
Angin laut kian terasa menusuk dalam selimut tebal milik pengantin baru itu.
Aisyah merasa tubuhnya tersapu angin pun mengeratkan pelukannya pada tubuh Barra.
Namun,, siapa sangka gesekan-gesekan kulit mereka membuat si Boy yang sensitif kembali terbangun dengan tegak.
" Eemmmm.. Astaghfirullahal'azim,, Ais kamu sudah berani menggoda ku." gumam Barra.
Barra yang melihat tubuh istrinya yang masih polos, dengan keisengannya mulai bermain di pucuk pucuk himalaya ke sukaanya.
Barra mengarahkan kepalanya menyapu pucuk itu sampai si empunya meracau tak henti.
Bagaikan bayi besar yang menuntut sumber energinya Barra menyedot sari - sari manis yang terasa dari bukit yang menjulang menampakkan keindahannya.
Mata Aisyah mulai terbuka matanya betapa matanya terbelalak saat bayi. besarnya yang dengan nyaman menempel di buah milik nya.
" Mass... " ucap Aisyah saat merasakan tubuhnya tersengat listrik beribu Volt.
" Heeemmm... Daddy ingin lagi bun." ucap Barra dengan memanggil sebutan mereka untuk Sasa.
" Apapun mau Daddy bunda ikut.. " ucap Aisyah dengan nafas yang sudah turun naik.
" Oke.. kita pindah ke bawah.. " ucap Barra
Barra membopong tubuh polos sang istri.
Mereka yang masih sama-sama polos,,Aisyah menyembunyikan wajahnya di dada bidang Barra.
Saat sampai bawah tangga,, Barra menawari Aisyah yg untuk minum dan Aisyah pun mengangguk.
Barra dengan daya imajinasi nya selama ini,, ingin merealisasikan fantasi nya bersama sang istri. Laki-laki yang pernah mendapat julukan Hot Duda menjelma jadi Hot Daddy dan saat di depan Aisyah berkali lipat menampakkan ke gagahannya.
__ADS_1
Tubuh Aisyah di letakkan dia tas meja mini. bar dan dia pun membawa air mineral untuk Aisyah.
Barra pun melancarkan aksinya.,, tak mau suaminya kecewa Aisyah belajar mengimbangi permainan sang suami.
Li*r...??? itu yang terpintas dalam otak Aisyah.
Penyatuan yang paling mengesankan untuk Barra,, dia kembali ke jiwa petualangnya.
Memiliki patner polos namun mudah untuk diarah kan memberikan timbal balik dengan begitu mengesankan.
Resort yang tadinya sunyi,, dan hanya bisa mendengar riakan obak air laut ,,kini suara dua insan yang saling bersahutan sepanjang malam,, sudut resort pun dari depan,, Mini bar, tangga,, dapur semua di jelajahi oleh dua insan itu kini berakhir di kamar mereka dengan jendela terbuka terdengar riakan obak.
Setealah menyelesaikan misi mereka,, keduanya sama-sama merasakan cinta luar biasa mereka.
Aisyah yang baru saja mendapat pengalaman pertama,, tentu saja besok pagi membuatnya susah jalan bahkan lebih tepatnya dia lebih banyak diam di ranjang mereka.
Barra yang mendapatkan apa yang sudah lama dia tak rasakan,, dan mendapat gadis yang suci merasakan kebanggaan,, senyum cerahnya tak pernah surut dari bibirnya,,menurunya sang istri adalah rumah yang tepat untuk si boy beristirahat dan dimanjakan kelopak mawar merah merekah milik Aisyah.
Barra yang terbangun lebih dulu,, dia memandang Aisyah yang tertidur sangat lelap, tak tega membangunkannya Barra beranjak dari tempat tidur nya,, dan membuka pintu dan jendela resort nya.
Nampak pemandangan laut biru yang terhampar luas,, jauh dari risort satu ke resort lain.. layanan kamar pun sangat luar biasa.
Barra masuk dalam kolam renang yang biru nan jernih.
Menikmati sinar matahari yang membuat dirinya merasakan hangatnya. Tapi,, nggak sehangat pelukan Aisyah.. he..he..he
Lama berenang,, dia merasa ada yang mendekat,, benar saja Aisyah yang tanpa sungkan hanya membalut tubuhnya dengan selimut tebal berjalan mendekati suaminya berada.
__ADS_1
" Morning Dad.. " sapa Aisyah
" Morning bunda sayang.. " jawab Barra
Barra keluar dari kolam renang mendekati sang istri.
" Kok sekarang jadi panggil aku Daddy,,ngerasa seumuran Sasa kamu? " tanya Barra menangkup wajah sang istri.
" Nggak tau kenapa,, lebih gimana gitu.." ucap Aisyah dengan wajah menggemaskan membuat Barra terkekeh.
" Kamu tau aku serasa Sugar Daddy tau..,, tapi nggak masalah buat kesayangan,aku rela di bilang tua tapi Hot di ran*ang .." ucap Barra dengan wajah mesumnya
" Mesum..!! " umpat Aisyah
" Hahaha... " Barra tertawa lepas
Tanpa aba-aba Barra mengangkat rubih kecil Aisyah sampai si empunya memekik karena terkejut.
" Aaaaa... Daddy.. " teriak Aisyah.
" Yess...Baby.. " sahut Barra yang membawa sang istri ke dalam kamar mandi
Barra meletakkan Aisyah di buthub dan mengeisinya dengan air hangat serta aroma teraphi buat merelaks kan tubuh mereka.
" Daddy mau apa.. " ucap tanya Aisyah melihat gerak gerik suaminya yang mencurigakan.
Barra yang mendengar pertanyaan istrinya pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Hari - hari Aisyah dan Barra sangat menyenangkan,, apalagi Barra yang sangat memanjakan istrinya..
Barra ibarat paket komplit buat Aisyah.
__ADS_1
Bersambung