
Di sebuah restaurant yang ada di Jogja kini Barra dan Aisyah berada .
" Kamu yakin dia akan datang mas?"tanya Aisyah menatap suaminya.
" Aku juga tidak yakin..tapi,jika dia masih membutuhkan istrinya dia akan datang."jawab Barra
Aisyah tahu jika Barra sekuat tenaga untuk tidak mengingat apa yang terjadi di masa lalu.Bartemu dengan orang yang menghancurkan keluarganya.Sasa adalah korban dari kondisi yang mereka lakukan.
"Selamat siang ."tegur seseorang yang berpakaian formal berdiri di hadapan Barra dan Aisyah.
" Apa kabar bro..!" sapa nya dengan wajah sinis
" Jauh lebih baik dari kamu.." jawab Barra tak kalah sinisnya.
" Hahahaha...aku tahu,apa ini wanita pengganti Inggrit ?"tanya nya dengan nada yang terlihat tak percaya.
" Bukan pengganti,dia memang istriku yang sangat menyayangi anak-anaknya." jawab Barra dengan santai.
" Wooww...berarti dia tahu kalau Inggrit lebih memilih aku dari pada laki-laki yang hanya punya showroom mobil kecil."ledeknya.
" Maaf tuan,saya bukan wanita matre atau wanita murah*n yang tega meninggalkan suami dan anaknya demi laki-laki yang hanya bisa berkata manis di hadapannya." sindir Aisyah.
"Apa maksudnya..kau menyindirku..!!" bentak Orang itu yang tak lain adalah Drew laki-laki yang masih berstatus suami Inggrit
" Heii..jangan pernah kau bentak istriku ." teriak Barra
Teriakan Barra membuat Aisyah sedikit terkejut dan mengusap lengan suaminya.
" Wooww..punya nyali juga Lo sekarang..?!" ucap Drew dengan sinis
__ADS_1
" Apa kau tidak heran,kalau orang ku bisa menemukan mu yang sembunyi di Singapura selama ini ..hebat bukan,seorang pemilik showroom mobil kecil bisa menemukan pria dengan kekayaan melimpah dan sampel bisa kau mengikuti keinginannya."
Drew baru teringat dengan apa yang di katakan Barra . Asisten nya bilang ada seseorang yang bertemu dengan istrinya di Jogja dan mengundannya untuk bertemu dan asistennya bilang dia adalah salah satu orang ternama di kalangan pebisnis di Eropa.
Drew baru sadar akan hal tersebut dan menggeleng cepat dan menepis pikirannya yang sekarang berpikir jika Barra sedang memanipulasi semuanya
" Kenapa ,baru sadar kalau Saya bisa lebih dari apa yang kamu pikirkan ."ucap Barra dengan aura dingin nya.
Sementara di sisi lain Inggrit yang ada di rumah Kyai Safi sedang bersiap untuk memenuhi undangan butik yang selama ini dia ingin kerja sama.
" Kamu mau kemana mba?"tanya Anne melihat dandanan Inggit siang ini.
" Aku dapat undangan makan siang dengan salah satu pemilik butik yang cukup terkenal di Asia,sudah lama aku mengajukan kerja sama dengan usaha WO ku jadi,aku nggak mau lewatin kesempatan baik ini Anne." ungkap Inggit
" Semoga berhasil,aku rasa jangan hanya ambisi yang tinggi untuk mencapai suatu tujuan,yang perlu adalah sebuah keikhlasan menjalani apa yang kita lakukan dan untuk hasilnya serahkan kepada Allah,hanya Allah yang tau apa yang terbaik untuk kita.Yang penting kita sudah berusaha sekuat tenaga dengan jalan yang benar."ucap Anne dengan wajah yang menyunggingkan senyuman manis.
" Aku hanya beri saran saja,karena setahu ku ..orang yang kau anggap remeh belum tentu dia di bawah mu."ucap Anne dan langsung melenggang pergi.
" Kenapa dia,aneh.."gumam Inggrit
Tanpa membuang waktu Inggit melangkah meninggalkan tempat dimana dia sekarang tinggal dan memesan taxi online.
Tak butuh waktu lama sekitar satu jam dia sampai di tempat dimana orang dari Queen's Boutique.
Inggrit melangkah masuk ke dalam restaurant dengan gaya elegannya,dan mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.
"Selamat Siang Nyonya Inggrit,apa benar itu nama anda ?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di depan Inggit.
"I_iya saya Inggrit,apa anda yang menelpon saya?"tanya Inggrit memindahkan penampilan wanita yang ada di depannya saat ini.
__ADS_1
Wanita berhijab dengan wajah cantik dan anggun.Dia adalah Lia yang beberapa waktu lalu ditawarkan oleh Aisyah untuk membantunya mengelola butik miliknya walaupun tidak secara langsung terjun melakukan transaksi namun dia tetap di berikan tugas penting oleh Aisyah untuk semua kerja sama dengan pihak lain.
" Silahkan ,saya akan antar anda menemui owner Queen's Boutique." ucap Lia mengarahkan Inggrit ke sebuah ruangan private
Ceklek..
" Maaf..tamu mba Ais sudah sampai." ucap Lia menggunakan embel-embel mba di depan nama Aisyah.
" Oh iya kak..terima kasih,suruh masuk saja kedalam." ujar Aisyah.
" Kalian memiliki janji dengan orang lain ,disaat kalian masih ada urusan dengan ku,kalian mempermainkan aku...!!" bentak Drew
"Drew..!!" tegur Inggrit yang baru masuk dalam ruangan itu.
" Inggrit, wow.. keren sekali kamu.Pergi tanpa kasih tahu aku,terus apa ini..kalian memiliki hubungan di belakang ku..!!" tuduh Drew pada Inggrit dan menatap tajam kearah Barra.
" Maaf Mr Drew,saya yang mengundang nyonya Inggrit untuk bertemu..karena WO miliknya sudah beberapa kali melakukan penawaran pada Queen's Boutique milik kami,jadi tidak ada salahnya sekalian kita silaturahmi.Saya memang orang baru diantara kalian,tapi .. sebagai istri mas Barra saya juga punya kewajiban untuk membuat dia nyaman saat bersama saya.Kalian mungkin punya masalah di masalalu,tapi..apa kalian tidak pernah berfikir kalau yang menjadi korban bukan kalian bertiga tapi,ada Sasa yang menjadi keegoisan kalian . Terutama anda nyonya Inggrit..saya sebagai calon ibu dan juga ibu sambung Sasa,saya merasa tak tega melihat anak saya begitu tertekan selama ini.Apa boleh saya meminta pada anda tolong kasih waktu Sasa untuk paham akan semua nya.Dia masih sangat kecil untuk terlibat dalam masalah kalian.Mas Barra sudah tidak membenci kalian .Hanya mas Barra ingin hidup tenang tanpa permusuhan diantara kita.Sudah cukup lima belas tahun kalian bermusuhan,tidak baik kan.. memberikan contoh pada Sasa untuk meniru perilaku kalian.Mr Drew sampai saat ini saya rasa Nyonya Inggrit masih setia dengan anda.Namun,jika anda terus_terusan begini tidak menutup kemungkinan ada orang yang akan merebut istri anda sama seperti apa yang dulu anda lakukan."
Ucapan Aisyah yang terdengar panjang lebar dan terdengar sangat memojokkan Inggrit dan Drew.Namun,jika di pikir semua nya benar dengan apa yang ada sekarang.
Namun,untuk perkataan Aisyah yang terakhir membuat Drew mendelik tajam pada Aisyah .Perkataan nya sungguh membuat Drew geram.
" Jangan pernah pandang istriku seperti itu atau kau akan menyesal Drew..!!" bentak Barra
Semuanya terkesiap mendengar bentakan Barra. Dia berubah menjadi garang melihat sang istri yang dia cintai mendapatkan tatapan tak menyenangkan dari Drew.
Barra bukan lagi seperti dulu ,kini dia sudah ingin menunjukan siapa dia sebenarnya.
Bersambung
__ADS_1