
" Kamu.. ngapain kamu disini?!! " bentak Barra dengan wajah yang tak bersahabat melihat ke arah Inggit.
" Aku yang mau tanya kenapa kamu disini? " tanya Inggrit dengan wajah sendu.
" Bukan urusan mu, dan kita pun nggak ada urusan. Kamu perlu di ingatkan sekali lagi.. dulu kamu bilang jangan pernah anggap kita saling kenal sekarang kenapa sibuk buat tegur saya.. hahhh!!! " ucap Barra dengan wajah sinisnya.
" Barra.. " seru Kyai Syam.
" Abah." jawab Barra, terkejut melihat mertuanya di depan pintu bersama Kyai Safi, Arya, Anne dan Umi Ratih.
" Ada apa ini, kamu kenal sama wanita ini?" tanya abah Syam.
" Nggak penting bah,abah sudah selesai.. besok kami tunggu kedatangan kamu ke tempat Abah Syam. Saya sarankan nggak usah terlalu menampung orang asing yang berlagak jadi korban namun, dia ingin memanfaatkan kebaikan orang lain." sindir Barra melirik sang mantan istri.
" Barra, aku ingin ketemu Sasa." ucap Inggrit tiba-tiba menghentikan langkah Barra yang akan beranjak meninggalkan tempat itu.
" Berusahalah sendiri, jika Sasa tak mau jangan pernah memaksa apa yang kamu inginkan, hanya karena suami kamu sudah bosan dengan mu.. baru kamu ingat dengan Sasa, bayi yang kamu tinggalkan saat baru kamu lahirkan dan buat terlihat menyedihkan adalah itu demi laki-laki kaya yang bisa membuatmu puas untuk menikmati kekayaan dunia bebas, sampai kamu tega meninggalkan bayi merah kamu dab suami kamu yang saat itu sedang berjuang, seorang ibu yang baik akan merawat anaknya walaupun suaminya nggak sekaya selingkuhannya." ucap Barra.
Semua orang yang disana bisa melihat betapa Barra di liputi aura marah yang begitu jelas.
Abah Syam yang sudah mengerti akan perasaan menantunya yang pernah terluka batinnya , hanya bisa mengelus punggung Barra dan berbisik beristighfar.
__ADS_1
" Sebaiknya kita pulang, dan mungkin Aisyah sudah menunggu makanan pesanan nya." ucap Abah Syam untuk sedikit meredakan rasa marahnya.
" Iya abah, kita harus cepat pulang.. aku nggak tega lihat istriku harus menunggu lama hanya untuk memakan rujak buatan Abah." ucap Barra.
" Ya sudah ayo.. maaf Saf ,kita harus pulang karena tadi Aisyah sudah wanti-wanti juga..besok kami tunggu di pesantren." ucap Kyai Syam
" Baiklah, pasti kami kesana. Kalian hati-hati maaf jika ada perlakuan kami yang kurang berkenan." ucap Kyai Safi sadar akan ketidak sukaan Barra terhadap tamu mereka.
" Semua oke kok.. hanya memang kita harus cepat pulang." jawab Barra yang menyadari kelakuannya tadi sempat membuat anggota keluarga Kyai Safi bingung.
Akhirnya mereka langsung pergi meninggalkan kediaman Kyai Safi.
" Abah, maaf kalau sikap Barra tadi keterlaluan."ucap Barra pada mertuanya.
" Iya bah, Barra selalu berusaha untuk mengikhlaskan semuanya." jawab Barra
" Alhamdulillah, abah yakin kamu bisa jadi imam yang baik buat keluarga kamu." ucap Abah Syam dengan mbuat menantunya keluar dari masa lalu yang menghantuinya selama ini.
Di ruang tamu kediaman Kyai Safi, terlihat Inggrit menangis karena mengingat semua yang terjadi pada dirinya dan dia yang sudah jahat pada suami dan anaknya dulu karena demi harta dan cinta butanya.
Dia baru sadar jika lebih baik di cintai dari pada kita mati-matian untuk mencintai seseorang yang tak pernah menghargai kita.Inggrit yang dulu terbiasa hidup mewah menjadi orang yang tamak.Inggrit dulu tak dekat dengan Barra namun, saat Inggit tahu jika Barra dulu sangat bucin padanya akhirnya memanfaatkannya padahal semata hanya sekedar memanfaatkan sementara hatinya lebih suka dengan Drew dan saat menikah dengan Barra tiba-tiba Drew mencintainya dan saat itu Inggrit berjanji untuk pergi bersama Drew setelah melahirkan.Apalagi saat itu usaha Barra yang baru tak semaju sekarang, Inggrit tak tahu bahwa Barra lebih dari apa yang Drew punya itu karena Barra,papa Iman menutupi identitas Barra sebagai pewaris.
__ADS_1
" Apa kamu lebih baik ?" tanya Anne pada Inggrit yang sudah berhenti menangis.
" Iya, terima kasih. Aku hanya sedang mengingat dosaku pada Barra dan anak kami." ucap Inggrit.
Duarrrrrr
Betapa terkejutnya mereka saat mendengar fakta jika ternyata Inggrit dulu punya hubungan yang begitu jauh dengan Barra. Mereka awalnya berfikir jika Barra dan Inggrit hanya mantan kekasih tapi, kenyataan mencengangkan terungkap saat tahu Inggrit dan Barra mempunyai seorang anak.
" Maksud kamu, kamu ibu kandung Sasa anak Barra? "tanya Arya.
"I_iya saya ibu kandung Sasa, saya juga yang tega meninggalkan bayi merah itu demi laki-laki lain. Setelah pergi dan lama tak kembali aku yang mengajukan perceraian dengan Barra." jelas Inggrit.
" Kamu tega sekali dengan anak kamu, kamu ibu yang kejam.Kami saja ingin punya keturunan tapi, kami tak bisa sementara kamu.. dengan teganya meninggalkan bayi merah tak berdosa demi laki-laki lain...Breng*ek kamu..!! " umpat Arya kesal dengan kenyataan yang ada.
" Memang aku kejam, makanya aku ingin minta maaf dengan Sasa dan juga Barra namun, anak ku yang dari awal tahunya aku sudah tiada makanya dia tak menerima ku, Aisyah pun sudah mencoba menjelaskan pada Sasa tapi, anak ku belum mau menemuiku." terang Inggrit.
" Kalau Umi jadi Sasa pun mungkin lebih parah sikapnya. Kalau kamu sudah benar-benar tobat, coba saja terus untuk minta maaf pada anakmu.Tapi ,umi peringatkan jangan pernah menghap lebih dari kata maaf dari mereka yang kamu sakiti. Apalagi kamu berniat memisahkan mereka.. tentu banyak orang yang akan menjadi lawanmu, dan itu termasuk Umi, Aisyah pernah menjadi calon menantu keluarga ini tapi, karena Arya sudah lebih memilih Anne." ungkap Umi Ratih dengan panjang lebar.
" Sudahlah mi, semua sudah menjadi suratan takdir buat Arya.Aisyah adalah anak yang baik di pertemukan dengan Barra yang juga pria baik, yang Abi lihat mereka sangat bahagia. Apalagi diantara merekaa ada Sasa dan sekarang Aisyah sedang mengandung anak Barra. Kyai Syam dan Umi Maryam orang yang baik berhak bahagia juga. Aisyah adalah pribadi yang tak pernah mendendam, kalau marah pun itu wajar karena rasa kecewa dan marah itu manusiawi, Abi bersyukur kita sudah dapat maafnya Aisyah yang pernah kita kecewakan." ucap Kyai Safi.
Arya yang mendengar ungkapan hati kedua orng tuanya pun hanya menunduk dan merenung dengan semua yang dia lakukan dengan Aisyah. Anne pun sudah sadar dengan takdir yang dia jalani sekarang. Inggrit yang mendengar penuturan kedua orang tua Arya pun merasa Barra begitu cocok dan bahagia dengan kehidupan barunya. Sementara dirinya hanya bisa menyesali perbuatannya dulu.
__ADS_1
Bersambung