
" Ma_maaf aku terbawa suasana,, aku...
" Nggak papa,, aku yang harusnya minta maaf." ucap Aisyah menunduk malu.
" Kamu nggak papa kalau tadi aku, maksudku perlakuanku tadi." ucap Barra dengan tersenyum samar.
" Nggak papa, maafin Ais ya mas.. soalnya Ais kan be_lum pernah begitu mas." kata Aisyah dengan masih menundukkan wajahnya.
" Heii... lihat aku,,dengar kan aku.. ini mungkin awal dan selanjutnya,, kamu akan terbiasa,, perlahan untuk belajar.. tenang,, ada guru private di hadapanmu sekarang." goda Barra.
" Mass... ihhh,,Mesum..!!" umpat Aisyah memukul manja dada bidang Barra.
?
" Lha.. kan benar,, guru private kamu hanya suami kamu lho.." ucap Barra.
" Iyaa,, aku tahu.. yang udah master,, tapi.. jangan bosen ngajari murid kaya Ais yahh..? " ucap Aisyah dengan senyum mengembang dari bibirnya dan mengalungkan tangannya di leher suaminya.
" Nggak akan,, malah..seneng bisa ngajarin setiap saat." goda Barra
" Dasar..!! " balas Aisyah mencubit pipu Barra dengan gemas.
__ADS_1
" Kok di cubit sih,, bukan di sayang suaminya?" ujar Barra dengan suara manjanya.
Dengan mengikis jarak dan meredam rasa malunya Aisyah mengecup lembut kedua pipi Barra .
Tanpa membuang waktu dan kesempatan Barra menindih tubuh Aisyah, dan menenggelamkan wajahnya dan mempertemukan kembali bibir mereka,, bagi Barra bibir Aisyah adalah candu terbarunya.
Menyalurkan hasr*t yang lama tak terobati,, kini sang dokter cinta pasrah dalam kungkungan Barra,, memasrahkan dirinya sepenuhnya pada sang suami.
Barra yang melihat Aisyah memberikan lampu hijau tanpa sadar Barra sudah menanggalkan kain bagian atas mereka.
Barra dengan tersenyum bangga melihat keindahan yang memanjakan hasr*tnya.
menenggelamkan wajahnya dengan mereguk manisnya sumber vitamin barunya,, sungguh sangat bangga bagi Barra menemukan perempuan seperti Aisyah,, garang di luar polos di dalam.
Tok Tok Tok.
Seketika Aisyah tersadar dengan suara yang membuyarkan angannya. Sementara Barra masih stay di puncak gunung ,dia masih menikmati indahnya angin surgawi.
" Ma_masss..ahhh,,ada,,yang,, ketok,, ketok.. " ucap Aisyah dengan terbata-bata.
Barra dengan terpaksa menghentikan kegiatannya, turun dari bukit indah miliknya dengan wajah frustasi,,karena kegiatan nya dihentikan secara paksa.
__ADS_1
Tanpa merapihkan tampilannya, Barra membuka pintu kamar itu. Seketika sang pramugari menunduk melihat penampilan Barra pastinya dia sadar kesalahannya.
" Ma_maaf tuan,, atas kelancangan saya,sebentar lagi pesawat akan segera landing." ucap sang pramugari dengan perasaan takut dan menunduk.
" Hemm. " jawab Barra dengan singkat dan menutup pintu kamar itu dengan kasar.
Brak..
" Astaghfirullahal'azhim.. mas,, ada apa? " ucap Aisyah dengan memandang suaminya dengan bingung.
" Huffttt.. sorry,, mas tadi nggak bisa..
" Nggak papa,, aku juga halal buat mas kan,, tapi.. alangkah baiknya kita melakukaknya dengan cara yang baik,, okee.. " ucap Aisyah dengan menangkupkan kedua tangannya pada pipi sang suami.
Barra tersenyum saat melihat wajah istrinya,, amarahnya hilang seketika, Barra meraih tangan istrinya dan mengecupnya lalu menarik tubuh Aisyah dalam pelukannya.
" Maafin aku yaa,, ingatkan aku jika aku salah.. tegur aku jika aku melenceng, bimbing aku ke jalan yang benar saat aku tersesat,, kamu mau kan bersabar menghadapi sifat ku?" tanya Barra dengan mengecup pucuk kepala istrinya.
" Iyaa.. pastinya,, begitupun aku,, jika aku berbuat yang sama maka perlalukan aku dengan baik jangan berkata kasar aku nggak bisa mas." ungkap Aisyah
" Okeee,,aku mau ke kamar mandi,,siap-siap karena sebentar lagi pesawat akan Landing ." ucap Barra dan dengan cepat ke kamar mandi mencuci wajahnya
__ADS_1
Sementara Aisyah keluar kamar dan duduk di kursi.Sang pramugari menunduk dengan wajah sungkan pada Aisyah,karena hari ini dia berulah,, sekarang yang di pikirkan adalah pekerjaan nya. Harap-harap cemas dengan kelancangan,yang dia buat hari ini.
Bersambung