
(Untuk para readers maaf kalau ada kesalahan nama Ayah Barra adalah Sulaiman Alfarizh dan mamanya Hanna..)
Setelah acara dimana Kyai Syam meluruskan kesalah pahaman antara dua keluarga, kini Kyai Syam hanya bisa berdoa untuk Aisyah yang jauh darinya dan keluarga, dan Dimas tetap tak mau memberi tahu diamana sang adik berada, sementara untuk kakak Aisyah yang lain pun sama, hanya bisa pasrah dengan keputusan Dimas yang masih merahasiakan dimana sang adik berada, namun.. untuk sang umi Dimas selalu mengabarkan keadaan Aisyah.
2 TH Kemudian
" Ayolah Dad.. aku ingin ikut, Sasa janji nggak bikin repot daddy." rengek Sasa pada sang Daddy yang akan pergi keluar negri.
" Tapi, disana Daddy kerja sayang..nggak setiap saat sama kamu, emang kamu mau selama Daddy kerja kamu di dalam pathouse? " tanya Barra dengan membelai lembut rambut sang putri.
" Nggak masalah,kan nanti aku sama mba.. juga kan? ujar Sasa dengan senyuman manisnya
" Trus Oma sama Opa sama siapa kalau kamu ikut daddy? tanya Barra dengan memainkan ponselnya.
" Ihhh.. daddy pikun apa gimana sih,Opa sama Oma sudah dewasa udah tua malah,lagian kan cuma seminggu dad.. " ucap Sasa dengan memanyunkan bibirnya
"Kalian kenapa sih dari tadi kayaknya rinbut mulu? tanya mama Hanna yang tiba-tiba muncul.
" Oma.. Sasa kan mulai lusa sudah liburan trus, daddy mau pergi ke Luar negeri.. bolehkan kalau Sasa ikut, kalau ikut Oma sama Opa ke Bandung males, bosen juga." keluh Sasa pada sang oma.
" Trus kamu sama siapa, daddy kamu kan kerja Sa..? " bujuk Oma Hanna pada sang cucu.
" Nggak papa Oma, aku sudah besar.. lagian sebelum daddy kerja bisa kan stock makan dulu trus bisa juga sewa tenaga buat kerja di pathouse." kilah Sasa membuat Oma Hanna dan Barra saling pandang.
__ADS_1
" Oke, nggak ada salahnya.. supaya Sasa bisa belajar mandiri." jawab Barra dengan santai.
" Barra kamu serius? " tanya Oma Hanna dengan keputusan sang putra.
" Serius,nggak masalah Ma.. biar Sasa ikut aku..mama tinggal bantu Sasa packing buat seminggu di sana, kalau aku sudah selesai packing kemarin, sekarang tinggal urus dokumen keberangkatan buat Sasa." ujar Barra dengan langsung menghubungi seseorang untuk menyiapkan keperluan Sasa.
" Yeeeyyyyy.... makasih daddy, Sasa sayangggg... banget sama Daddy." ucap Sasa dengan mencium pipi sang ayah.
Kelakuan Sasa membuat Barra menggeleng gelengkan kepalanya.Tingkah ceria Sasa tentu saja membuat Barra bahagia, walaupun tahu dalam hati sang putri merasa kesepian.
.
.
Keberadaan Silvi membuat Sasa kesal karena pastinya liburan Sasa terganggu dengan adanya Silvi yang di bilang Sasa tante gatal.
" Om Kevin.. kenapa tante Silvi ikut sih,Sasa nggak suka tau?!! ucap Sasa seraya berbisik pada Asisten sang daddy sekaligus sahabat daddynya itu.
" Tante Silvi ada pemotretan juga sayang, tenang saja.. daddy lebih sayang Sasa kok." jawab Kevin dengan memberikan pengertian pada Sasa.
" Tapi, tetep aja Om.. aku nggak suka. " ucap Sasa dengan tangan dilipat di depan dadanya.
"Astaga nih anak... bagus lah dia nggak suka Silvi..karena memang dia bukan wanita baik buat Barra. " batin Kevin.
__ADS_1
Sementara Silvi yang melihat keberadaan Sasa dekat dan berusaha bersikap baik dan juga care pada Sasa.
Namun, Sasa karakter anak yang tak mudah di dekati,selama ini hanya Aisyah lah yang sudah cukup membuat Sasa nyaman.
"Tante mau ngapain, tuh.. kan temen-temen tante ada di sana. " tunjuk Sasa pada beberapa gadis yang akan ikut bersama mereka untuk pekerjaan mereka.
" Iya, nggak masalah kok.. biar tante temenin kamu , siapa tahu...
" Sasa rasa nggak perlu tante.. kan ada daddy.." tolak Sasa dengan cepat membuat Silvi kesal dalam hati melihat tingkah anak dari boss sekaligus teman masa SMA nya dulu.
" Tapi...
" Sil.. mendingan lo, balik sama yang lain..nggak usah khawatir soal Sasa ada gw sama Barra yang bisa bantu Sasa."Potong Kevin kemudian.
Silvi yang mendengar omongan Kevin dengan pandangan jengahnya melihat Kevin yang selalu mengganggu misinya.
" Sial*n.. Kevin, lihat saja Kamu dan anak kecil itu akan aku singkirkan saat aku dan Barra sudah bersama " batin Silvi
Tanpa berkata apapun Silvi meninggalkan Sasa juga Kevin ,menuju dimana para model berkumpul.
Sasa melihat Silvi pergi pun bersorak gembira karena dapat dukungan dari Kevin.
Bersambung..
__ADS_1
Maaf yaa... Slow up, karena banyak pekerjaan yang tak bisa di tinggalkan 🙏