Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
# Kedatangan Inggrit


__ADS_3

Setelah acara rombongan keluarga Dimas langsung pulang ke Jakarta.


Keesokan harinya,karena memang weekend s jadi, semua anggota keluarga berkumpul bersama. Dan saat ini menunjukkan waktu jam makan siang, mereka megadakan acara liwetan.. menggelar makan siang mereka di atas daun pisang dengan berbagai macam lauk.


Barra yang dan Sasa yang baru merasakan hal itu pun antusias. Kebiasaan Kyai Syam dan juga papa Sulaiman dulu ,mereka adalah sahabat karib dari remaja.


" Wahh.. Uti, ini seru banget..Sasa suka." cicit Sasa


" Alhamdulillah kalau Sasa suka,, Sasa belum pernah kayak gini yaa? " tebak Umi Maryam


" Belum Uti." jawab Sasa songkat.


" Daddy juga baru rasani begini kok,, jadi kamu nggak sendiri." ucap Barra menimpali omongan sang putri.


" Lah.. kan kalian anak gedongan,, seringnya makan di restoran. " ujar Dimas yang sedang memotong lalapan.


" Bisa aja lo bang." timpal Barra.


Saat mereka sedang menikmati makan siang mereka dengan canda tawa. Tiba-tiba seorang ART tergopoh-gopoh mendekati gazebo.


Barra yang melihat ART nya sepertinya sedang panik .


".Mba.. kenapa? " teriak Barra.


" Tuan muda maaf...itu.. " ucap ART bernama Juju menggantungkan omongannya


" Kenapa mba, yang jelas ngomongnya!! " ucap Papa Iman mengingatkan.


" Aduhh... bisa tuan muda kedepan saja." ucap Juju seraya melirik Aisyah.


Melihat gerak gerik ART nya, Barra curiga dan akhinya beranjak pergi daei gazebo.


Sementara di luar gerbang terlihat seorang perempuan cantik dengan hijab modisnya sedang berdebat dengan beberapa bodyguard rumah Alfarizh yang menolak membukakan gerbangnya.


" Buka,, aku ingin bertemu dengan tuan rumah ini,,aku ingin ketemu anak ku,,kamu. dengar nggak sih..!! " bentak wanita itu menatap tajam dua bodyguard yang sedari tadi mencegah wanita itu untuk masuk.


" Maaf mba,, kita tidak bisa membukakan pintu gerbangnya,, karena keluarga Alfarizh sedang istirahat." tolak salah satu bodyguard.

__ADS_1


" Hehh.. kami akan menyesal karena sudah lancang pada ku,, asal kalian tahu kalau....


" Ada apa ini??!!! " ucap Barra dengan suara tinggi nya


Suara Barra yang memang terdengar sangat kencang berhasil membuat ketiga orang yang tadi terlibat perdebatan menoleh.


" Tuan muda.. " gumam kedua bodyguard itu


" Barra,, buka mas... aku ingin bertemu Sasa,, aku mohon.. "ucap wanita itu.


" Mau apa kamu,, sudah aku bilang jangn ganggu keluargaku lagi,, kamu sudah punya kehidupan lain,, aku pun juga,, jangan khawatir soal keadaan Sasa dia baik-baik saja,, malah sangat baik." ucap Barra dengan memancarkan aura dinginnya.


" Barra aku punya hak atas Sasa,, inget itu...!! " teriak Inggrit,wanita yang datang ke mansion Alfarizh adalah Inggrit mantan istri Barra.


" Hak?? hak apa maksudnya,, emang kamu masih punya hak atas anak yang tak berdosa yang notabenenya di akta lahir memang kamu ibunya,, tapi.. apa kamu pernah mengharapkan dia sebelumnya? dan sekarang kamu bicara hak?? hak yang mana?? Nggak usah jawab aku tahu jawaban nya." tukas Barra dengan pandangan dingin kearah Inggrit.


" Mass,, siapa tamu.... " Aisyah yang tadi menyusul Barra ,sejenak terpaku pada sosok wanita berhijab yang menatap suaminya


" Kenapa nggak dibuka mas."ucap Aisyah dengan menatap heran suaminya.


" Buat apa,, dia bisa membuat kekacauan di daam. " ucap Barra


" Pak.. tolong buka pintu nya." perintah Aisyah


Barra yang mendengar ucapan sang istri membuat dirinya terkejut.


" Masuk lah,,aku ingin kamu menyelesaikan masalah kalian.Aku disini istrimu sekarang ,, aku ingin menyelesaikan apa yang seharusnya kamu hadapi dari dulu,, dan aku nggak ingin buat Sasa bersedih." ucap Aisyah


Setelah mengungkapkan keinginannya,, Aisyah beranjak masuk ke dalam rumah.Barra yang melihat istrinya meninggalkan tempat itu, Barra pun mengekorinya dari belakang.


Gerbang pun di buka,, mobil Inggit masuk ke halaman Mansion Alfarizh .


Inggrit yang keluar dari mobilnya dan bergegas masuk menemui Barra dan Aisyah.


" Sekarang,, saya ingin dengar apa mau anda sebenarnya." ucap Aisyah dengan wajah yang sulit di tebak menatap Wanita yang ada di hadapanya.


" Aku cuma ingin bertemu dengan anakku." jawab Inggrit dengan menatap balik Aisyah.

__ADS_1


" Untuk apa? " tanya Aisyah.


" Untuk,,memberitahu dia kalau mamanya belum meninggal


" Cuma itu? Apa ada maksud lain nya? " tebak Aisyah.


Mendengar perkataan Aisyah Inggrit sedikit terkejut dengan pertanyaan Aisyah.


" Maksud kamu?? " tanya Inggrit..


" Yahhh.. aku cuma tanya aja,, jangan banyak ingkah,, banyak drama seperti di dunia sinetron bahkan novel,, aku nggak akan biarkan kehidupan damaiku,, di usik oleh orang yang penting." ungkap Aisyah dengan santai.


" Aku...


" Aku nggak mau nuduh kamu akan kbali mengusik keluarga Barra,, tapi.. aku istrinya hanya ingin kenyamanan anak ku dan kebahagiaan anakku dikotori sama orang yang terlalu ego." jelas Aisyah menyerobot omongan Inggrit


"Aku cuma ingin Sasa tahu kalau...


" Sasa tau,, kalau tante adalah mantan istri Daddy,, orang sudah melahirkan anak daddy,, dan aku pun mengakui aku sudah tau dan anda bisa pergi." ucap Sasa yang tiba-tiba mincul dari arah dalam.


" Sa-sa kamu..


Ucapan Barra terhenti kala Sasa menyelak omongan Barra.


" Aku sudah tahu dad,, dan maaf aku sudah mencuri dengar saat Daddy bicara sama bunda,, dan aku juga tau jika tante ini adalah orang yang melahirkan aku,, jadi tante sudah bisa pergi,, tadi.. kata tante buat ngasih tahu Sasa soal tante yang sudah melahirkan aku,, dan sekarang aku bang ke tante kalau aku sudah tahu, dan kalaupun tante memintaku menerima keberadaan tante,, maaf aku belum bisa.." ungkap Sasa dengan cepat berlari pergi setelah mengungkapkan kebenarannya jika dia sudah tahu kalau Inggrit adalah wanita yang melahirkannya.


Barra yang melihat Sasa berlalu dari sana,, dan di susul Aisyah yang menyusulnya.


" Kamu sudah dengar kan,, apa kata cucu ku.. apa perlu saya panggilkan bodyguard saya untuk menyeretmu pergi." ucap Papa Iman yang muncul dan sebenarnya sudah ada disana mendengarkan apa yang menjadi tujuan wanita yang notabenenya bekas menantunya.


" Tapi..


" Jangan pernah memaksa untuk lebih dekat dengan Sasa,,biarkan mengalir apa adanya,, jika kamu berniat baik,, maka tunjukkan pada anak mu itu. Yang penting tujuan mu sudah tercapai,, ingin Sasa tahu jika kamu belum meninggal." ungkap Barra.


Mendengar perkataan mantan suaminya dan tatapan mantan mertuanya yang terlihat mengerikan akhirnya Inggrit memutuskan untuk meninggalkan mansion Alfarizh.


Bersambung.

__ADS_1


" Para readers maaf untuk hari ini baru sempet up.. karena memang sedang sibuk dan tak Bisa up setiap saat 🙏


__ADS_2