
" Barra bawa Aisyah sama Sasa kekamar." perintah Kyai Syam
" Baik abah.." ucap Barra dengan merangkul bahu Aisyah.
" Lia titip Sasa." ucap Barra pada Lia yang langsung paham.
" Sasa mau sama bunda,dad.." rengek Sasa pada yang daddy.
" Sasa anak baikkan,,biar bunada istirahat dulu Sasa sama Om Dimas ke sawah juga sama adik-adik yaa.. " bujuk Dimas
Mendengar perkataan Dimas akhirnya Sasa menurut.
Barra dan Aisyah masuk dalam kamar, semua orang menatap kedua pengantin baru itu.
" Silahkan duduk Kyai Safi, umi tolong sajikan makanan untuk tamu kita, coba kalian kesini lebih pagi.. ikut jadi saksi pernikahan Aisyah sama Barra." ucap Kyai Syam dengan senyum mengembang.
" Me_nikah, Aisyah sudah menikah?" tanya Arya terkejut.
" Iya alhamdulillah sudah ketemu jodohnya, Barra tadi suaminya dan ini Sulaiman juga Hanna orang tua Barra dan tadi gadis kecil cantik itu adalah cucu kami Sandrina." jelas Kyai Syam.
Kyai Syam sengaja mengenalkan Sasa dengan sebutan cucu kami, walaupun gimanapun Sasa sudah menjadi cucunya juga walau Sasa tak punya ikatan darah dengan keluarganya.
" Maaf Kyai.. anak kecil itu, sepertinya Arya pernah lihat.. beberapa tahun lalu saat di hotel tempat terkhir kita dan Aisyah bertemu dan memanggil Aisyah dengan bunda apa dia anak...
" Ohh.. soal Aisyah yang di panggil bunda oleh Sasa itu sudah dari Sasa di rawat di Rumah Sakit, Sasa adalah salah satu pasien Aisyah, Sasa sejak bayi sudah tak punya ibu dan saat melihat Aisyah entah bagaimana dia ingin memanggil Aisyah Bunda,Aisyah gadis baik selalu menjaga marwahnya dengan sangat baik, Barra menikah dengan Aisyah juga atas ijin Allah. Barra menghargai urusan pribadi Aisyah dan baru di pertemukan lagi dengan Aisyah di sini, di rumah sahabat saya Irwan Syamsudin ,jadi Barra menyampaikan niatannya untuk menjadikan Aisyah istri nyajuga bunda buat Sasa dan anak-anaknya kelak, pernikahan di sesederhana ini karena keinginan Aisyah dan Barra yang ingin menghalal kan dulu hubungan merrka karena memang, nantinya mereka akan selalu berinteraksi intens. Jika belum halal, bersentuhan pun dosa makanya Barra dan Aisyah menghindari itu." Jelas Papa Sulaimana panjang lebar tanpa ada yang bisa menyela.
" Jadi, dia dapet duda.. " gumam Anne
Namun, gumaman Anne terdengar di telinga Hanna dan Maryam.Hanna yang sifatnya sedikit agak bar-bar sangat tersinggung dengan ucapan Anne.
" Memang anak saya duda tapi, kwalitas premium bukan cuma casing premium tapi, nggak ada hasil yang terlihat." ucap Hanna dengan senyuman mengejek ke arah Anne.
Mendengar suara Hanna yang terlihat tidak bersahabat membuat Maryam mengelus lengan besannya supaya tenang namun, sifat Hanna yang to the poin nggak akan bisa dia tahan.
__ADS_1
" Mama..sabar." ucap Papa Sulaiman dengan lembut.
" Sebenarnya apa tujuan kalian semua kesini, jika hanya untuk membuat onar tak usah kemari ,aku kira kamu bisa mendidik dengan baik menantumu itu" ucap Kyai Syam pada sahabatnya.
" Maaf Syam, bukan maksud kami ingin membuat onar di sini.Niat awal kita kesini ingin meminta maaf langsung pada Aisyah dan ingin meneruskan perjodohan antara anak kita, Anne sudah bersedia untuk Arya menikah lagi karena, melihat keadaannya yang sulit...
" Maaf Safi aku potong perkataanmu, saat aku bertandang ke tempatmu aku sudah memberikan ketegasan tentang keputusan ku untuk memutuskan perjodohan Aisyah dan Arya." ungkap Kyai Syam dengan nada tinggi.
" Baik abah.. saya tahu, mungkin saya sudah mengecewakan abah,tapi..saya pikir awalnya Aisyah belum bersuami dan saya akan menikahinya dan mewujudkan cita-citanya untuk membangun klinik untuknya di sekitar Pesantren tapi, berhubung Aisyah sudah menyandang sebagai istri orang lain maka kesanggupan saya pun dibatalkan. " ucap Arya dengan senyuman remeh.
" Keluarga ini maunya apa, seenaknya mau memperalat Irwan." batin Sulaiman melihat kawan dari sahabatnya
Sedangkan di kamar, Aisyah yang mendengar percakapan antara dua keluarga tersenyum miris.Selama ini perjodohan yang dirancang oleh orang tuanya ada kesempatan tertentu.
" Ada apa, jangan khawatir semua akan baik-baik saja." ucap Barra.
" Abah, kenapa harus mepunyai kesepakatan itu dengan mereka, terkesannya abah menjualku mas." ucap Aisyah sedih.
" Terima kasih atas semuanya mas, maaf buat kamu khawatir tadi..,tangan aku licin juga habis cuci piring, tadi mau kasih minum buat tamu, ternyata mereka." ucap Aisyah dengan wajah di tekuk.
" Sudah dong, jangan cemberut gitu..kamu sudah makan belom? " tanya Barra.
" Belum sempatlah." jawab Aisyah teringat dengan perut keroncongan.
" Sekarang kamu siap-siap kita pergi sebentar." ucap Barra
" Kemana? " tanya Aisyah mengernyitkan dahinya
" Sudah, sekarang siap-siap aku tunggu diluar oke..? " ucap Barra bergegas ke Paviliun belakang tempat keluarganya bermalam.
Tak butuh lama Aisyah keluar dari rumah lewat pintu samping agar tak mengganggu tamu.
Terdengar suara motor yang berhenti di depan pendopo membuat perhatian semua orang beralih pada motor Sport berwarna merah berhenti di depan pendopo.
__ADS_1
Terlihat seseorang yang ada di atas motor tersebut membuka helm nya.
Banyak para santriwati yang terkejut melihat paras bule suami dari putri si empunya pesantren.
Pesona Barra sang mantan Hot Duda tak terkalahkan, tak nampak jika dia sudah mempunyai anak yang beranjak dewasa
" Masss... Astaghfirullahal'azhim, bisa-bisanya kamu tebar pesona begitu?" tanya Aisyah dengan berkacak pinggang di depan motor sang suami.
" Assalamu'alaikum kekasih halal ku, siap kencan hari ini? " kata Barra dengan senyum menawan dan menggoda.
" Wa'alaikum salam imam ku yang narsis, oke.. lah dengan senang hati kekasih halal ini bersedia di bawa kemana saja." ucap Aisyah dengan senyum lebarnya.
Barra turun dari motornya dan menggandeng tangan Aisyah ke samping motornya. Sebeum itu Barra memasangkan helm di kepala sang istri. Perhatian kecil namun, terlihat sweet bagi yang melihatnya.
" Haii.. pengantin baru, lihat tempat Woiii..!! "
teriak seseorang yang terdengar dari atas pohon jambu dekat pendopo
" Syirik lo..bang, tuh Lia jangan di anggurin.. di samber orang nangis bombay lo..!! " seru Barra meledek kakak iparnya.
" Adek ipar lucknat lo..!! " umpat Dimas.
" Daddy sama bunda mau kemana? " teriak Sasa yang ada di pohon belimbing.
" Astaga sayang, turun.. nanti jatuh..!!! " teriak Aisyah.
" I'm Okey bunda, sudah pergi sanaa... sebelum Sasa berubah pikiran..!!" jawab Sasa menakuti orang tuanya nya yang sedang bucin
Mendengar ucapan Sasa ,Barra buru-buru menghidupkan motornya dan menyuruh Aisyah cepat naik, sebelum Sasa membuat drama yang membuat kepalanya pusing.
Bersambung.
__ADS_1