Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
# Aisyah Kembali


__ADS_3

Iman... Sulaiman Alfarizh, Masyaallah bro..!! " ucap Kyai Syam mengenali sosok sahabatnya yang sudah lama tak bertemu.


Pertemuan yang tak disangka oleh dua orang sahabat sejak masa muda dan terlihat sangat bahagia dua orang tersebut tanpa mengindahkan pandangan ke sekitarnya mereka saling berpelukan dengan menjadi sosok yang berbeda.


" Masyaallah Irwan,aku nggak nyangka bisa ketemu kamu disini.. apalagi tahu kamu yang punya pompes ini." ucap Papa Sulaiman dengan tawa karena saat SMA dulu tahu bagaimana sifat sahabatnya.


" Alhamdulillah, kita bisa silaturahmi lagi Man.. oh iya.. kenalkan ini istri ku Maryam,umi ini sahabat abah waktu dulu SMA Sulaiman ." ucap Abah Irwan.


" Saya Iman, ini istri saya Hanna dan ini anak saya Barra dan cucu saya Sandrina." ucap papa Iman memperkenalkan keluarganya.


Mereka saling berkenalan dan mereka duduk di pendopo rumah Kyai Syam.


" Anak mu berapa Wan?" ucap Papa Iman


" Anak ku empat Ini yang pertama Rezki ini istrinya Citra , kedua Dimas masih jomblo , ke tiga Zaskia suaminya Irwan dan yang bungsu ada di luar negri.." ucap Kyai Syam mengenalkan anak-anak nya namun,saat mengatakan si bungsu seperti ada rasa sesak di dada Kyai Syam.


" Wah... kamu memang tidak mau kalah sama aku ya ..Wan, hahaha.. " canda papa Iman


" Yahh.. padahal kamu yang niat banget nikah muda, ternyata aku yang di jodohkan dan menikah dulu. Kamu pengen punya kesebelasan ..aku yang punya anak banyak dari kamu.. hahaha.. " ungkap Kyai Syam mengingat perkataan mereka dulu.


" Yahh.. semenjak aku pindah bersama keluargaku, pernah sekali aku ke tempatmu tapi, ternyata kalian juga sudah pindah " ungkap Papa Iman mengingat masa lalu nya.


" Yahh.. sudahlah ,ini takdir kita dan kita bisa bertemu lagi disini.. Masyaallah ,trus.. kamu ada hubungan apa sama Lia ini? " tanya Kyai Syam melihat kedatangan sahabatnya dengan sahabat putrinya.


" Lia ini anak rekan bisnis ku di Bandung, dan niat ku...


" Kyai.. Kyai..Kyai...


Terdengar suara gaduh dari depan pendopo dan seorang santri putri dengan tergesa-gesa masuk ke pendopo tanpa memberikan salam.


" Nur... Nur.. kenapa? kamu kenapa sampe masuk nggak beri salam..?" tegur Zaskia pada santriwati bernama Nur.

__ADS_1


" Itu.. itu Ning Kia... itu di depan ada.. ada Ning Ais..


"Ning Ais.. " ucap keluarga kyai Syam


Tak lama muncul seorang perempuan berhijab dengan langkah ragu berdiri di depan pendopo.


" Assalamu'alaikum. " salam dari seorang wanita cantik itu membuat semua orang terfokus padanya.


" Aisyah..!! " semua yang saling pandang, terkejut dengan kedatangan seseorang yang mereka rindukan.


" Abah, Umi.. Ais pulang..!! "ucap gadis itu dengan mata yang berkaca-kaca.


" Aisyah.. putri umi..!! " teriak umi Maryam berlari menghampiri sang putri dan memeluknya erat menciumi wajah putri bungsunya yang sudah basah karena air mata


" Umi.. maafin Ais...hiks hiks ..? " ucap Aisyah dengan tangis yang pilu


" Nggak nak, Ais nggak salah.. seharus nya Umi yang minta maaf sama Ais, pasti Ais kecewa sama umi kan? " ucap Umi Maryam yang masih mendekap tubuh sang putri.


" Abah.. maafin Ais, nggak bisa tepatin janji Ais..Aisyah nggak sanggup hidup tanpa kalian.. hiks..hiks... hiks.. " ucap Aisyah dengan tangisan yang terdengar pilu.


" Abah yang minta maaf sama Ais, abah yang paling jahat sama Ais.. sampai Ais marah sama abah kan? " ucap Kyai Syam pada putri bungsunya.


" Abahhh...!! " Aisyah memeluk pria yang sangat dia rindukan, pria yang menjadi cinta pertamanya.


" Kenapa baru pulang, anak nakal... gadis sholehah abah.. " ucap Kyai Syam mencium kening sang pitri dan menghujani cium*n di pucuk kepala Aisyah.


" Abah sehat? " kata itu yang selalu Aisyah tanyakan pada sang abah jika bertemu.


" Ais bisa periksa abah sekarang kan, anak abah kan dokter." goda Kyai Syam pada sang putri.


" Haduhhh.. anak nakal, udah nggak butuh kami?! ucap Dimas seraya memasang wajah songongnya

__ADS_1


" Kangen kalian..!! " ucap Aisyah menghambur dalam pelukan kakak-kakak nya.


Adegan demi adegan haru di suguhkan ,ada dia orang yang sedari tadi tak percaya kehadiran wanita yang begitu mereka rindukan. Apalagi gadis kecil yang sedari tadi menangis dalam pelukan sang ayah.


Saat melihat Aisyah yang sudah terlihat lebih tenang namun, memang belum menghiraukani oranh lain disana. Gadis kecil itu sudah tak tahan dengan rasa rindunya.


" Bundaaaa...?!! seru Sasa akhirnya.


Aisyah yang mendengar panggilan dan suara yang familiar si telinganya langsung berbalik pada sumber suara.


" Sasa.. Sasa kamu..


" Bunda... Sasa kangen.. hiks hiks.. " ucap Sasa yang langsung memeluk bunda kesayangannya.


" Masyaallah nak.. ini beneran kamu, kok bisa kamu disini sama siapa?tanya Aisyah yang belum sadar dengan kehadiran keluarga Alfarizh.


" Tuh.. ada daddy, oma sama Opa.. " ucap Sasa dengan menunjuk kearah keluarganya.


" Mas.. Om,tante..kok..


" Kita juga kaget kenapa kamu bisa disini,dan kamu kemana aja.. emang nggak kangen sama kita.. " ucap Barra dengan memeluk sang putri.


" Kangen sama Sasa bukan sama daddy nya. " ucap Aisyah dengan wajah juteknya.


" Masih aja jutek, tapi menggemaskan" batin Barra melihat sosok yang selama ini mengusik hatinya.


" Mas Barra kenal Aisyah, Sasa juga memanggil dengan sebutan bunda.. apa dia wanita yang selama ini Sasa calon istri Mas Barra" batin Yulia dengan wajah sendu menatap ketiga orang yang terlihat bahagia.


Semua yang melihat interaksi ketiganya terlihat penasaran dan juga terlihat Aisyah terlihat lain ada sisi yang tak pernah mereka tahu.


Sementara Dimas melihat ekspresi wajah Yulia yang terlihat sendu melihat interaksi adik dan juga dua orang yang pernah dia lihat saat peristiwa pembatalan pernikahan Aisyah dan Arya beberapa tahun yang lalu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2