
Aisyah menyusul Sasa yang masuk kekamarnya namun saat akan masuk,, ternyata pintu kamar Sasa di kunci
Tok tok tok
" Sasa,, Sasa sayanggg... tolong buka nak,, ini bunda..!!" teriak Aisyah saat mengetuk pintu kamar Aisyah.
" Ada apa bun? " tanya Barra yang juga menyusul anak dan istrinya ke atas.
" Sasa nginci pintu nya dad." jawab Aisyah yang merasa khawatir pada putri sambungnya.
Tok tok tok
" Sasa,, ini bunda sama Daddy ..please kita bicara dengan baik yaa.. jangan begini,, kalau kamu lakuin gini.. kamu buat kami khawatir nak...tolong buka yaa..?? " ucap Barra membujuk Sasa untuk membuka pintu kamarnya.
Ceklek.
" Sasa.. " gumam Aisyah dan Barra yang melihat sosok putri nya.
Aisyah tanpa basa-basi memeluk tubuh sang putri,, tak tunggu lama tangis Sasapun pecah.
" Aku nggak mau pisah sama bunda juga daddy,, aku nggak mau ketemu bahkan tinggal sama itu,, kemana saja dia sudah hampir tiga belas tahun dia pergi ninggalin aku,, kenapa baru sekarang setelah aku punya bunda..hiks.. hiks.. " ungkap Sasa dengan memeluk tubuh Aisyah dengan erat.
" Sayangggg... nggak ada yang mau pisahin kamu sama kita apalagi bunda,, tapi... sayang bunda mohon jadilah anak yang baik,, yang sopan,, jika alasannya Sasa nggak mau tinggal sama mami kamu kita bisa bicarakan baik-baik." ungkap Aisyah menenangkan sang putri.
" Beneran,, bunda nggak niat ngasih aku sama perempuan itu kan?? " tanya Sasa dengan mata yang masih meneteskan air mata.
Sementara Barra bersandar pada tembok dekat pintu mendengar ungkapan hati sang putri.
" Kamu nggak akan pernah sama dia,, daddy pun nggak mengijinkannya." ucap Barra.
Barra melangkah mendekati putri dan istrinya,, dan merendahkan tubuhnya di depan Sasa ,, berlutut,, memandang sendu pada Sasa
" Daddy nggak akan sanggup kalau harus kehilangan kamu nak,, kamu dan bunda yang buat Daddy bahagia,,maafin daddy karena bohong soal mami kamu yang masih hidup dan daddy mohon,, jadilah Sasa yang seperti kemarin,seperti sebelum tahu bahwa maminya masih ada." ucap Barra dengan wajah memohon.
" Iya dad,, tapi.. janji jangan pernah kasih aku ke dia.Tadi dia kan bilang kalau cuma ingin aku tahu kalau dia ada,, bukan menginginkan aku dan mencurahkan kasih sayangnya padaku." ucap Sasa dengan wajah sendunya.
__ADS_1
" Sayang nya daddy,, sekarang jangan nangis lagi yaa... bunda sama Daddy akan selalu sayang sama kamu,, walaupun nanti bunda melahirkan adik adik kamu,, Sasa tetap di hati kami.." ucap Barra.
" Aku sayang sama bunda juga daddy.. " ucap Sasa menghambur memeluk kedua orangtua nya.
" Kami juga sayang sama kamu nak,, jangan nangis lagi yaa.. tapi,, Sasa harus ingat jangan pernah benci seseorang walaupun dia sudah melukai hati Sasa,, apalagi dia ibu yang melahirkan kamu,, karena dia lah syurga yang sesungguhnya buat Sasa,, doakan dia di sholat Sasa,, bunda nggak mau jika anak bunda jadi orang pendendam." ungkap Aisyah menasehati sang putri.
" Iya bun,, Sasa akan berusaha buat tetap menghormati nya.. walaupun Sasa masih kecewa sama perbuatannya dulu bun." ungkap Sasa dengan wajah sendunya.
Aisayah merasa lega,, Sasa masih bisa di arahkan dengan baik dan tinggal Barra yang harus bisa membuang rasa bencinya pada mantan istrinya.
Sementara di tempat yang berbeda tepatnya di kediaman Arya dan Anne,sikap Arya pada Anne mulai dingin apalagi setelah tahu kebenaran jika Anne tak dapat mengandung.
Flashback On.
" Mas.. kenapa sih kamu terus memaksa kalau kita harus ke dokter? aku minta maaf soal keadaan aku yang sebenarnya,, aku korban mas,, korban pemerkos*an ngerti kan?? " ucap Anne dengan emosi
" Hahhh.. tapi,, harusnya kamu jujur sama aku kalau kamu sudah..
" Iya.. aku memang salah,, aku salah sudah menyembunyikan fakta kalau aku sudah tak suci,, aku sangat mencintaimu mas,, aku nggak bisa kehilangan kamu,, kamu masih ingat kan,, sama janji kamu walaupun kamu sudah di jodohkan dengan Aisyah kamu juga janji untuk bersama aku juga,, aku rela menjadi madu mu,, walaupun aku nggak rela jika kamu tetap menikahi Aisyah,, tapi.. kamu selalu memberikan aku keyakinan kalau kamu hanya cinta sama aku bukan Aisyah.. tapi,, apa sekarang.. kamu cuma mempedulikan kesucian saja bukan karena perasaan saling menerima...aku kecewa sama kamu mas.. " ucap Anne yang sudah berlinang air mata.
" Aku akan mencintaimu selalu Anne,, tapi.. aku mohon kamu ngerti juga keinginan aku,, apa kamu nggak ingin mempunyai keturunan yang banyak setidaknya satu untuk membahagiakan abi dan umi ku." ungkap Arya.
" Oke.. begini,, gimana kamu sama aku periksa kesehatan kita sekali saja,, dan setelah itu aku nggak memaksa mu lagi." ungkap Arya dengan wajah terlihat memohon.
" Tapi..
" Aku ingin kamu patuh pada ku Anne,, syurga kamu sudah ada di suami kamu." ucap Arya.
Arya pun melangkah untuk pergi dari Anne namun, Anne menghentikan langkah Arya.
" Baiklah, setelah ini kamu tidak akan memaksa ku untuk hal ini lagi." ucap Anne.
hanya anggukan yang bisa Arya lakukan.
Keesokan harinya,, dengan semangat Arya mbawa Anne mengunjungi Rumah Sakit besar di Jogja dan melakukan serangkaian cek up,, namun.. Arya melihat kegelisahan pada diri Anne,, entahlah.. namun, Arya melihat Anne seperti menyimpan rahasia yang teramat penting.
__ADS_1
" Kamu kenapa,, kamu sakit? " tanya Arya.
" Emm.. mas,, aku ketoilet sebentar yaa.. mules." ucap Anne seraya beranjak dari duduknya.
" Iya.." jawab Arya singkat.
Akhirnya Anne pergi dari tempat itu,, menjauh dari Arya.
" Kenapa Anne belok ke kanan, toiletnya kan kiri. " gumam Arya melihat gerak gerik Anne yang mencurigakan.
Saking keponya Arya akhirnya melangkah mengikuti kemana istrinya pergi,, namun.. saat di sebuah lorong terlihat Anne berbicara pada seseorang. Setelah di pastikan bahwa apa yang di sampaikan Anne membuat Arya syok mendengar apa yang Anne ucapkan.
Namun, otak Arya masih ingat.. dia harus tenang dan jujur kebenaran yang di ungkap Anne membuat dia terkejut ,,namun.. dia harus menahan amarahnya.
Tak butuh waktu lama,, mereka masuk dalam ruangan Dokter Kandungan
" Bagaimana dengan hasil keseluruhannya,, apa kami bisa dengan cepat mendapat momongan." tanya Arya yang sangat penasaran dengan hasil nya.
" Begini pak.. untuk pemerisaan bapak alhamdulillah baik dari segi jumlah dan pergerakan sel sper*a yang bapak miliki tak ada masalah,,trus untuk pemeriksaan terhadap nyonya Anne kalian harus bisa bersabar lagi." ungkap Dokter tersebut.
" Maaf dok maksudnya? " tanya Arya dengan menatap tajam sosok dokter di hadapannya.
" Saya ingin tanya,, apa ibu pernah mengalami keguguran sebelumnya? " tanya Dokter tersebut.
" Ma_maksudnya?" tanya Anne sedikit tergagap.
" Maksud saya,, setelah pemeriksaan terhadap nyonya.. maaf saya harus katakan yang sejujurnya,, setelah saya lihat saya ingin bertanya pada nyonya apa pernah anda keguguran dan mengakibatkan rahim anda harus di angkat? karena pemerikasaannya seperti itu adanya. " ungkap Dokter tersebut.
Duarrr..
" Apa maksud dokter,, anda mau..
" Anne stop,, duduk.. duduk aku bilang..!! bentak Arya dengan nafas yang memburu.
" Tapi mas... dia..
__ADS_1
" Dokter,, terima kasih,,kejujuran dokter membuat saya mengerti semuanya.. saya rasa cukup.. kami permisi." pamit Arya dan menyeret Anne keluar dari ruangan itu.
Flashback Off.