Rose Love Story

Rose Love Story
First Night


__ADS_3

Kim Tan memasuki kamar disusul Rose dan langsung merebahkan tubuhnya.


"aaaaa punggung ku rasanya remuk semua" gumam Kim Tan.


Rose mengambil bathrobe dan langsung menuju kamar mandi. Kim Tan yang melihatnya kemudian menegur rose.


"kamu mau ke kamar mandi memakai gaun itu? bukannya gaun mu resletingnya ada di belakang yah? mau aku bantu buka?" tanya Kim Tan.


rose menyilangkan tangannya di dada.


"jangan macam-macam yah, aku bisa sendiri" ucap rose kemudian meninggalkan Kim Tan.


"yasudah saya saya kan cuma nawarin bantuan" ucap Kim Tan kembali merebahkan tubuhnya.


rose tetap berjalan tanpa mempedulikan ucapan Kim Tan.


Di kamar mandi.


"duh gaun ini kenapa sih sudah banget lepasnya" kesal rose berusaha membuka resleting gaunnya.


"gimana mau mandi kalau gini, kan ngga lucu aku tidur pake gaun ini. mana udah nolak tawaran Kim Tan lagi." lanjutnya yang masih berusaha melepaskan gaunnya.


"ayo rose, kamu pasti bisa" ucapnya menyemangati diri.


Di luar


"dia pikir, dia bisa membuka gaun itu sendiri?" smirk Kim Tan.


"satu,dua,tiiiiiii" Kim Tan berhitung.


"Kim taaaaaan" teriak rose di dalam kamar mandi


"tiga" ucap Kim Tan berdiri dan tersenyum.


"ada apa?" ucapnya pura-pura


"masuk dulu, tolongin aku" ucap rose di balik pintu kamar mandi.


Kim Tan tersenyum lalu masuk ke kamar mandi.


"kenapa? kau mau mengajakku mandi bersama? " goda Kim Tan.


"dih kepedean, cepat bantuin aku buka gaun ini. aku sudah gerah banget ni" ucap rose berbalik badan.


"katanya tadi bisa sendiri" Kim Tan kembali menggoda rose


"bisa ngga kalau orang minta tolong itu, di tolongin ngga usah banyak ngomong?" rose kesal.


Kim Tan terkekeh dan langsung membuka resleting gaun rose. ia menelan air ludahnya melihat punggung rose yang begitu putih dan bersih.


setelah merasa resleting gaunnya terbuka. rose langsung berbalik dan mendorong Kim Tan keluar dari kamar mandi.


"akhirnya, makasih yah" ucapnya mendorong Kim Tan keluar dari kamar mandi


"yakin ngga mau mandi bareng?" teriak Kim Tan.


"jangan banyak mimpi deh" teriak rose


Kim Tan terkekeh.


Skip mandi****


setelah mandi rose menuju walk in closet untuk memakai baju tidur.


rose melihat Kim Tan yang sudah tertidur.


"Kim Tan bangun, kamu mau tidur pake baju itu hah?" rose membangunkan Kim Tan.


Kim Tan pun membuka matanya.

__ADS_1


"huaaa aku benar-benar lelah" ucap Kim Tan bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi.


skip mandi***


setelah mandi Kim Tan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya melingkar di pinggangnya. rose yang melihatnya mengalihkan pandangannya.


Kim Tan keluar dari walk in closet dan melihat rose hendak meminum obatnya.


Kim Tan mengambil obat itu dan melemparkannya ke tempat sampah.


"kamu apa-apaan sih? kenapa kamu membuangnya? itu obatku" ucap rose kesal dan hendak bangkit dan mengambil obat itu. namun sebelum sepenuhnya berdiri, kim Tan menarik tangan rose hingga Rose jatuh di pelukan Kim Tan.


"lepasin nggak" berontak rose.


kim Tan tidak mempedulikan ucapan rose.


rose pun mulai tenang karena usahanya sia-sia. ia tidak bisa mengalahkan tanaga Kim Tan.


"aku butuh obat itu, aku tidak bisa tidur tenang sebelum meminum obat itu, setiap kali aku tidur aku seakan melihat kejadian itu" lirih rose yang mulai menangis.


kim Tan mengeratkan pelukannya pada rose.


"Sampai kapan kau mau mengkonsumsi obat itu? kau harus melawan trauma mu itu? tidurlah aku akan menemani mu. jangan khawatir, ada aku. oke?" Ucap Kim Tan menenangkan rose.


rose pun kemudian memejamkan matanya. beberapa menit kemudian rose pun tertidur. setelah menyadari rose sudah tertidur, Kim Tan melepaskan pelukannya pada rose, ia menarik selimut dan menyelimuti rose. saat hendak bangkit dari tempat tidur rose memeluk Kim Tan erat.


"tolong lepaskan saya, saya takut..Rian tolong aku" rose mulai mengigau


Kim Tan pun berusaha menenangkan rose. ia memeluk rose erat.


"rose tenang, ada aku disini" bisik Kim Tan.


rose pun mulai tenang.


******


"aaaaaaahhk" teriak rose.


Kim Tan yang tertidur, terbangun karena kaget mendengar teriakan rose.


"rose kau kau kenapa?" Kim Tan menuju kamar mandi.


"Kim Tan tolong aku..aaakkkhh" teriak rose.


Kim Tan kemudian membuka pintu.


dan melihat rose terduduk di lantai.


"tolong aku, aaaakkhh" rose kesakitan.


"kenapa bisa begini?" tanya Kim Tan khawatir.


"aku terpeleset dan sepertinya kakiku terkilir" jawab rose.


"Kim Tan berjongkok dan menarik handuk rose agar menutupi paha rose yang sedikit terbuka.


Kim Tan kemudian menggendong rose ke tempat tidur.


Kim Tan mengambil minyak urut yang ada di laci samping tempat tidurnya. ia mulai mengurut kaki rose.


"aaaakkkhhh sakit..sakit" rose meringis


"ya memang sakit" ucap Kim Tan melanjutkan.


Kim Tan menarik kaki rose.


"aaakkhhh" teriak rose


"husss kamu jangan teriak, nanti paman sama bibi mendengarmu dan mengira aku menganiaya mu" ucap Kim Tan

__ADS_1


"sakiiiiit" bisik rose


"tapi bagaimana sekarang? udah mendingan kan?" tanya Kim Tan.


rose mengerakkan kakinya lalu mengangguk.


"baiklah kamu pakai baju, dan aku mau ke kamar mandi. paman sama bibi pasti sudah menunggu kita di meja makan." ucap Kim Tan menuju kamar mandi.


skip***


terlihat paman dan bibi rose sudah berada di meja makan, Meraka menunggu rose dan Kim Tan. beberapa saat kemudian mereka turun.


terlihat rose berjalan pincang di pegangi Kim Tan.


"wah pengantin baru sudah bangun" ucap bibi Hani


"bibi dan paman kok belum makan?" tanya rose.


"kami menunggu kalian" ucap paman.


"kakimu kenapa rose?" tanya paman.


"oh ngga apa-apa kok paman" bohong rose karena takut bibi Hani dan pamannya khawatir.


"ih sayang, kenapa ngga ngerti sih, kamu ingatkan aku pernah gitu juga pas kita first night. wajarlah " ucap bibi Hani.


Kim Tan dan rose yang paham pun merasa malu.


"kenapa bibi dan paman tidak makan duluan saja?" ucap Rose mengalihkan.


"kami mau makan bersama kalian sebelum pulang " ucap bibi


"loh paman dan bibi emangnya pulang hari ini?" tanya rose


"iya sayang, paman tiba-tiba ada urusan mendadak jadi kita ngga jadi 2 malam sini" jawab bibi Hani.


"yaaaa padahal rose masih rindu sama kalian"


rose sedikit sedih.


"sayang kami akan sering mengunjungi mu kok. kamu jangan khawatir. lagian sudah ada Kim Tan yang menemani mu." ucap paman.


"Kim Tan, bibi sama paman titip rose yah? tolong kamu memaklumi sikapnya yang kadang Suka berubah-ubah " ucap bibi tersenyum


"iya bi pasti, istriku ini walaupun kadang menyebalkan tapi aku sangat menyayanginya. bagaimana aku bisa marah?" acting Kim Tan.


"dasar pembual" batin Rose.


rose tersenyum.


"baiklah ayo kita makan" ucap paman.


mereka pun memulai menyantap makanan mereka.


"oiya rose, nanti setelah makan bibi akan membelikan mu salep, agar perihnya berkurang, bibi juga dulunya, waktu awal-awal nikah pakai salep ini. perihnya berkurang setelah memakainya dan bibi sarankan setiap selesai kamu langsung memakainya." ucap bibi.


rose yang paham hanya bisa mengangguk malu. wajahnya memerah


Kim Tan tersendat mendengar ucapan bibi Hani.


"minumlah, kamu kalau makan pelan-pelan dong" ucap rose.


mereka saling menatap sesaat.


"padahal kami tidak melakukan apa-apa, lagian kenapa rose tidak jujur saja kalau dia jatuh dari kamar mandi, kan mereka tidak akan salah paham begini" batin Kim Tan.


mereka melanjutkan makan dengan hening


*******

__ADS_1


__ADS_2