" gumam kim Tan.


aku harus pulang.


ucap kim Tan meraih jaket dan kunci mobilnya.


"hei kim Tan , kau mau kemana?" ucap meneger Choi.


"aku ada urusan mendadak, aku harus pergi sekarang"


"ada apa? apa yang membuatmu buru-buru seperti itu" tanya meneger Choi sedikit khawatir.


"Ceritanya panjang, aku harus pergi sekarang, akan ku kabari nanti, oke?" ucap kim Tan berlari.


"dasar, selalu saja seperti itu, apa salahnya mengatakan yang sebenarnya dulu sebelum pergi? bikin khawatir saja" gumam meneger Choi.


*****


Di mobil


"kamu ikut bibi dan paman dulu yah, pulang ke Jeju"ucap bibi rose.


Rose hanya mengangguk.


"untuk beberapa hari ke depan kamu istirahat dulu di rumah bibi, kamu baru boleh kembali bekerja setelah kondisi mu benar-benar membaik. bibi khawatir jika kamu kembali ke apartemen dan tinggal sendirian disana, kalau kamu di rumah bibi, setidaknya bibi bisa mengontrol kondisi mu dan bibi dan paman tidak perlu khawatir denganmu. dan untuk pekerjaan mu, pihak rumah sakit sudah memberimu cuti sampai kondisi mu kembali membaik."


Rose hanya mengangguk tanpa menanggapi ucapan bibinya.


*****


proses pemakaman Rian di ikuti beberapa sanak saudara dan juga rekan kerjanya. terlihat semuanya memberi hormat untuk terakhir kalinya.


ibu dan ayah Rian sangat terpukul dengan kepergian anaknya.


"Rian, kenapa kamu secepat ini meninggalkan ibu,ayah dan adikmu?" tangis ibu Rian pecah


"sabar sayang, ikhlaskan Rian, dia akan sangat sedih jika melihat mu seperti ini" ucap ayah Rian.


tanpa menanggapi,tangis ibu Rian pecah.


"aaaaaaa Rian anakku, maafkan ibu"


beberapa rekannya pun mengangkat peti Rian.

__ADS_1


*****


__ADS_2