
" Kalian saling kenal? " tanya Arya melihat keterkejutan wanita yang tak sengaja hampir dia tabrak dan reaksi Aisyah, Barra tak disangka sasa anak Barra terlihat benci pada sosok wanita yang Arya tau bernama Inggrit.
" Iya.. " ketiga orang itu meng iyakan pertanyaan Arya.
" Kamu kenapa Mba, kok sampe disini? " tanya Aisyah.
" Emm.. kebetulan, aku ada kerjaan di sini Ais.. tadi ,aku mau pergi buat ketemu klain nggak sengaja karena aku buru-buru hampir ke tabrak sama mas ini. " terang Inggrit menunjuk Arya.
" Innalilahi wa'innailaihi roji'un.. tapi, nggak papa kan,nggak ada yang serius? " tanya Aisyah lagi.
Sementara Barra hanya diam tak menanggapi apa yang sedang terjadi pada mantan istrinya, dan hanya fokus mengelus kepala putrinya yang masih mendekap sang ayah begitu erat.
" Sasa.. ini ma..
" Bunda aku mau pulang..!! " ucap Sasa memotong omongan Inggrit.
" I.. iya sayang, maaf semua saya harus pulang.. Sasa ada kegiatan mengaji sama utinya sebentar lagi." ucap Aisyah meberikan alasan.
Inggrit dan yang lain hanya mennggapi omongan Aisyah dengan mengangguk.
Barra meminta Aisyah bersama Sasa pergi duluan ke mobil, Barra mengambil obat Aisyah.
" Apapun yang kamu lakukan disini, jangan pernah ganggu anak ku, jika itu terjadi kamu akan tahu siapa aku sebenarnya." bisik Barra mendekat pada Inggrit .
Setelah mengatakan apa yang dia harus katakan, Barra berlalu dari tempat itu. Dan hanya mengangguk tanda pamit pada keluarga Kyai Safi.
__ADS_1
" Ada apa sama mereka, sepertinya ada yang nggak beres.. " batin Arya.
" Kamu begitu membenci ku Barra, memang aku salah,aku cuma ingin mengenal anakku." batin Inggrit.
" Wanita ini seperti sedih saat melihat Sasa anak Barra, apa mungkin wanita ini... " batin Anne.
" Barra terlihat benci sekali dengan perempuan ini." batin Kyai di.
" Nak.. kamu tinggal dimana?" tanya Umi Ratih
" Emmm.. saya tinggal di Hotel GH bu.. saya bukan asli sini. " ucap Inggrit.
" Sebaiknya kamu ikut sama umi, juga abi sampai kamu benar-benar pulih,tenang saja.. anak umi juga menantu umi mereka tinggal terpisah dengan kami, walau kadang mereka akan menginap di rumah besar waktu weekend,atau mereka di minta sang abi untuk tinggal." terang Umi Ratih
" Tapi, pasti saya akan menyusahkan kalian " ucap Inggrit.
" Keluarga saya di Singapura, suami dan mertua saya." ucap Inggrit menundukkan wajahnya.
" Ternyata dia punya suami " batin Arya.
" Kalau begitu ikut umi, nanti katakan sama suami kamu untuk jemput di pesantren Darul Hikmah." ucap Umi Ratih
" Ikutlah mba, biar keluarga kami bertanggung jawab atas apa yang menimpa mbak Inggrit." ujar Anne yang mulai membuka suara.
" Ba_baiklah.." ucap Inggrit dengan sedikit terbata.
__ADS_1
Akhirnya dengan terpaksa Inggrit menuruti kemauan Umi Ratih,setelah mengambil barang bawaannya di hotel di batu oleh Anne mereka menuju Pesantren Darul Hikmah.
Sampai disana, Inggrit melihat para santri yang sedang melakukan aktifitas mereka.
" Mba Anne, silahkan ini kamar mbak.. kalau ada yang mba rasa perlu bantuan saya atau para bibi juga ada siap buat bantu mba." ucap Anne.
" Terima kasih, boleh aku tanya sesuatu? "
" Boleh, ada apa mba? " tanya Anne mengerutkan keningnya melihat wajah Inggrit yang tampak risau.
" Kamu, maksudnya keluarga ini kenal dengan Aisyah sama Barra? " tanya Inggrit dengan sedikit ragu.
" Ohh.. Ais, dia anak bungsu dari Kyai Sam pemilik pondok Pesantren Al-Hikmah sahabat Abi, dan Barra menantu beliau..suami Aisyah." ucap Anne santai.
" Kamu akrab dengan mereka? "
" Nggak, aku baru dua atau tiga kali ketemu mereka.. kenapa, apa kamu ada masalah sama mereka? " tanya Anne menyelidik
" Oh.. Ng_nggak ,nggak ada kok.. cuma ingin tahu aja, soalnya aku kaget kok mereka bisa ada disini" ungkap Inggrit.
" Emmm.. itu, mereka habis adakan walimahan,sekalian sama abang Aisyah juga yang baru menikah dua minggu lalu, kalau Aisyah sama Barra, malah sudah lumayan lama menikah, malah kata Sasa Aisyah sedang hamil." ungkap Anne.
" Hamil.. " gumam Inggrit.
" Iyaa.. hamil, aku lihat Sasa sangat bahagia waktu bilang sama kita-kita soal Aisyah yang hamil, semua keluarga mereka sangat bahagia, aku juga bersyukur Aisyah bahagia sama Barra.Sebenarnya aku masih merasa bersalah sama dia, karen aku.. dia batal nikah dengan Mas Arya..tapi, dia beruntung menikah dengan Barra yang terlihat sangat mencintai Aisyah, dan Aisya pun menerima Sasa seperti anak kandungnya, Sasa malah lebih lengket sama Aisyah," terang Anne yang memang sedikit banyak dia memerhatikan interaksi Aisyah dengan anak sambungnya itu.
__ADS_1
Bersambung.