
" Aisyah.. " Panggil mama Hanna
" Tante, Om.. apa kabar? " tanya Aisyah setelah tersadar jika disana ada orang lain lagi.
" Alhamdulillah baik, jadi bisa bertemu lagi dengan "Bunda" nya Sasa, kamh kemana aja nak..Sasa sangat merindukan bunda nya." ucap Papa Barra menekan kata bunda pada kalimatnya.
" Maafin Aisyah Om, tante.. saya pindah ke korea setelah terakhir kali Ais bertemu dengan mas Barra juga sama Sasa di Budapest, karena ponsel Ais pun hilang,semua kontak pun Aisyah lupa, setelah menyelesaikan studi di korea pun setahun terakhir Aisyah bekerja di salah satu Rumah sakit di sana sampai akhirnya Ais putuskan kembali kesini buat minta maaf dengan Abah juga keluarga Ais yang lain." ungkap Aisyah dengan gamblang.
" Pantas saja, abang nggak pernah bisa melacakmu.. trus pasti ini semua ulah papa Bastian?" tebak Dimas.
" Iya bang, Papa nggak ingin apa yang menjadi cita-cita ku gagal, dan maaf jika selama beberapa tahun ini buat kalian khawatir ." ucap Aisyah merasa sangat bersalah
" Sudahlah, yang terpenting adalah anak abah sudah kembali, maafin abah yaa.. sempat keraa padamu. Mulai sekarang soal jodoh, abah serahkan padamu sepenuhnya yang terpenting calon suami kamu dari keluarga yang baik-baik dan juga dia bisa membuat kamu bahagia karena itu yang utama buat abah, tapi.. harus baik dan bisa belajar bersama-sama untuk menjadi keluarga yang sakinah mawadah warrohmah ." ucap Abah dengan senyuman lebarnya.
" Bunda, Sasa boleh nggak malam ini tidur sama bunda,Sasa masih kangen sama bunda." ucap Sasa tiba-tiba.
" Sasa..nggak bisa gitu, kita harus kembali ke hotel." cegah Barra membujuk sang putri.
" Iya... Sa, kasihan tantenya juga masih capek.. kita harus balik ke hotel." ucap Yulia juga.
Sasa mendengar penuturan Barra dan Yulia, tertunduk sedih.
Sementara Aisyah baru pun sadar jika disana ada yang berbeda dari Barra dan juga gadis yang Aisyah kenal sebagai teman sang kakak.
" Mas, biarin aja Sasa nginep disini yaa.. aku kangen juga sama Sasa, apa karena tempatnya nggak mewah jadi kamu nggak ijinin Sasa nginep dan kalian bisa kembali ke Hotel kalau di sini kurang nyaman, besok biar aku yang anter Sasa ke Hotel kalian." ucap Aisyah dengan sedikit ketus.
" Bukan gitu Ais, aku seneng kamu ijinin Sasa nginep disini, aku takutnya dia ngrepotin kamu."
ujar Barra
" Nggak sama sekali, lagian kamu juga tahu kan gimana aku sama Sasa,mendingan kamu manfaatin waktu kamu saat Sasa sama aku. ucap Aisyah kini dengan wajah ketusnya dan melirik Yulia yang sedari tadi diam.
__ADS_1
Sementara yang lain nya, seperti mama dan papa Barra ikut berkeliling Pesantren dengan Kyai Syam dan umi Maryam.
Barra melihat ekspresi Aisyah yang ketus dan lirikan Aisyah saat melihat Yulia, Barra hanya bisa tersenyum tipis.
" Cemburu,masa iyaa.. dia cemburu, selama kenal dia kan emang ketus banget sama aku? "batin Barra
" Kenapa kamu senyum-senyum gitu sih, aneh.. " ucap Aisyah dengan membuang muka.
Barra hanya melihat Aisyah dengan senyuman tipisnya.
" Emmm.. Yulia kamu sudah kenal Aisyah kan? " tanya Barra dengan mengalihkan pandangnnya pada Lia panggilan akrab Yulia.
" I_ya aku sudah beberapa kali ketemu Aisyah waktu dia masih sekolah Madrasah.. trus waktu aku tamat SMA kan pindah bang." ucap Lia
" Emang adik ku ini orang nya agak Introvert ,setiap teman kakak-kakak nya datang pun dia cuek aja." timpal Kia mengingat sifat adiknya itu.
" Yahhh.. kan emang bukan temen aku mba, trus kan emang aku punya sahabat cuma satu Sheeren,emang masalah?" ucap Aisyah dengan sedikit ketus.
" Ihhh.. apaan sih bang nggak jelas." ucap Aisyah kesal.
" Eh.. Lia sama Barra lagi deket lho." sindir Dimas
Perkataan Dimas sontak membuat Barra mendelik ke arah Dimas. Namun, Dimas cuek dengan ekspresi Barra yang terlihat mengintimidasi. Malah Dimas semakin yakin jika Barra menaruh hati pada sang adik.
Lain dengan Barra yang menanggapi perkataan Dimas dengan geram, Lia terlihat tersipu malu dengan perkataan Dimas.Ekspresi Aisyah yang langsung berubah muram.
.
.
Hari ini terlihat lain di kediaman Kyai Syam,beliu sangat bersyukur saat ini semua anaknya bisa berkumpul kembali. Namun, hatinya terasa sendu saat Aisyah terlihat sangat dekat dengan Sandrina cucu sahabatnya. Kyai Syam takut jika sang putri akan menaruh hati pada Barra, sedangkan setahu Kyai Syam, papa Iman bercerita jika Barra sedang dekat dengan Yulia.. walaupun dari pihak Barra belum menghitbah Yulia karena Barra hanya ingin semua yang dia jalani demi sang putri Sasa.
__ADS_1
Kyai Syam menghela nafas panjang, dan saat itu Papa Iman mendekati nya.
" Kenapa sob? apa yang kamu pikirkan? " tanya Papa Iman pada sahabatnya
" Hahh.. entahlah, aku lihat putriku dan cucumu sangat dekat, sampai Aisyah dia panggil bunda aku takut, Aisyah akan menghalangi jalan Barra dan Yulia bersama." ucap Kyai Syam.
" Sob.. kamu pasti ingat kan, kalau rejeki, jodoh dan kematian kita sudah di gariskan, dan itu berlaku buat mereka juga jodoh mereka kita tak tahu.. saat Barra menikah muda dulu aku setuju-setuju saja karena memang jalan nya benar, aku ngerasa dia bisa bertanggung jawab atas keluarganya nanti namun, istrinya tak pernah bersyukur dengan apa yang dia miliki akhirnya Barra di buang begitu saja, tega meninggalkan putrinya yang masih merah." ungkap Papa Iman.
" Jadi, istri Barra bukan meninggal tapi.. meninggalkan dia dan putrinya? " tanya Kyai Syam dengan perasaan terkejut.
Setahu kyai Syam, saat mendengar Sasa dan juga Aisyah bicara soal mamanya Sasa bilang mamanya sudah meninggal.
Flasback on.
" Bunda.. Sasa seneng deh, ketemu lagi sama bunda. " ucap Sasa saat mereka ada di kamar Aisyah.
" Bunda juga seneng ketemu sama princes bunda yang cantik, baik, juga sholehah." ungkap Aisyah membelai lembut rambut Sasa yang berbaring di samping Aisyah saat akan tidur siang.
" Mama Sasa sudah meninggal dari sejak Sasa kecil, ketemu bunda rasanya bahagiaaaaa... banget, makasih bunda sudah mau sayang sama Sasa,walaupun bunda bukan ibu kandung Sasa tapi, Sasa ingin bunda selamanya jadi bunda aku." ungkap gadis kecil itu penuh harap.
" Sasa bisa anggap bunda jadi bunda Sasa sampai kapan pun, tapi.. jangan buat Daddy sedih dong, bersikap baik lah pada setiap orang.. bunda lihat tante Lia, orang yang baik..nggak ada salahnya kan, Sasa juga baik ke tante Lia." nasehat Aisyah itu diangguki Sasa dengan memeluk Aisyah Sasa akhirnya menangis.
" Sasa nggak mau punya mama lagi selain bunda, Sasa takut dia cuma sayang daddy trus Sasa di buang, apa Sasa nggak layak punya mama yah bun..hiks hiks.. " ucap Sasa dengan air mata yang membasahi kedua pipinya.
" Sasa nggak boleh bilang begitu, Sasa harus bersyukur, Sasa punya Mama, bunda dan nanti Sasa juga di sayang kok sama tante Lia." bujuk Aisyah.
Namun, bukannya berhenti.. tangisan Sasa makin terdengar pilu.
Flasback off
Kyai Syam dengan wajah sedih melihat putrinya yang ikut meneteskan air mata dan memeluk erat tubuh gadis kecil itu.
__ADS_1
Bersambung