
Papa Iman akhirnya menceritakan semuanya, bagaimana Barra yang pernah terpuruk karena ditinggal pergi sang istri yang sangat di cintainya.
Perjuangan yang besar untuk menyembuhkan luka hati Barra, hati yang tertutup oleh kekecewaan karena cinta, dan sifat workeholic nya pun yang membuat Sasa serasa kehilangan sosok orang tua, Sampai akhirnya Sasa di pertemukan dengan Dokter Aisyah yang membuat Sasa jatuh hati dengan gadis berhijab itu dan meminta memanggil Aisyah dengan sebutan bunda.
Kyai Syam mendengar cerita tentang masa lalu Barra dengan seksama, dan Papa Iman pun bercerita jika Barra berubah sejak bertemu dengan Aisyah yang punya karakter keras di depan Barra namun lembut di hadapan Sasa.
" Anakmu itu spesial Wan, gadis yang cantik, baik, mandiri, pintar pokoknya paket lengkap.. kenapa sih.. belum ada yang bisa naklukin hatinya." ucap Papa Iman memuji sosok Aisyah.
" Hahhh.. kamu nggak tau saja Man, itu karena aku terlalu banyak menuntut pada nya sedari kecil aku membentuk dia jadi apa yang aku mau, sampai suatu saat tepatnya dia kelas 3 MTS ( Madrasah Tsanawiah) aku bersepakat dengan Bima sahabat ku waktu kuliah menjodohkan putriku dengan putranya. Aisyah tidak menolak namun, dia mengajukan syarat untuk bersekolah di Jakarta di sebuah asrama sampai dengan dia kuliah mengabil jurusan kedokteran. Akhirnya aku mengabulkan atas dasar janjiku pada Bima, namun.. saat waktunya untuk menentukan tanggal pernikahan Aisyah membatalkan pernikahannya dengan alasan yang aku tak ketahui, sampai aku melakukan sesuatu kesalahan padanya.. dan dia memilih untuk pergi dengan orang tua angkatnya, sekian lama aku menunggu kemaafan dari putriku Man.. baru hari ini dia kembali pada kami Man.. alhamdulillah Alla kabulkan doa kami selama ini dia memaafkan kesalahan orang tua nya sendiri. " terang Kyai Syam dengan tanpa sadar meneteskan air matanya.
" Bersyurlah putrimu kembali dalam keadaan sehat dan juga tanpa kekurangan apapun." ucap Papa Iman memberikan sentuhan pada bahu sahabatnya.
" Iya.. aku bersyukur, dan lebih bersyukur saat tahu bahwa pilihan ku dulu dia tolak, jika dia menerimannya,aku akan merasa bersalah karena memberikan dia luka hati untuk kehidupan Rumah tangganya." ungkap Kyai Syam.
" Baguslah.. itu namanya Allah telah berikan jalannya sendiri. jika bukan jodoh maka tidak akan pernah bersama." ucap Papa Iman.
.
.
Menurut kesepakatan.. mulai malam ini keluarga Barra menginap di paviliun milik Kyai Syam sedangkan Yulia akan menginap di kediaman Kyai Syam. Kearaban Sasa dan Aisyah tak bisa di pisahkan, dimana ada Aisyah di situ ada Sasa, wajah ceria Sasa sangat tergambar disana ,Sasa juga cepat akrab dengan Anak dari Rezki dan Citra kakak Aisyah yaitu Kansha dan anak Zaskia juga Irwan yaitu Ilham.
Mereka sangat senang bisa bertemu dengan sang aunty yang sangat menyayanginya.
Setelah makan malam, terlihat Yulia sedang duduk dengan Zaskia.
" Wah.. lagi reoni nih? " ucap Dimas mendekati sang adik dan Lia.
__ADS_1
" Eh.. bang, abang nggak ngajar? " tanya Kia melihat kehadiran Dimas.
" Nggak, giliran bang Rezki, lagi ghibah yah? " tanya nya
" Sembarangan, asal nuduh.. aku lagi tanya sama Lia, sejauh mana hubungannya sama Barra." ucap Zaskia.
" Ohhh.. aku mau kasih saran mau nggak?" kata Dimas
Kedua wanita di hadapannya pun melihat ke arah Dimas.
" Saran ??" tanya keduanya.
" Iya.. kalian lihat kan dari awal Sasa ketemu Aisyah langsung nempel kayak permen karet, nggak bisa pisah kaya ekor sama badan. Ki.. emang kamu nggak inget sama anak kecil yang di hotel waktu acara di Jakarta beberapa tahun lalu, saat itu Aisyah membatalkan pernikahan nya dengan Arya, kamu ingat.. anak kecil ity tiba-tiba panggil Aisyah itu bunda itu Sasa itu anaknya dan saat abang ngikutin Aisyah ternyata Aisyah ketemu sama Barra, sempat abang lihat Barra nolong Aisyah saat Arya mau buat kasar sama Aisyah, dan kelihatan banget dari mata Barra dia sangat kagum sama Aisyah." ungkap Dimas panjang lebar
" Hahh.. jadi anak kecil waktu itu adalah Sasa, aku nggak tau bang soalnya kan waktu itu bocahnya masih kecil trus ketutupan sama Baby sitter nya." ujar Kia.
" Bukan maksud aku buat menghalangi usaha kamu buat dapatkan cinta Barra, coba kamu pikir.. Sasa nggak nganggep kamu, dan Barra setelah melihat Aisyah dengan drastis berubah.Coba kamu ingat-ingat.. aku nggak mau kamu menyalahkan adiku tapi, setidaknya kamu tahu bagaimana kedekatan mereka bertiga sebelum kamu hadir." Ucap Dimas melihat wajah Lia yang kini berubah sendu.
Saat disana terlihat betapa bahagianya Sasa dengan Aisyah, Barra yang terlihat sibuk denva. ponselnya tak jauh dari pendopo, akhirnya Yulia memberanikan diri mendekati Barra.
Saat Barra tak sengaja melihat Lia mendekat padanya, dengan cepat dia putuskan sambungan ponselnya.
" Bisa kita bicara kak? " tanya Lia dengan menundukkan wajahnya.
" Ada apa, pentingkah? " tanya Barra dengan datar.
" Iya penting, dan ini menyangkut tentang kita." ucap Lia memberanikan diri.
__ADS_1
" Ada apa? " tanya Barra dengan wajah dingin nya.
" Kamu mencintai Aisyah? " tanya Lia tanpa basa basi.
" Maksudnya? " tanya Barra terkejut dengan pertanyaan Lia.
" Iya.. kamu cinta sama Aisyah dalam diam, dan bahkan mungkin kamu nggak sadar perasaan kamu itu, kamu belum mau memulai satu hubungan karena Sasa kan.. tapi, coba kamu lihat Sasa sekarang, dia begitu bahagia saat bersama Aisyah, apa kamu nggak ada keinginan untuk mengkhitbah dia, mumpung ada di sini, dan jangan sampai dia pergi jauh lagi.. kasihan Sasa, dia butuh bundanya.."ucap Lia dengan senyuman kecutnya menertawakan kisah percintaannya selama ini yang selalu gagal.
" Aku nyaman dengan Aisyah, dia wanita yang baik, perhatian dan juga sangat pintar dan mandiri. walaupun, sikap nya ke aku nggak pernah manis, tapi..
" Tapi.. kamu suka, trus tunggu apa lagi?" kata Lia
" Kok jadi kamu yang semangat gitu..? kamu nggak papa kan? " ujar Barra memperhatikan Lia.
" Aku nggak papa, cinta itu tak bisa di paksakan. Memang selama kurang dari satu tahun ini kita dekat sebagai teman, kan ..kamu
tak mau memberikan kepastian sebelum Sasa benar-benar menerima kehadiran orang lain, dan aku lihat sekarang Sasa sudah menerima Aisyah trus apalagi coba,kamu harus gercep alias gerak cepat karena banyak yang menguncar Aisyah." terang Lia dengan senyhm jailnya.
" Kamu nih, udah bisa ngeledek yaa? aku takut, dia nggak bisa terima masa lalu ku Li.. dan aku takut dia Kecewa dengan keadaanku." ucap Barra
" Maka jujurlah.. bicara dari hati kehati, aku temani gimana?" tawar Lia dengan senyuman lebarnya.
" Yakin, nggak sakit hati?" tanya Barra memastikan
" Ngapain sakit hati, kamu belum jadi apa-apa ku lah, dan kamu pria bebas..aku akan mendukungmu." ucap Lia tulus.
" Baiklah kalo begitu.. tolong temani kami.. " mohon Barra.
__ADS_1
Lia hanya menganggukkan kepala tanda setuju dan senyuman manisnya pun terbit dari bibirnya, Barra pun tersenyum menatap indahnya mata Lia.
Bersambung