Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
# Mendadak Khitbah


__ADS_3

Pagi hari setelah sarapan, sebelum Kyai Syam melaksanakan tugasnya mengajar dan mengurusi pesantren. Dia diabuat bertanya-tanya ada hal penting apa yang membuat sahabatnya meminta waktu Kyai Syam untuk berbicara sesuatu.


" Jadi, ada apa ini tiba-tiba memintaku untuk kita bicara serius kali ini? " tanya Kyai Syam memandang sahabatnya.


" Hahhh... ini karena hajat putra ku Wan, Barra ingin menyampaikan sesuatu pada kita." jawab Papa Iman.


" Ada apa nak Barra, apa yang Abah bisa bantu? apa abah di minta jadi saksi pernikahanmu? " tanya Kyai Syam dengan nada bercanda.


" Abah.. mungkin tepatnya meminta Abah untuk menjadi wali nikah. Karena saya mempunyai maksud untuk saat ini, saya ingin meng khitbah putri abah yaitu Aisyah ,jika di perkenankan dan niat baik saya di terima maka.. saya ingin mengajak Aisyah menikah abah." ucap Barra dengan lantang dan tidak ada keraguan dari tutur katanya.


Semua yang mendengar penuturan Barra sangat terkejut, kecuali Aisyah dan pastinya Yulia dan Dimas.


" Apa maksud kamu Barra? " tanya papa Iman karena memang Barra belum sempat memberitahukan niatnya pada kedua orang tua nya.


" Maksud Barra ingin melamar Aisyah untuk Barra jadikan istri Barra pah, itupun atas kesediaan Aisyah juga tentu saja atas ijin dan restu kalian semua." ungkap Barra dengan mantap


Aisyah yang mendengar ucapan Barra merasa hatinya menghangat,terlihat jelas Barra begitu serius untuk menjadi kan dia istrinya dan semua ini tanpa sepengetahuan orang tua mereka sebelumnya.


" Lalu Lia bagaimana Barra, apa kamu tidak kasihan dengan Lia yang sudah lama dekat dengan mu? "tanya Mama Hanna merasa bersalah pada Lia atas niat sang putra.


" Tante, Lia nggak papa.. semua keputusan yang di lakukan Bang Barra juga atas sepengetahuan Lia,kita sudah sepakat untuk menjadi saudara saja. Itu lebih baik, dan cinta juga nggak bisa dipaksakan kan tante.Kami lebih cocok jadi saudara saja." ungkap Lia menjawab rasa bersalah yang terlontar dari mama Hanna.


" Lalu Aisyah, apa kamu tahu soal keinginan Barra yang akan melamar mu? " tanya Umi Maryam pada sang putri bingsu.


" Maaf kan Aisyah Umi, abah.. mungkin Aisyah hanya bisa menyusahkan, namun niat mas Barra untuk menkhitbah Aisyah sudah dia. sampaikan semalam dengan saksi kak Lia dan Bang Dimas." ucap Aisyah dengan menatap sekilas wajah-wajah orang yang ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


" Jadi kamu sudah tahu juga Dimas, atas niatan Barra mengkhitbah adikmu? " tanya Kyai Syam menatap tajam kearah Dimas.


" Maafkan Dimas abah, semalam memang Barra menyampaikan niatannya pada Dimas dan awalnya Dimas memertanyakan soal kedekatannya dengan Lia, Barra bilang mereka hanya kawan rapat dan itupun Dimas sudah konfirmasikan pada Lia dan membenarkan perkataan Barra, dan Dimas rasa nggak ada yang salah dengan niat Barra dengan mengkhitbah adik Dimas maka Saya sebagau seorang kakak yang selalu tahu hati adiknya yang sudah berlabuh di dermaga cinta si Duda jomblo ini yah... akhirnya Dimas setuju saja." jawab Dimas dengan sedikit banyolan.


" Abang.. ihh.. kenapa harus ngomong begitu sih? " bisik Aisyah ,protes dengan apa yang abangnya katakan.


" Iyah.. kan bener kamu udah cinta Barra sejak lama kan,emang Abang nggak tau apa.. niat kamu balik Ke Indonesia apaan,jangan panggil Dimas kalau aku nggak tau soal adik manjaku ini?!" goda Dimas pada sang adik.


" Abang is the best. " bisik Aisyah dan seperti biasa kekonyolan saudara itu pun kembali terlihat.


Kyai Syam yang sedari tadi menatap kedua anaknya, mengulas senyum.. karena dia tahu kalau putrinya akan bahagia dengan pilihannya.


" Baiklah, saya sebagai orang tua Aisyah hanya bisa merestui niat baik nak Barra, namun... jika suatu saat sebelum pernikahan terjadi.. dan nak Barra mempunyai pilihan lain, maka berterus teranglah pada kami, bersikap jujur dab tegas seperti saat ini kamu meminta restu pada kami." ucap Kyai Syam.


" Jadi bagaimana nak Aisyah, apa anak kami yang Jomblo akut ini di terima lamaranya? "tanya Mama Hanna dengan senyuman lebarnya.


Semua orang yang diruangan itu tertawa mendengar ledekan mama Hanna.Sedang Barra yang menjadi bahan candaan terlihat seperti biasa datar.


" Bismillahirohmanirrohim.. atas restu abah dan umi.. Aisyah menerima niat baik mas Barra." ucap Aisyah dengan senyuman tipisnya dan menundukkan wajahnya.


" Alhamdulillah." ucap semuanya.


Barra sangat senang mendengar jawaban dari Aisyah.


" Baiklah, jika begitu.. abah serahkan kapan kalian akan melaksanakan niat baik itu." ucap Kyai Syam dengan wajah yang terlihat bahagia melihat wajah putrinya yang terlihat sangat bahagia menjawab pinangan Barra, berbeda saat perjodohan waktu bersama Arya.

__ADS_1


" Bismillahirohmanirrohim.. Barra niatkan pernikahan ini akan kita laksanakan hari jum'at besok." ucap Barra dengan lantang.


" Hahh.. kamu yang benar saja Barra, ini nikah bukan mainan, Aisyah anak bungsu keluarganya pasti ingin pernikahan anak mereka meriah dan juga nggak serta merta kamu seenaknya menetukan tanggal, sabar.. " ujar papa Iman mendengar keputusan sang putra.


Ucapan Barra memang membuat semuanya terkejut, Aisyah pun kaget dengan perkataan Barra.


" Barra tahu Pah.. Aisyah anak bungsu abah Syam tapi, niat Barra itu kita nikah dulu.. dan untuk resepsi bisa kita lakukan nanti, menurut Barra dengan intensitas pertemuan kita nanti kalo kita menyiapkan pernikahan tentu saja mungkin ada singgungan fisik atau bisa-bisa kita jalan berdua, untuk menghindari fitnah makanya Barra ingin kita menikah jum'at besok sebelum sholat jum'at, bukan Barra nggak sabar untuk menikahi Aisyah tapi, ini demi. marwah Aisyah sebagai calon istri Barra.Maaf jika Barra terkesan terburu nafsu." terang Bara pada semuanya.


" Kalau itu alasan kamu, abah setuju saja.


Tinggal kesediaan Aisyah saja mau mengikuti pemikiran Barra atau ada alternatif lain, kalau Aisyah menyetujui keputusan Barra maka,kita setelah ini bisa menyiapkan berkas untuk kebutuhan legalitas pernikahan kalian. Tapi, apa Aisyah sudah tahu apa yang terjadi di masa lalu Barra dan sebaliknya juga dengan masa lalu Aisyah? " ucap Kyai Syam


Di hati Kyai Syam dengan rasa senang dengan sikap tegas Barra dan juga keyakinan Barra untuk menikahi putrinya.


" Alhamdulillah Barra sudah cerita dengan Aisyah apa yang terjadi di masa lalu Barra abah, dan Barra juga sudah banyak tahu tentang apa yang terjadi di masa lalu Aisyah." jawab Barra dengan memandang Aisyah sekilas.


" Alhamdulillah kalau begitu kalian saling terbuka dan abah ingin menanyakan keputusan Aisyah tentang usulan Barra." tanya Kyai Syam dengan senyuman tipisnya pada sang putri.


" Aisyah serahkan sepenuhnya pada abah, karena Abah yang akan menikahkan Ais.. jika di tanya apa yang ada di hati Aisyah, Insyaallah Aisyah setuju dengan keputusan mas Barra dengan mempertimbangkan alasan yang di utarakan tadi." ucap Aisyah dengan melirik Barra yang ada duduk lurus di depannya.


" Baiklah, hari ini kita urus semua yang harus kita siapkan untuk acara ijab qobul Barra dan Aisyah, dan Abah berharap pada anak-anak abah untuk membantu persiapan acara inti. Dan untuk resepsi nanti kita bicarakan lagi." ucap Kyai Syam


Semua setuju dengan koorsinasin dari Kyai Syam, kedua keluarga terlihat sangat bahagia dengan lamaran mendadak Barra. Tak menyangka, liburan kali ini.. akan terkesan, selain berlibur Barra pulang bawa istri..


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2