
Setelah membicarakan hal yang mengganggu pikirannya Barra sudah sedikit lega, dan tinggal mencari waktu yang tepat untuk cerita dengan sang putri dengan kebenaran apa yang terjadi dengan Daddy dan maminya.
Saat makan malam tiba,, dan terlihat Sasa yang belum bergabung bersama mereka.
" Sasa mana Ais? " tanya Abah Syam.
" Astagfirullah,,maaf abah Ais lupa.. saking lamanya di dapur tadi." ucap Aisyah.
" Biar saya saja non, yang manggil neng Sasa." ucap salah satu ART keluarga Alfarizh.
Akhirnya Aisyahpun mengangguk menyetujui usulan sang ART. Dan tak lama berselang, terlihat sang ART berjalan cepat ke arah meja makan.
" Tuan Muda, Tuan besar maaf pintu kamar non Sasa di kunci saya ketuk-ketuk nggak ada jawaban." ucap ART bernama Yasih.
" Tenang mba.. biar aku yang lihat mas,, kamu makan aja dulu." ucap Aisyah melangkah naik ke lantai dua dan menuju ke kamar anak sambungnya.
Tok tok tok
" Sayangg... ini bunda nak,, bisa bunda masuk,,please sayangg.. jangan buat daddy sama bunda khawatir nak.. " teriak Aisyah di depan kamar Sasa.
Tok tok tok.
Ceklek.
" Bundaaa... hiks.. hiks.. hiks.. " akhirnya Sasa membuka pintu kamarnya dan langsung memeluk Aisyah.
" Eeehhh.. ada apa ini sama anak bunda,, kita masuk... kamu kenapa dari tadi di panggil sama mba Yasih nggak jawab atau buka pintu,,kamu sakit? " tanya Aisyah dan mengecek kening Sasa mengecek panas atau tidaknya.
" Aku nggak sakit itu bun, tapi.. aku sakit hati sama Daddy.. hiks hiks hiks.. " adu Sasa.
" Lho.. kok sama daddy, emang Daddy salah apa sama kamu,coba cerita sama bunda. " ucap Aisyah dengan lembut.
" Bunda janji kalau bunda jujur sama Sasa?" ucap Sasa menautkan kelingkingya ke kelingking Aisyah.
__ADS_1
" Coba kamu jelasin sama bunda, kamu kenapa jadi begini? " tanya Aisyah.
" Bunda jawab jujur perempuan yang ketemu sama kita tadi siang itu siapa, apa benar dia mama kandung aku,, apa benar dia belum meninggal,, kenapa daddy bohong kalau mama sudah meninggal..kenapa bun, kenapa Daddy harus bilang mama sudah meninggal !!" tanya Sasa dengan perasaan kecewa pada sang daddy karena membohonginya.
" Karena dia sudah tega ninggalin anaknya yang baru lahir demi..
" Masss... cukup, cukup jangan di teruskan !!!" potong Aisyah dengan suara tinggi menghentikan ucapan suaminya.
" Ada apa ini,, Barra, Aisyah kenapa kamu menengking bicara dengan suamimu..? dia suami mu nak.. " ucap Kyai Syam menatap anak dan menantunya melihat cucunya yang sudah menangis di pelukan Aisyah.
" Maaf abah,, bukan maksudnya Aisyah seperti itu." jawab Aisyah saat sang abah mengingatkannya.
" Sebenarnya ada apa kalian,, kenapa Sasa sampe nangis begitu?" tanya papa Iman pada putranya.
" Daddy jahat, bilang kalau mama Sasa..
" Mamang dia sudah mati,, dia sudah sudah ninggalin kamu Sasa...!!" Ucap Barra dengan langsung meninggalkan kamar sang putri.
.
.
" Ada apa kamu, sampe marah banget sama anak juga istri kamu,, trus sampe Aisyah menengking ke kamu? " tanya Papa Iman saat mereka sudah ada di belakang mansion.
" Dia kemabali pah,, aku nggak sengaja ketemu dia di restoran tadi,, trus dia menanyakan Sasa,, dia ingin bertemu dengan Sasa selayaknya ibu dan anak,, aku nggak bisa pah.. seenak nya dia ninggalin aku juga Sasa yang masih merah,, apa pantas di panggil mama sama Sasa,, memang lah aku salah sudah membohongi Sasa soal kenyataan ibu nya masih hidup, papa tahu kan.. apa yang aku rasa kan dulu,, lelah pah.. aku nggak mau berurusan dengan masa lalu,, cape.. buat aku selama 8th terjebak dalam masa lalu,,sekarang aku sudah punya keluarga baru,, aku nggak mau dia mengacaukan keluarga ku lagi, Sasa cukup bahagia sama kita,, entah apa yang membuatnya kembali." ungkap Barra dengan mata yang berkaca-kaca.
" Tapi,,kamu harus menjelaskan mengapa kamu sampai bohong soal mama nya,, anak kamu sudah beranjak dewasa,, kamu harus mengakui itu,, dari pada dia mendengar cerita dari orang lain mendingan tau dari kita kan,, dan berdamailah dengan masa Lalu,, ada Aisyah untuk kamu dan juga Sasa." ucap Papa Iman.
Sasa yang ada di balik pohon,, mendengar ucapan sang daddy juga sang Opa akhirnya mengurungkan niatnya.Sasa awalnya ingin meminta maaf ada sang Daddy karena menurut Aisyah Sasa bersikap melukai Daddy nya dan menjelaskan jika sang Daddy sangat menyayangi dirinya.
Sasa pun berfikir jika dirinya sudah keterlaluan, dan melukai hati sang daddy.
Akhirnya dia ingin minta maaf atas tindakan nya namun, ada fakta yang di dengar tanpa sengaja.
__ADS_1
.
.
.
Saat pagi harinya,, mereka sarapan pagi dan bersiap akan pergi ke tempat kegiatan mereka, apalagi di rumah besar itu sedang sibuk membantu Lamaran untuk Lia dari Dimas.
" Dad,, sorry.. maaf kalau aku sudah keterlaluan,, aku tau daddy pasti sangat menyayangiku,, walaupun aku belum tau pasti apa tujian daddy menyembunyikan fakta tentang wanita itu. Tapi, aku bersyukur karena aku bisa bertemu bunda dan juga bisa merasakan kasih sayang yang tulus dari bunda." ungkap Sasa dengan memeluk sang daddy.
" Thank's yaa... kamu sudah jadi anak baiknya daddy, siapa yang ngajarin anak daddy sedewasa ini?" tanya Barra.
" Eyang aung,, dibalik kepahitan pasti akan ada manis, begitu gelap pasti ada terang,, dan kehilangan pun ada yang datang,, dan Sasa bersyukur ketemu bunda dan bisa menjadi bunda aku." ucap Sasa dengan mengecup pipi sang daddy.
Barra mendengar ucapan sang putri pun, tak bisa bicara apapun hanya bisa tertunduk dan menahan air matanya.
" Terima kasih bah,, bisa tenangin hati Sasa." ucap Kyai Syam.
" Abah hanya bisa menasehati putrimu, agar dia tidak membenci,, apalagi seorang ibu.. seburuk apapun dia,, tetap ibunya,, tak bisa di ganti.." ungkap sang Abah.
Barra hanya bisa mengangguk dan membenarkan apa perkataan mertuanya.
Sore hari mereka bersiap untuk pergi ke Bandung, menunaikan hajad dari Dimas untuk mengkhitbah Lia, di temani oleh keluarga Barra dan Abah, Umi. nya Dimas di hantarkan ke tempat Lia. Dirasa sudah tak ada yang kurang akhirnya mereka langsung meluncur ke Bandung.
.
.Saat mobil-mobil yang membawa rombongan keluarga Alfarizh keluar dari mansion, sebuah mobil terparkir tak jauh dari mansion, dan orang di dalamnya pun memperhatikan beberapa mobil keluar dari mansion dengan pengawalan.
" Ternyata dia sudah berubah,, dia sudah sukses,, coba dulu aku tak meninggalkan dia,, mendampinginya,, karena memang aku yang salah di sini,, aku menyesal Barra,, bisa kah kamu memberikan kesempatan buat aku,, hanya untuk mengenal anak ku,, tapi.. kamu tetaplah Barra yang keras kepala dan menjunjung tinggi prinsip."gumam Inggrit melihat kepergian rombongan keluarga Alfarizh
Setelah pertemuan nya di Mall itu, diam-diam Inggrit membuntuti mobil Barra, dan disinilah dia tahu rumah besar Barra, rumah megah impian setiap orang. Dulu Barra hanya mempunyai Apartemen,,memang apartemen mewah, namun seama menikah dengab Inggrit Barra tak pernah membawa ke Mansion Alfarizh ,karena memang di larang oleh Papa Iman.
Bersambung
__ADS_1