Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
# Barra Dan Sasa satu Paket


__ADS_3

Siang menjelang, kegiatan dalam pesantren pun di lakukan seperti biasa, sedang Aisyah yang juga sedang ada di balai pengobatan pesantren bersama Sasa yang terus mengekor bundanya.


" Bunda, Sasa senengggg... banget akhirnya doa Sasa di kabulkan sama Allah, Daddy bisa menikah sama Bunda." ucap Sasa dengan polosnya


" Emang Sasa doa apa aja sama Allah?"pancing Aisyah


" Banyak bun, kan kita harus absen satu-satu apa yang kita inginkan, biar Allah tahu benar apa yang kita harapkan. Kalau doa patennya itu buat bunda sama Daddy nikah, Sasa nggak suka Daddy sama yang lain." ungkap Sasa.


" Kenapa? "


" Karena sayang Bunda itu tulus sama Sasa, beda sama tante-tante genit lainnya, kayak tante Silvi.. aku kerjain dia, trus dia nggak berani lagi deket sama Daddy. " ucap Sasa cekikikan mengingat kejailan nya bersama Kevin.


" Apa yang Sasa lakukan sama tante Silvi? " selidik Aisyah.


" Aku cuma kasih peringatan sedikit,itu pun bukan Sasa yang lakuin.. uppsss.. " Sasa keceplosan


" Sasa, jangan bilang kamu di bantu om Kevin buat kerjain tante Silvi? "


" Hehehe.. iya,tapi..bunda jangan bilang Daddy yah... soalnya Sasa takut kalau Daddy tahu nanti Om Kevinnya di pecat soalnya Om Kevin bilang ke tante Silvi kalau Daddy nggak suka sama tante Silvi sukanya sama Om Kevin.." bisik Sasa pada Aisyah.


" Hahhh.. Astagfirullah sayang, kamu kok bisa gitu sih.. nggak boleh lagi yah..ngerjain orang kayak gitu. " ucap Aisyah menasehati bakal anak sambungnya.


" Iya bunda, kan sekarang Daddy udah milih bunda trus aku juga setuju sama pilihan Daddy sekarang." tutur Sasa dengan senyum bahagia.

__ADS_1


" Kamu tuh... trus kenapa kamu nggak suka sama tante Yulia?" tanya Aisyah " Tante Lia kan cantik,baik trus juga pinter." Ucap Aisyah.


" Iya sih.. Sasa tahu kalau tante Lia orang yang baik, tapi..Sasa tahu kalau Daddy sudah suka sama bunda, mana mungkin aku dukung Daddy.. Upsss,, ehhh,, yah...Sasa keceplosan lagi..hehehe" Sasa menutup mulutnya kala dia sadar sudah membocorkan rahasia sang Daddy.


" Sasa tahu dari siapa,kalau Daddy suka sama bunda,emang Daddy pernah bilang kalau Daddy suka sama bunda sama Sasa? " pancing Aisyah.


" Awalnya Sasa nggak sengaja,waktu ke kamar Daddy.. trus Sasa mau cari obat sakit kepala punya Daddy, pas buka laci nakas milik Daddy ada foto bunda sama Sasa waktu di Budapest. Ini aku fotoin,ke Hp aku." ucap Sasa dengan menunjukkan sebuah gambar di ponsel Sasa.



"Jadi, Daddy diam-diam fotoin kita? " tanya Aisyah dengan senyuman menghiasi bibirnya kala melihat sebuah foto yang Sasa tunjukkan.


Ada rasa tak biasa di hati Aisyah, hatinya menghangat kala tahu Barra diam-diam mengabadikan dia bersama Sasa.


" Daddy punya foto bunda yang sendirian juga,mau lihat nggak bun?" tanya Sasa mengarahkan pandangannya ke sekeliling ruangan.



Sasa kemudian menunjukkan sebuah gambar yag Aisyah ingat saat musim dingin bersama Sasa dan Barra.


" Ternyata dia perhatiin aku waktu itu, astaga Aisyah.. please jangan sampe dia tahu kalau kamu juga punya fotonya.. " batin Aisyah lirih mengingat dirinya yang saat itu tanpa niat apapun mengabadikan gambar saat Barra yang mau memakai slim bag punya Aisyah saat menemani Sasa dan Aisyah bermain salju.


__ADS_1


Teringat senyum Barra yang terlihat manis kala itu, jika Aisyah ingat.. pertemuan mereka yang kurang mengenakkan, dan awal pertemuan dengan Barra yang saat itu masih jadi Barra yang kaku dan sinis .


" Daddy itu sebenarnya sudah lama suka sama bunda, pernah Sasa denger daddy bilang begini...


" Aisyah, kenapa aku jadi mikirin gadis itu.. gadis cantik, baik.. cocok buat jadi istri dan ibu buat Sasa." Ucap Sasa menirukan perkataan sang Daddy.


" Heii.. kenapa kamu harus denger daddy bilang begitu, trus kamu tanya sama Daddy? " tanya Aisyah.


" Nggak, aku cuma seneng aja.. daddy jadi orang yang punya perasaan lagi, kata oma dulu daddy orang yang manja tapi bertanggung jawab , saat punya aku daddy berubah jadi orang yang arogan dan juga cenderung dingin.. apa itu salah Sasa bun, saat Sasa lahir daddy berubah?" ucap Sasa dengan wajah sedih.


" Nggak ada salah Sasa, setiap manusia nggak bisa memilih untuk lahir di keluarga mana.. Allah sudah menentukan takdirnya qodarullah sayang.. apapun yang terjadi adalah yang sudah di tetapkan Allah, maka dari itu Sasa harus bisa berpikir positif dan selalu berprasangka baiklah sama Allah atau di sebut Husnudzon pada Allah, jangan selalu berpikir Su'udzon itu tidak baik yaa..? bertemu dengan Sasa adalah hal yang paling bunda syukuri,karena Sasa bunda punya anak cantik dan sholehah.. selalu berbuat baik ya nak..? " ucap Aisyah dengan memeluk tubuh Sasa dengan erat.


" Makasih ya bun, bunda sudah mau terima Daddy.. kan selama ini banyak yang naksir bunda tapi.. bunda pilih Daddy yang jadi suami bunda padahal daddy kan udah tua, punya anak gadis lagi.. daddy duda karatan kalau kata Oma.. hehehe.. " kata Sasa dengan tawa menghiasi obrolan mereka.


" Kamu bisa aja.. tapi, walaupun tua.. ganteng tau..?" ucap Aisyah


" Hahahaha.. " tawa mereka pun pecah membayangkan jika sang daddy mendengarkan pujian dari Aisyah pasti dia akan terbang ke langit ketujuh.


Sedangkan di depan pintu ruang balai pengobatan Lia tercekat dengan obrolan Aisyah dan juga Sasa, mendengar suara tawa mereka seperti ada rasa sakit yang tiba-tiba mendera hatinya. Sasa tak pernah seceria saat sebelum bertemu Aisyah. Lia tersenyum kecut saat mengingat setahun belakangan Sasa tak pernah menganggapnya, dan selalu cuek dengan usahanya mendekati Sasa.


" Lia, kamu nggak papa kan..maafin adik aku yah..." ucap Kia yang saat ini di samping Lia mendengar juga tawa dan juga obrolan sang adik juga calon anak sambungnya.


" Apaan sih Kia, Aisyah nggak pernah salah.. dari awal pun aku sama Barra nggak ada apa-apa ,nggak ada kesepakatan apa-apa tentang hubungan kita. Aisyah dan Barra di pisahkan dengan waktu yang lama tapi, Allah mempertemukan mereka lagi disini, dan kalaupun aku jadi dengan Barra itu nggak akan berhasil.. karena hati Barra dan juga Sasa hanya untuk Aisyah. Barra dan Sasa itu satu paket, jika salah satunya nggak oke.. nggak akan merubah apapun. Aku sudah mencobanya selama kurang dari satu tahun ini, dan hasilnya selalu menyadarkan aku, Sasa nggak pernah setuju dengan hubunganku sama daddynya." ungkap Lia dengan panjang lebar.

__ADS_1


Kia pun membenarkan perkataan sahabatnya itu, kejadian Aisyah dengan Arya dulu pun kandas padahal mereka merancang masa depan untuk Aisyah sangat rapih. tapi.. semua yang dirancang tak pernah terlaksana karena Aisyah membatalkan pernikahan nya dengan Arya.


Bersambung.


__ADS_2