Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
# Bulan Jadi Saksinya


__ADS_3

Barra dan Arini kini sampailah di Maldives tempat tujuan honeymoon dadakan yang di buat Barra.


Kebetulan mereka sampai di Maldives, waktu sudah malam,, hanya cahaya lampu yang temaram dan juga lilin.


Aisyah terpaku saat melihat pemandangan yang ada di depannya.


" Wowww.." Pekik Aisyah saat melihat sampai di Villa.


"Gimana,, suka? " tanya Barra


" Bangettt." jawab Aisyah dengan senyuman manisnya.


Barra yang melihat keceriaan sang istri, mendekatinya dan memeluk tubuh Aisyah dari belakang.


" Mass.. " Aisyah terkejut dengan perlakuan Barra.


"Ijinkan aku memeluk kamu sebentar saja." ucap Barra dengan makin memeluk tubuh ramping itu dengan erat.


Aisyah pun membiarkan suaminya merasakan harumnya wangi tubuh Aisyah yang menenangkan jiwanya .


" Mass,, boleh aku mandi dulu,, badanku udah lengket banget." ucap Aisyah membuyarkan suasana romantis mereka.


" Mau di temenin? " goda Barra dengan senyum miring


" Hahh?mak_maksud mas apa? " tanya Aisyah memicingkan matanya.


" Emm.. nggak papa,, sudah sana mandi aku pesan makanan buat kita yaa.. " ucap Barra mengalihkan pembicaraan mereka.


" I_iya."jawab Aisyah sedikit terbata.


.


.


" Astaghfirullahal'azhim.. kenapa aku nggak sabaran banget sih." gumam Barra pada dirinya sendiri.


.


.


Aisyah yang berada di kamar mandi pun berfikir dan membulatkan tekad nya untuk menyerahkan,sesuatu yang selama ini dia jaga dengan baik untuk suaminya.


.


.


" Ais.. dandan cantik yaa.,, malam ini kita akan makan malam duu di luar." ucap Barra saat masuk dalam kamar.

__ADS_1


" Iya mas.. " jawab Aisyah singkat


Barra dengan senyum bahagia, melangkah ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Aisyah saat sibuk memoles dirinya terdengar suara ketukan dan langsung dia menuju pintu depan dan ternyata seorang wanita dengan seragam.


Dia menyampaikan jika harus memakai pakaian yang Barra siapkan untuknya.


Dengan senyuman ramahnya,, Aisyah meng iyakan kemauan suaminya.


" Bajunya bagus banget, dari mana dia mendapat baju bagus ini " gumam Aisyah dengan senyuman memuji selera Fashion sang suami,jantung Aisyah tambah berdebar kencang saat terlihat Barra begitu menawan.



" Sudah siap? " tanya Barra mendekati Aisyah


" Su_sudah mas." jawab Aisyah dengan sedikit terbata.


" Gugup? "tanya Barra. " Relaks, kita cuma makan malam.. setelah itu baru kita pikirkan lagi." ucap Barra mengulurkan tangannya pada Aisyah.


Aisyah dengan sedikit ragu pun mengulurkan tangannya,, dengan cepat Barra meraihnya dan menggenggam erat dengan sedikit menarik tangan istrinya untuk mengikuti dirinya .


Mereka sudah di jemput oleh orang dengan perahu cantik.


" Kita mau kemana? " tanya Aisyah memandang suaminya.


" Kayak ABG aja kamu mas,, kita itu udah punya Sasa lho. " ucap Aisyah.


" Heiii... memangnya kalau kencan harus anak ABG,, kita juga butuh itu.. apalagi kita yang belum tahu karakter kita masing-masing. "jawab Barra dengan senyum tersungging dari bibirnya.


Akhirnya mereka naik ke sebuah perahu yang membawa mereka entah kemana.


Tak butuh waktu lama mereka sampai di sebuah resto pinggir pantai, dan di sambut senyuman oleh seorang pelayan yang mengarahkan mereka untuk duduk di sebuah meja dengan pemandangan laut di depannya dengan sinar bulan yang indah malam itu.



" Maass,, Masyaallah cantik banget bulannya." ucap Aisyah saat melihat penampakan yang ada di depan matanya.


" Bulan itu,, kalah cantik sama kamu.." jawab Barra.


Aisyah mendengar ucapan suaminya dengan cepat menoleh pada suaminya.


" Gombal..!! " umpat Aisyah memukul pelan lengan suaminya.


" Nggak,, aku nggak gombal aku.. dengan sadar dan akui kamu gadis yang sekarang sudah nggak gadis karena sudah punya aku jadi suami kamu, perawan yang sebentar lagi sudah bukan perawan karena memang pasti itu ulah ku,aku mungkin nggak seromantis laki-laki lain yang memuji istrinya setinggi langit. Namun,, aku nggak bisa setiap saat memujimu dan mengatakan ayat cinta untukmu. Yang harus kamu tahu,, aku semakin mengenalmu semakin kagum dengan sifatmu yang lembut dan juga tangguh.Aku semakin bersyukur bisa kenal, semakin kenal dan Allah menakdirkan kita terikat dalam satu hubungan suci ini. Terima kasih sudah mau menerima laki-laki yang tak sempurna ini,, jujur kegagalan ku yang lalu itu buat aku sakit,, dan tenggelam dalam hidup yang teramat gelap,, kata papa aku pengecut dan hanya bisa meratapi kesalahanku dulu tanpa mau memperbaiki.. maksudnya aku nggak akan mungkin berhasil jika tak mau jatuh dan juga mencobanya lagi namun,, bukan dengan orang yang sama,,. memilih wanita yang tepat untuk mendampingi ku disaat susah, duka dan berakhir bahagia.


Dulu aku berpondasikan cinta tanpa mengenal keluarga,, hidupku berpusat padanya,, sekarang aku punya Sasa dan kamu hadir diantara kami melengkapi kebahagiaan kami,, aku tak akan janji untuk tidak membuatmu sedih namun,, aku akan mencoba untuk membuatmu bahagia.

__ADS_1


Terima kasih wanita ku aku mencintaimu ikhlas semakin mencintaimu saat saksi mengatakan SAH atas nama janji atas nama Allah dan kamu."


Ungkapan panjang lebar dari Barra membuat Aisyah menatap Barra dengan senyum tersungging dari bibirnya.


" Aku juga nggak bisa janji sama kamu kalau aku nggak melakukan kesalahan,, namun.. saat kamu tau ku melakukan kesalahan aku mohon bimbinglah aku,, dan jadikan aku bidadari surgamu,, aku ingin kita bersama sampai ke Jannah,, kamu menerimaku seadanya dan aku pun menerimamu seadanya,aku ingin kita sama-sama berjuang ,belajar dan terus belajar sama-sama.,,my Imam..I Love you.. " ungkap Aisyah


" Love you More baby .." jawab Barra mencium kening sang istri.


" Kita makan sekarang,, aku lapar. " bisik Aisyah dengan suara lirih terkesan sexy.


" Oke,, kamu makan yang banyak karena setelah ini,, jangan harap kamu lolos.. karena malam ini aku menginginkan kamu sayangg. " ucap Barra mengusap lembut pipi mulus Aisyah.


" Apapun,, aku milik mu.. maaf jika nanti aku masih mentah buat kamu." ucap Aisyah


" Aku akan buat ,dia ada disini. " ucap Barra dengan mengelus perut rata sang istri


Aisyah menanggapi harapan Barra dengab senyuman dan mengaminkan dalam hati.


Mereka menikmati makan malam mereka bersama bercengkerama dan saling bertanya tentang pasangannya, mengikis kecanggungan yang terjadi beberapa saat lalu di gantikan dengan interaksi yang terlihat makin intim antara keduanya.


Satu jam menikmati makan malam mereka,, kini keduanya bersiap untuk pulang ke resort yang ada di tengah pantai.


" Gimana rasanya jadi nyonya Barra sejauh ini? " tanya Barra memeluk istrinya dengan berjalan mendekat ke perahu yang mengantar mereka .


" Not bad,, sangat buat aku spicless. " jawab Aisyah.


" Ais... "panggil Barra.


" Iyaa.. "jawab Aisyah


" Apa,, aku bisa meminta hak ku malam ini? " tanya Barra memandang wajah istrinya


" Dari setelah ijab qobul,, aku milik kamu mas,,Insyaallah pasti, aku ingin kamu mengambilnya dengan jalan yang benar,,kita sholat sunnah dua rakaat,, lalu setelahnya aku serahkan selanjutnya padamu." ucap Aisyah.


" Baiklah,, namun malam ini.. aku ingin bulan menjadi saksi kita dan aku ingin kamu dan aku melakukan nya di alam terbuka." ucap Barra membuat Aisyah kaget.


" Maksud mas,, gimana.. kita lakukan di depan Report atau..


" Hussstt.. nggak akan lah,, kita lakukan itu di depan resort mungkin kalau di belakang boleh lah." potong Barra.


Setelah sampai resort,, pemandangan berbeda terlihat oleh mata cantik Aisyah



" Ma_mass..kita akan melakukan disini di balkon resort,, woww.. fantasi kamu buat aku ngeri mas.. " ucap Aisyah menggidik ngeri.


Mendengar ucapan sang istri Barra tertawa lebar,, Yahhh.. Resort itu memang ada kamar terbuka,, maksudnya hanya beratapkan langit namun keliling report aman nggak akan ada yang ngintip yaaa..

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2