
Honeymoon sudah usai, namun kata-kata cinta dan rayuan dari Barra tak akan habis untuk Aisyah.Membuat Aisyah melambung ke awan.
Di balik sifat suaminya nya yang terlihat tegas ada sifatnya yang orang lain tak tahu, sifat manja dan juga romantis Barra.
Saat bersama Aisyah Barra terlihat sangat menghargai Aisyah.
Perjalanan menuju Jogja kini mereka lalui melelahkan. Lima hari di Maldives tentunya tidak cukup untuk kedua pengantin baru itu.
" Daddy...Bunda.!!!" teriakan cempreng Sandrina menyambut kedatangan kedua orangtuanya.
" Sayaangggg...!!! " Balas Aisyah langsung memeluk tubuh anak sambungannya dan menciumi wajahnya dengan gemas.
" Bundaa.. Sasa kangennn,, banget sama bunda. " ungkap gadis berumur hampir tiga belas tahun itu.
" Bunda juga kangen buanget sama anak cantik bunda ini,, nakal nggak?? " ucap Aisyah masih saling memeluk.
" Nggak dong..!! " jawab Sasa dengan mengeratkan pelukannya.
" Jadi sama bunda doang kangennya,, daddy udah nggak dianggap nih,, sedih tau..di cuekin gini.." ucap Barra dengan mode merajuk.
__ADS_1
" Ohhh... daddy ku yang super tampan, badan kekar, baik hati, nggak usah drama yah..?? pastilah... kangen sama daddy aku tercinta..!!" ucap Sasa dengan memeluk sang daddy.
Melihat keharmonisan anaknya dengan suami dan anak. sambungnya membuat Kyai Syam menatap haru, bahagia, sang putri menemukan kebahagiaannya dan suami yang baik terlihat menyeyangi sang putri.
Mama Hanna pun tak kuasa menahan air mata haru, melihat keceriaan orang yang dia sayang,sudah lama Barra tak pernah tersenyum bahkan tertawa lepas seperti itu, Aisyah gadis yang tak dia sangka bisa meluluh lantakkan hati Barra yang keras, terjebak masa lalu, selalu tak terima dengan apa yang Inggrit lakukan padanya, putis asa, cinta ke Inggrit pun sirna dengan kehadiran Aisyah.
" Mama, sudah yahh.. anak kita sudah menemukan kebahagiaannya, menemukan orang yang tepat, dan bisa mendukungnya ,wanita mandiri namun penuh kasih sayang." ucap Papa Iman.
" Kita ke dalam yuk, pasti kalian lelah kan? " ucap umi Maryam dengan merangkul sang putri.
Mereka akhirnya masuk dalam kediaman Kyai Syam.
Kyai Syam dan Umi Maryam terlihat bahagia dengan melihat si bungsu, tertawa dengan saudara-saudaranya juga sekarang dengan anak dan suaminya.
Barra pun tak segan lagi menampilkan perhatiannya pada Aisyah, sifat manja nya pun kadang di perlihatkan sampai-sampai dia harus berhadapan dengan sang putri yang tak terima karena memang Barra kadang memonopoli Aisyah, dan Sasa kesal dengan sifat daddy nya yang baru dia tahu.
" Daddy please dad,, malam ini aja Sasa bobo sama bunda please, besok kita pulang ke Jakarta kan, pasti Sasa tidur sediri Sasa janji." ucap Sasa dengan menangkupkan ke dua tangannya di depan dadanya dengan wajah memohon.
" Drama kamu..!! " ucap lirih Dimas melihat kelakuan ponakan barunya
__ADS_1
" Om Dimas... ihhh, harusnya om dukung aku,, kalau nggak,, aku nggak bakal mau bantu. om buat deket lagi sama tante Lia " bisik Sasa dengan ancamannya seraya tersenyum licik.
" Astaga tuyul kecil, baru jadi ponakan udah nggak bisa diajak kompromi nih.. " gumam Dimas
" Sudahlah Ais, kasih dia satu malam buat tidur sama kamu apa susahnya.. Barra mau aku ajak diskusi di kamar ku." ucap Dimas dengan entengnya dan berusaha membantu sang ponakan memenuhi keinginan nya
" Tapi..
"Barra emang kamu lupa janji kamu kesaya yang bilang mau bantu saya buat project pemikat hati Uhkti " potong Dimas dengan cueknya.
" Hahh.. emang aku pernah janji gitu bang? " tanya Barra balik.
" Wahhh.. parah kamu, makanya catat di note ponsel kamu,, udah ayok.. kekamar ku." paksa Dimas seraya mengedipkan sebelah matanya pada Sasa.
Semuaa yang melihat kekonyolan Dimas hanya mengulum senyum, terlihat Barra yang pasrah kena kejahilan abang iparnya.
Sementara Sasa sangat suka dengan Om barunya , setelah ada Kevin sekarang tambah Dimas yang buat dia sangat bahagia.
Bersambung
__ADS_1