Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
# Pacaran Halal


__ADS_3

Motor yang di bawa Barra melaju dengan kecepatan sedang, pengantin baru itu menikmati waktu berdua.


Tak melewati masa pacaran, Barra ingin melewati waktu bersama kekasih halalnya menyelami pribadi masing-masing.


Bara menepikan motornya saat ada sebuah toko buah.


" Mas mau ngapain? " tanya Aisyah


" Mau mandi,,ya.. mau beli buah sayanggg." canda Barra.


" Heleehhh.. dah bisa becanda nih,, yaa..??" tanggap Aisyah mendengar suaminya yang awalnya terlihat galak dan serius kini dia tahu sisi lain seorang Barra.


" Siapa bilang aku nggak bisa becanda, kamu aja,, kalau ketemu aku ketus mulu.. " ungkap Barra.


" Habis nya,, muka kamu tuh.. ngeselin,,apalagi waktu kamu bentak aku waktu pertama ketemu.. ihhhh,,ingin rasanya aku..


"Cium?? " potong Barra.


" Ihhh.. sudahlah,, katanya mau beli buah? " kata Aisyah mengingatkan.


" Kamu mau buah apa?" tanya Aisyah lagi


" Aku ingin buah eemmmmm...


Barra menggantungkan omongannya, melirik sang istri.


Aisyah yang melihat tatapan suaminya padanya membuat bulu kuduknya berdiri.


" Mesum..!! " umpat Aisyah.


" Lho, kok katain aku mesum sih,, aku kan belum bilang buah apa yang aku mau.. " ucap Barra tersenyum jahil.


" Lagian mata kamu itu,,ahhh.. udahlah,,sekarang cepat kita mau belu buah apa ??" ucap Aisyah mengerucutkan bibirnya.


Akhirnya Barra memilih buah yang terlihat segar.


" Kamu suka banget buah? " tanya Aisyah saat Barra membayar belanjaannya.


" Suka,,apalagi buah...


" Mass.. Ihhh,,nyesel Ais tanya tapi,, jawabanya ngeselin.. " ucap Aisyah dengan kesal.


Melihat sang istri yang sedang merajuk, Barra pun tertawa lepas,,karena melihat sisi lain daro istrinya yang memang terlihat menggemaskan jika sedang kesal.


" Sudah,,jangan ngambek.. mas mau bawa kamu kemana kamu mau,jadi..anggaplah suami kami ini driver kamu hari ini." bujuk Barra.

__ADS_1


" Beneran?? " tanya Aisyah yang seketika berubah menjadi exited.


" Hemmm..


" Ke pantai,,kita kepantai yaahh?? " ucap Aisyah dengan penuh harap


" Oke.. iatriku Sayangggg,,suami kamu siap mengatar.. " ucap Barra dengan membatu memakaikan helm pada Aisyah.


" Ternyata dia bisa romantis juga.. hihihi." batin Aisyah senang.


" Kenapa Aisyah terlihat makin menggemaskan sih,,astaga Barra.. come on sabar nggak mungkin kamu langsung ke arah sana,, dikira kamu nikahin dia cuma karens syahwat saja." batin Barra.


"Udah,,,siap nyonya Barra? " tanya Barra yang sudah naik ke motornya.


" Oke..siap daddy,,let's go!!!" seru Aisyah saat sudah siap duduk di belakang suaminya.


" Ayo mas,, katanya mau kepantai,, kok masih diem sih.. kan aku sudah naik, apa ada yang tertinggal? " tanya Aisyah heran karena suaminya belum menjalankan motornya.


" Bunda sayangg...daddy bukan tukang ojek,, jadi tangan nya disini dongg,,baru bunda bilang siap.. " ucap Barra melingkarkan tangan Aisyah ke pinggangnya.


" Kamu modus ya?" Ucap Aisyah dengan menepuk bahu Barra.


" Modus sama kekasih halal,,nggak dosa,, malah dapet pahala.. " jawab Barra.


" Oke dehh,, imam bule kuuu... " kata Aisyah mengeratkan pelukannya pada pinggang suaminya.


Butuh waktu tiga puluh menit mereka sampai di pantai dan Aisyah seperti orang baru ke pantai, dia jingkrak ke girangan.


" Yeeeaaayy.. akhirnya,, aku bisa kesini sama cowo statusnya udah jadi suami.. " ucap Aisyah dengan tawa renyahnya.


" Wooww.. jadi, kamu punya keinginan untuk bawa aku kesini? " tanya Barra.


" Hahhh.. bukan,, maksud aku.. dengan siapapun jodoh ku,, aku harus bawa dia ke pantai.. alhamdulillah terkabul,, makasih masss.. " ucap Aisyah dengan tanpa sadar memeluk suaminya


" Iyaa.. sama-sama,, aku ingin kita ke Bali atau negara yang pantainya indah buat kita happy..,, aku rindu surfing." ungkap Barra berjalan menyusuri pantai.


Mereka berusaha untuk bisa menyesuaikan diri, dan Aisyah juga cepat bisa menyesuaikan diri dengan Barra.


Barra menggenggam tangan istrinya menggandeng tangan itu menyusuri pantai.


" Kita makan dulu yaa.. dari tadi kamu belum makan,, takut masuk angin.Apalagi pasti mau main air kan?? " tebak Barra.


" Oke.. kita ke sana aja,, itu ada tempat makan. " tunjuk Aisyah.


Akhirnya mereka mendatangi sebuah warung tenda yang menyediakan menu makanan seafood.

__ADS_1


" Ehhh.. mbak Ais,,mau makan? " tanya seorang ibu yang membawa nampan.


" Iya buu.. Ais seperti biasa yaa? kamu apa mas? "


Kata Aisyah pada Barra.


" Ikan bakar aja,minumnya es jeruk."jawab Barra.


" Baik tunggu sebentar yaa.. mba, Mr.. " ucap ibu itu.


Mendengar ucapan sang ibu yang punya warung memanggil Barra dengan sebutan Mr, membuat Aisyah rersenyum.


" Kenapa. senyum-senyum gitu? " tanya Barra melihat istrinya tersenyum memandangnya.


" Nggak papa, cuma tadi si ibu,, denger kan dia panggil apa,,Mr.. ya ampun suami bule ku.. hehehe.." ledek Aisyah.


" Wahhh.. sudah bisa ngledek suaminya yaa,jangan salahin aku kalau malam ini kamu dapat hukuman." ucap Barra dengan mengedipkan matanya pada istrinya


" Apaan sih mas,, bisa nggak sihh.. nggak usah genit. " ucap Aisyah dengan mencubit perut rata suaminya.


" Aisssttt.. sayanggg, jangan goda aku yaa.. jangan sampe aku nggak bisa ngendaliin si Junior aku seret kamu ke hotel gimana? " bisik Barra.


Mendengar penuturan Barra,Aisyah membeku seketika menelan ludahnya dengan kasar.


" Astaghfirullahal'azhim.. aku lupa,,suami ku duda ,,gimana kalau dia minta hak nya malam ini.. apa aku sudah siap?? " batin Aisyah.


" Jangan di pikirin omongan aku tadi,, aku nggak akan pernah maksa kamu buat memberikan hak ku. walaupun sebenarnya terus terang aku butuh kamu. tapi,, bukan karena nafsu aku menikahimu." ucap Barra pada istrinya yang seolah tahu apa yang istrinya pikirkan.


" Ka_kalau mas mau pun, Ais Insyaallah siap untuk menyerahkan hak mas hari ini, malam ini juga.. maaf Ais nggak mau juga jadi istri yang di laknat, karena nggak jalanin kewajiban Ais sebagai istri. Lagi pula, aku tahu mas nikahin aku juga ikhlas dan pasti ada niat baik di dalamnya. Mas,, kita buka. manusia sempurna karena itu.. kita butuh orang yang menyempurnakan. Aku,,Kamu,, juga anak-anak kita nanti." ucap Aisyah dengan memandang suaminya


" Terima kasih, sudah mau menerima kami.. kamu perempuan hebat,, aku bersyukur bisa bertemu, kenal dan menikah dengan kamu." ucap Barra merangkul bahu istrinya tanpa malu Barra mengecup pucuk kepala istrinya.


Sampai kemesraan mereka harus terhenti saat pesanan makanan mereka datang.


Setelah menikmati makan siang mereka, akhirnya mereka melangkah menuju pantai. Aisyah terlihat senang berlari dan sampai duduk di tepi pantai.




Barra yang melihat keceriaan sang istri ikut tersenyum senang.


" Ternyata begitu mudah membuatmu bahagia, kesederhanaanmu itu yang aku kagum. Walaupun kamu bisa beli barang mahal, tapi.. kamu masih mau membeli dan memakai barang hasil Usaha kecil,beda dengan Inggrit yang paling sering menghabiskan uang untuk beli makanan mewah dan juga barang brandid." batin Barra mengingat pribadi wanita yang terhubung denganya.


Aisyah sangat menikmati hari bersama Barra, walau hal sederhana cukup membuat dia tersenyum bahagia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2