
Malam menjelang, Barra dan Aisyah sudah ada di kamar mereka dan bersiap untuk tidur.
" Mas, apa ada yang kamu pikirin?" tanya Aisyah melihat suaminya yang melamun.
" Ehh.. nggak yang, cuma aku kepikiran sama Sasa." jawab Barra
Aisyah meraih tangan suaminya dan mengecupnya. menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya.
" Mas aku nggak akan maksa kamu buat cerita semuanya, tapi.. aku siap untuk mendengar keluh kesah kamu, aku istrimu.. bagaimana pun dalam rumah tangga kita harus kerja sama. Sasa juga anak ku mas, aku nggak akan pernah membedakannya dengan anak kandungku, dia sudah jadi anak pertama kita. Kesedihan nya juga kesedihan ku, kebahagiaannya juga kebahagiaan ku." ujar Aisyah.
" Ais, aku sudah gagal mendidik mamamnya Sasa tapi, aku nggak ingin jadi daddy yang kejam dan juga tak bisa bahagiakan anak ku. Jujur, tadi siang.. saat aku ke tempat Arya disana ada Inggrit." ungkap Barra.
Deg
Hati Aisyah mendadak jadi tak karuan mendengar nama mantan istri suaminya.
Namun, sebisa mungkin dia menahan kesalnya, karena memang juga pengaruh hormon kehamilan yang kadang merasa ingin posesif pada suaminya juga sang abah.
"Terus? "
" Dia nanyain Sasa, aku bilang jangan ganggu kita. Karena memang aku rasa Sasa tak butuh dia lagi, ada kamu yabg menjadi bunda nya sekarang. Apalagi kalau orang hamil hormonnya kan nggak seimbang dan bisa berubah sewaktu-waktu.Aku takut kamu terganggu adanya dia disekitar kita." ucap Barra.
" Dia masih punya suami? " tanya Aisyah.
" Setahuku masih, Drew masih bersama nya. Namun, entah kemana dia, saat ini mereka tak bersama karena setahu ku Kevin pernah bilan mereka tinggal di Singapura selama ini." terang Barra.
" Apa mereka ada masalah yaa..? " tebak Aisyah.
" Entahlah, aku juga nggak mau kepo.Yang terpenting salam hidup ku adalah kamu dan Sasa juga calon anak anak kita nanti."
" So sweet.. " puji Aisyah
" Hahahaha... nggak pantes aku gombal yaa? "Barra bergelak mengingat apa yabg dia ucapkan.
" Terima kasih kamu mau jujur padaku mas, sekarang kamu maunya gimana? " tanya Aisyah.
" Apa aku selama ini kejam sudah memalsukan kematian Inggrit dari Sasa, saat itu aku nggak bisa mikir sama sekali, aku dan keluarga ku menganggap Inggrit sudah mati bagi Sasa. Makanya aku ingin Sasa melupakan sosok wanita itu. Sampai sekarang aku belum tahu tanggapan Sasa setelah tahu mamanya masih hidup." ucap Barra.
" Nanti kita bahas sama Sasa ya mas.. sekarang kita tidur, sudah larut malan.. ngantuk." ungkap Aisyah.
__ADS_1
Akhirnya Aisyah dan Barra memejamkan mata, Aisyah sangat nyaman jika sudah ada di pelukan suaminya.
Keesokan harinya jam satu siang Arya dan Anne juga Kyai Safi datang ke tempat Kyai Syam.
Mereka sudah duduk di pendopo tempat biasa para tamu Kyai Syam menunggu empunya rumah.
" Assalamualaikum.. " salam terdengar saat mereka duduk menunggu
" Wa'alaikum salam .." jawab ketiga tamu yang melihat Kyai Syam dan para anak menantunya beru pulang dari masjid di lingkungan Pesantren.
" Maaf kalian semua harus menunggu." ujar Kyai Syam
" Nggak papa Ji, kita juga tadi dari kantor advokat langsung kesini, sempet singgah di masjid." ujar Kyai Safi.
" Berarti belum makan siang nih, kita makan sama-sama,umi tolong langsung disiapkan semuanya kita makan di pendopo saja." ujar Kyai Syam
" Baik bah.." ucap Umi Maryam dan langsung masuk ke dapur untuk bilang ke para simbok siapin makanan di Pendopo.
"Sasa ngapain kamu di sini sayang?" tanya Umi Maryam melihat cucunya duduk di ayunan di bawah pohon jambu belakang rumah.
" Nggak papa Uti, ehhh.. iya..tamu Aung udah pulang belum? " tanya Sasa
" Belum, kita makan yuk.. sekalian sama tamu aung juga." ajak Umi Maryam
Semua sudah berkumpul di pendopo untuk makan siang bersama.
Anne dan Aisyah pun tak merasa canggung lagi, entah sejak ketemu tadi dengan Aisyah Anne dengan berani meminta waktu untuk bicara berdua.
Flashback On.
Aisyah dan para simbok sibuk menyiapkan hidangan makan siang sederhana di pendopo.
" Aku bantu Ais. " ucap Anne tiba-tiba saat Aisyah ada si dekatnya.
" Nggak usah, kamu kan tamu.. " tolak Aisyah dengan senyum
" Sekalian ada yang aku ingin bicarakan sama kamu." ucap Anne
Aisyah berfikir sejenak dan menggangguk menyetujuinya.
__ADS_1
" Maafin aku Ais, kesalahan ku sangat fatal dulu." ucap Anne saat mereka sampai di dapur.
Mendengar penuturan Anne, Aisyah menggiring Anne ke ruang makan dekat dapur.
" Kamu kenapa, ada masalah. Anne aku sudah lama maafin kamu. Aku rasa kamu bukan penyebab dari apa yang terjadi dalam hidupku, ini sudah takdir. Percayalah semua sudah di gariskan Allah untuk kita." ungkap Aisyah.
" Tapi, kalau aku tak pernah mencoba masuk kedalam hubungan kalian ,pasti kalian sudah menikah." ujar Anne.
Aisyah tersenyum mendengar perkataan Anne. " Anne walaupun kamu berusaha tidak masuk sekalipun, kalau takdirnya aku tak berjodoh dengan Arya sampe kapan pun juga nggak akan sama-sama. Dan aku sekarang bersyukur aku sudah dapat apa yang aku harus pilih,hati kita sudah memilih. Jadi, jangan pernah menyesali apa yang kita pilih." ucap Aisyah dengan menggenggam tangan Anne.
" Arya akan menikah lagi." ucap Anne
Deg
Mendengar ucapan Anne kini Aisyah pun mematung.Dunianya terasa berbalik kemasa lalu. Saat mendengar perkataan Arya dulu, setelah menikahi Aisyah dia akan menikahi Anne menjadi madunya. Kini kenyataannya Anne yang akan berada si posisi yang dulu Aisyah tinggalkan.
" Maksudnya, kamu nggak bercanda kan?" tanya Aisyah menatap Anne dengan penuh dengan perasaan tak percaya.
" Setidaknya itu yang dia katakannya Ais, setelah tahu sisi gelap ku. Aku yang tak sempurna Ais. Aku tak akan bisa menghadirkan zuriat untuk Arya." ucap Anne dengan wajah sendu.
" Astaghfirullahal'azim.. kenapa, maksudnya kenapa dia berpikir untuk menikah lagi. Dia sudah memilih mu dan itu pilihannya dulu. Kenapa sekarang dia nggak terima apa yang Allah takdirkan untuk nya. Masih banyak anak-anak yatim piatu yang bisa kalian adopsi. Jangaj mementingkan nafsu semata, Astaghfirullahal'azim.. Arya,trus..kamu terima begitu saja?" tanya Aisyah melihat ke arah Anne dengan perasaan yang sangat penasaran.
" Aku serahkan pada Allah tentang takdirku Ais...hiks.. hiks.. " ucap Anne dengan mata yang sudah memerah dan air mata yang jatuh dari matanya.
" Anne, kamu nggak ngasih opsi buat kalian adopsi? " tanya Aisyah.
" Sudah,aku sadar saat Arya melihat Inggrit sepertinya dia tertarik." ucap Anne membuat Aisyah terkejut dan semakin merasa geram dengan Arya.
" Apa Inggrit belum bilang kalau dia masih punya suami? "batin Aisyah.
" Anne maaf ,aku mau tanya.. apa Inggrit sudah cerita kalau dia punya suami? " tanya Aisyah dengan wajah yang terlihat serius
" Inggrit sudah cerita soal dia yang berstatus mantan istri Barra, dan ibu kandung Sasa dan dia bilang jika dia akan memproses perceraian nya dengan suaminya yang terlalu sibuk dengan dunianya." ucap Anne
Aisyah yang mendengar penuturan Anne menghela nafas dalam dan menatap Anne dengan sedih. Entah kenapa mereka berdua sekarang dihadapkan dengan orang yang sama.
Namun, Aisyah ingin mengetahui secara detail apa yang terjadi sebenarnya dalam hidup Inggrit setelah berpisah dengan suaminya.
Aisyah juga bicara pada Anne supaya tak terlalu memikirkan tentang Inggrit, dan dia juga akan membantu Anne, jika Arya tertarik dengan Inggrit, bukan mau turut campur urusan orang lain namun, semua itu akan berimbas pada Sasa.
__ADS_1
Flashback Off
Bersambung.