
Malam kian larut dua insan saling menghangatkan di balik selimut, tak terjadi apa-apa selayaknya malam pertama.
Waktu subuh mereka terbangun,,Barra dan Aisyah juga ikut sholat jama'ah di Masjid Pesantren.
Aisyah dan anggota keluarga perempuan lainnya pulang lebih dulu,, karena biasanya Abah akan ada kajian untuk para jamaah laki-laki dan para santri.
Jam 05.30 Barra dan yang lainnya pun kembali ke rumah.
" Assalamu'alaikum. " salam terucap dari Barra saat masuk dalam kamar.
"Wa'alaikum salam, udah pulang mas,,aku ambil minum dulu buat kamu,, sebentar yaa.. " ucap Aisyah dan kelauar kamarnya mengambil air minim untuk suaminya.
" Mas,, minumnya." ucap Aisyah memberikan segelas air putih
" Mas kok sudah rapih gitu,, mau pergi kemana?" tanya Aisyah melihat suaminya yang sudah rapih walaupun dengan dandanan ala Barra si hot Daddy.
"Kamu lupa,, semalam aku bilang kamu mau ngasih suprise buat kamu. sekarang kamu,, ganti baju dan packing beberapa baju buat lita pergi sekitar lima hari." ucap Barra.
" Hahh.. kamu ngajak aku kemana? " tanya Aisyah penasaran.
Barra dengan tersenyum miring mendengar pertanyaan istrinya,, mendekatkan wajahnya di sisi telinga Aisyah dan membisikkan seseutu. " Honeymoon." bisik Barra dengan mengedipkan satu matanya pada sang istri.
Aisyah yang mendengar kata " Honeymoon" langsung terpaku dan otaknya yang blank seketika.
" Honeymoon,, Astaghfirullahal'azhim.. momment itu pasti akan terjadi cepat atau lambat,, Aisyah.. kamu harus siap..!! " ucap dalam batin Aisyah pada dirinya sendiri
" .Ais.. . heiii,, kok bengong..??" tegur Barra
" Ahh.. I_iya mas,,Ais siapin baju kita,,sebentar yaa..? " ucap Aisyah dengan cepat menurunkan koper kecilnya, mulai packing.
" Bawa baju dua atau tiga,, selebihnya kita beli disana." ucap Barra sebelum keluar kamarnya.
" I_iya.." jawab Aisyah sedikit terbata.
Barra menemui anggota keluarga mereka dan memberi tahukan rencana yang dia susun dengan mendadak.
"Daddy sama bunda mau pergi Sasa nggak diajak? " tanya Sasa dengan mencebikkan bibirnya.
" Sayangg.. cuma tiga hari,, setelah itu daddy sama bunda balik lagi kesini jemput kamu,, katanya kamu mau belajar ngaji juga kan? " kata Barra dengan lembut.
" Princess.. uncle Dim kan udah ngasih tahu Sasa,, mau punya adik nggak? " ucap Dimas dengan melirik Barra.
" Dimass..!! "pekik Umi Maryam mendengar ucapan Dimas
__ADS_1
" Umi,, kan bener omangan Dimas,, mereka honeymoon kan tujuannya itu salah satunya." jawab Dimas.
"Aku mau kok dad,, aku mau punya adik.. yang banyak yaahhh??!!" ucap Sasa dengan antusias.
" Emang kata bundanya kucing,, bisa brojolin anak banyak,, satu aja Alhamdulillah." batin Barra.
" Daddy.. gimana?! " sentak Sasa pada daddy nya.
" I_iya,,Insyaallah.. Sasa berdoa untuk keinginan Sasa tadi yaa..semoga Allah mengabulkan doa Sasa." ucap Barra dengan tersenyum dan membelai rambut sang putri.
Terlihat Aisyah dengan menarik kopernya, mendekati keluarganya.
" Sudah? " tanya Barra saat istrinya sudah di sampingnya.
" Sudah mas,, kita berangkat sekarang? " tanya Aisyah
" Iyaa,,nih.. mama sudah bawain bekal makanan buat kita buat di mobil." ucap Barra menyodorkan paper bag berisi makanan yang akan mereka bawa.
Setelah berpamitan,, mereka menuju sebuah taxi untuk mengantar mereka ke bandara.
Barra sengaja tak mau diantar keluarga nya, tentu saja akan banyak orang yang mengantar jika dia diantar.
Setelah sekitar empat puluh lima menit mereka sampai bandara.
Kedatangan mereka sudah di sambut oleh seseorang yang terlihat berjas rapih.
Barra menggandeng tangan Aisyah menuju sebuah ruangan.
" Mas,, kita nggak cek in... trus kenapa kita di bawa kesini? " bisik Aisyah.
" Sudah nurut saja,, kalau aku pakai penerbangan komersil,, otomatis tahu kita akan kemana,, nggak suprise dong." ucap Barra tetap menggenggam tangan Aisyah dengan erat.
Barra dengan cepat mengikuti pria dengan berjas rapih itu dan tiba di sebuah pesawat, Jet pribadi tepatnya milik keluarga Alfarizh.
" Woww,, mas.. ini nggak berlebihan? " tanya Aisyah saat keduanya masuk dalam pesawat.
" Nggak ada yang berlebihan buat seorang istri." ucap Barra dengan memeluk Aisyah tanpa ragu.
Mendapat perlakuan manis dari suaminya, Aisyah tersenyum lebar, dia tak menyangka jika suaminya yang kaku ternyata seorang yang bisa di bilang romantis untuk ukuran Aisyah yang tak pernah merasakan pacaran atau dekat dengan laki-laki manapun.
Setelah melewatkan berjam-jam mereka di pesawat.Aisyah mulai jenuh juga.
" Mas,, sebenarnya kita mau kemana sih? " tanya Aisyah melihat kearah suaminya.
" Kenapa,, kamu lelah.. bisa tidur di ruangan itu,, biar nyaman." ucap Barra
__ADS_1
" Aku nggak nanya itu mass...,, aku nanya kita mau kemana? " tanya Aisyah mulai kesal.
" Hahhh... baiklah,, aku tandinya mau ngajak kamu ke Bali,,tapi.. batal dan sekarang kita akan ke Maldives." ungkap Barra.
" Hahhh... Maldives?? trus baju kita..
" Tenang dong sayang,,sudah aku siapkan semuanya,, kamu jangan khawatir." ucap Barra.
" Kamu lelah,, kita ke belakang yuk..?!!" ajak Barra menarik tangan Aisyah supaya berdiri dan mengikutinya.
Mereka akhirnya masuk dalam sebuah kamar dalam pesawat yang lumayan luas untuk tidur berdua.
" Mass.. kita mau apa kesini?" tanya Aisyah sedikit gugup.
" Nggak ngapa-ngapain,, cuma aku ingin lihat rambut indah kamu,, sini.. " ucap Barra menepuk sebelahnya yang kosong.
Aisyah dengan senyuman kikuk,, mendekat ke arah suaminya. dan duduk di samping Barra.
" Kenapa,, gugup,,malu,,takut,,atau...
" Mas,, sebenarnya mas mau apa ?" tanya Aisyah memandang wajah suaminya yang sudah terlihat menatapnya sayu.
Barra mendekatkan wajahnya ke depan wajah Aisyah, dengan spontan Aisyah memejamkan matanya. Barra melihat respon Aisyah tersenyum tipis,, dengan perlahan Barra menggenggam tangan Aisyah yang terlihat meremas ujung kerudungnya.
Mengecup pucuk kepala Aisyah dengan lembut,, turun kekening,, kedua mata nya dan hidung,, lanjut kedua pipi Aisyah yang sudah terlihat merah menahan malu dan gugup nya
" Heii.. buka matanya,,aku cuma pengen nyapa kamu,,atau kamu mau buka segel disini? " bisik Barra membuat Aisyah membuka matanya dengan cepat dan menggeleng.
" Mass,, aku..
" Kamu nggak mau yah,,apa yang kamu takutkan? "tanya Barra dengan membuka hijab instan milik Aisyah.
" Aku cuma takut,, kamu kecewa." ungkap Aisyah.
" Kecewa,, karena? " tanya Barra dengan perasaan bingung.
" Kecewa karena aku nggak bisa melayani kamu dengan baik,, karena kan aku belum pernah,, aku takut kamu juga kecewa kalau ekspektasi kamu terhadapku terlalu tinggi dan aku nggak bisa mewujudkannya." terang Aisyah menatap suaminya sendu.
" Heiii... kamu jangan over thinking,, kita akan menyesuaikan diri apa yang kamu suka apa yang kamu nggak suka, begitu sebaliknya,,mengerti? " ucap Barra dengan tersenyum dan Aisyah pun mengangguk paham.
Namun, di luar dugaan Aisyah,, tiba-tiba Barra menarik tengkuknya dan seketika dia membeku memdapatkan serangan mendadak dari Barra, Bibir mereka saling bertabrakan dan Barra melihat ke terkejutan sang istri memanfaatkan kesempatan untuk merasakan manisnya bibir indah sang istri yang sudah lama menggodanya.
Aisyah yang baru merasakan hal baru hanya bisa meremas kemeja Barra dan berusaha membalas apa yang suaminya lakukan, dalam kegiatan itu Barra tersenyum saat merasakan balasan dari istrinya walaupun masih terlihat kaku.
Setelah dirasa sudah cukup untuk membuat bibir Aisyah bengkak,Barra melepaskan nya dengan rasa berat hati.Wowww ...jiwa petualangnya mulai bermain.. Hot Duda..
__ADS_1
Bersambung.