Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
# Lamaran Dimas


__ADS_3

Jam tujuh malam rombongan Dimas sampai di Bandung rumah keluarga Lia.


" Assalamualaikum " salam dari rombongan Dimas pun terdengar saat mereka melangkah masuk rumah yang lumayan besar.


" Wa'alaikum salam." jawaban yang terdengar dari dalam rumah.


" Wahhh.. Mas Sulaiman, mba Hanna silahkan masuk semua." ucap papa dari Yulia.


" Apa kabar Fikar, ini sahabat saya Irwan Syamsudin dan istrinya Maryam, ini Ayah Lia Fikar dan bundanya Sulis."ucap Papa Iman saling mengenalkan besan nya pada teman nya.


" Ini Dimas, yang mau mengkhitbah Lia,ini Sazkia adik Dimas sahabat Lia,dan ini menantu saya Aisyah istri Barra. " ucap Papa Iman memperkenalkan anggota keluarga sahabatnya.


" Ohh iya,, saya kemaren kaget kalau Lia akan di khibah,, saya kira sama Barra,, karena setahu saya Lia dekat dengan Barra dan Lia bilang kalau Barra sudah menikah dengan adik sahabat nya,, terus terang saya kaget dan nggak nyangka kalau akan kedatangan anda Kyai Syam dan keluarga memang saya pernah beberapa kali ketemu Kia dulu,, sebelum saya pindah kesini." ucap Ayah Lia.


Akhirnya acara pun di mulai dan Dimas dengan sendirinya juga langsung menyampaikan keinginanya pada pihak keluarga Lia.


" Assalamualaikum,, Bissmillahirrohmanirohim.. sebelumnya saya ucap kan terima kasih pada pihak keluarga Pak Fikar karena sudah mengijinkan kami untuk bersilaturami ke kediaman bapak,, dan maaf jika kedatangan kami kurang berkenan di hati keluarga Pak Fikar,, saya datang kesini mempunyai hajat untuk diri saya,, untuk meminta restu Bapak Fikar dan keluarga untuk mengkhitbah adinda Yuliana Anggraeni untuk menjadi pendaping saya. " ucap Dimas dengan debaran yang begitu kencang.

__ADS_1


" Terima kasih atas kedatangan nak Dimas dan rombongan,, kami dari pihak Yulia mengucapkan terima kasih atas kehadirannya dan juga minta maaf jika penyambutan nya kurang berkenan dihati keluarga nak Dimas. Saya sebagai ayah dari Yulia hanya bisa memberikan restu dan untuk jawaban dari hajat nak Dimas hanya Lia yang bisa menjawab."


Kini Yulia dan Dimas sudah berdiri berhadapan ,dengan wajah tertunduk dan senyum tersungging di bibir manis Yulia.


" Assalamualaikum dek,, kakak sudah menepati janji kakak untuk datang dan bertemu kedua orang tua dek Lia,, kakak nggak mau basa basi kalau kelamaan takut di serobot orang,, hehehe... Kakak hanya meminta jawaban kesediaan adek meminang Lia jadi istri kak Dimas dan menjadi ibu dari anak -anak kita." Ucap Dimas


Mendengar sedikit banyolan Dimas membuat suasana tegang sedikit mencair karena ulah Dimas.


" Abang kamu bisa aja buat kata-kata konyol." bisik Barra.


" Tapi,, dia romantis juga mas. " bisik Aisyah lagi


" Kalau mas Barra lebih manis,, suami Ais nggak ada duanya dan Ais nggak akan mau bagi-bagi buat orang lain." jawab lirih Aisyah.


" Mas Janji ,,mas selamanya milik kamu seorang dan mas juga nggak aka pernah ijinkan siapa pun mengusik keluarga kita." ucap Barra mencium tangan Aisyah yang sedari tadi dia genggam.


Pandangan mereka kembali ke arah pasangan yang akan menjadi sepasang suami istri nantinya,, tinggal menunggu jawaban dari Lia.

__ADS_1


" Terima kasih kak,kak Dimas sudah memenuhi janji mas Dimas,, jangan takut untuk kehilangan aku.. setelah berpisah lama alhamdulillah kita di pertemukan kembali,, hati Lia dari duli dan sampai detik ini masih sama,, stay buat kak Dimas.. dan untuk jawaban kaka soal untuk aku menikah dengan kakak dan menjadi ibu dari anak-anak kita,, Bismillah.. aku menerimanya ,,bersedia menua bersama kak Dimas."


Jawab Lia dengan wajah yang sudah berkaca-kaca ingin menangis karena cinta masalalunya sudah kembali


" Yeeeaayyyy... Alhamdulillah,, boleh peluk nggak sihh..?! "canda Dimas


" Eeeeee... Dimas.!! teriak umi juga adik-adiknya


" Uncle sabar dong.,,maunya nyosor mulu..!!" protes Sasa saat terlihat si Om genitnya beraksi.


" Ehhh.. anak kecil,, udah berani ngatain unclenya kamu.. " geruru Dimas.


" Haii tante Lia,, Sasa disini bertugas buat kasih cincin ini untuk tante dari uncle genit dan juga baik hati,, walaupun tante nggak jadi mama ku aku sebenarnya suka sama tante tapi,, daddy ku sudah bucin sama bunda makanya Sasa nggak mau tante susah hati,, jadi maafin Sasa yah,, terima Uncle ku yang unik status bujang lapuk...." ucap Sasa dengan meyematkan cincin di jari manis Lia.


" Terima kasih sayang,, maafin tante yaa... buat kamu susah hati sama tante,, terima kasih selama ini ngikitin tante sama uncle Dimas.. I love you sayang.. " ucap Lia dengan tulus memeluk Sasa.


" I Love you too tante.. " jawab Sasa membalas pelukan Lia.

__ADS_1


Semua nampak kagum dengan Sasa si bocah polos yang terlihat ekspresif, dan selalu ngin mengungkapkan apa yang dia rasakan


__ADS_2