Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
# Hilang tanpa Jejak


__ADS_3

Di kediaman Kyai Syam beliau seperti biasa setelah lima tahun berlalu,sejak peristiwa pembatalan pernikahan Aisyah dan ada konflik yang terjadi pada Ayah adan anak itu, abah Syam sangat merasa bersalah pada putri bungsunya.


Dimas yang melihat sang ayah lebih banyak melamun tentu saja merasa bersalah juga karena memang adiknya adalah wanita yang keras .


" Abah.. " panggil Dimas dengan menyentuh bahu sang abah.


" Eh.. ada apa?" jawab Abah yang terkejut.


" Abah baik-baik saja? "


" Bohong kalau abang bilang baik-baik saja Dim, abah mikirin adik kamu.. apa dia masih mau pulang ke rumah ini, apa. dia nggak kangen sama abah?"


" Abah.. Dimas yakin Aisyah sayang sama abah, karena dia sudah kecewa dengan kita yah.. dia ingin waktu yang membuatnya bebas,jika nanti dia kembali lagi pasti akan ada aturan-aturan yang bersama dia seperti dulu."


" Abah akan selalu mendukung dia Dim, anak itu beda sama saudara nya yang lain.. abah salah besar padanya. Walaupun pasti dia tahu, abah nggak ada niat untuk membuatnya kecewa.


Dimas dengan cepat memeluk sang abah hatinya merasa sakit, karena sang abah yang terus saja menyalahkan dirinya sendiri.


.


.


.


Bulan berganti, tahun pun berlalu sudah sejak lima tahun Aisyah belum juga kembali Dimas yang awalnya selalu berkomunikasi kini juga tak lagi, entah sengaja atau bagaimana kontak Aisyah .


.


.

__ADS_1


Sementara di kediaman Barra pun sama karena memang setelah pertemuannya di Budapest dengan Aisyah tak lama, komunikasi mereka terputus,Barra mencari informasi tentang Aisyah namun, nihil.


" Daddy.. "


" Ehh.. iya sayang, ada apa? "


" Kira-kira bunda kemana yah, kenapa nggak ada kabar?


" Daddy juga nggak tau sayang.. kita doakan saja semoga bunda selalu sehat yaaa..? "


" Dad, boleh nggak ..kita liburan sebentar? "


" Boleh, kam memang minggu depan Sasa sudah mulai libur.. Sasa mau kemana?


" Emmm.. Jogja,gimana?"


" Jogja, kamu yakin kesana..? "


" Baiklah nanti daddy bilang uncle Kevin untuk mengatur semuanya."


" terima kasih dad.. "


Sasa memeluk ayahnya dengan erat, rasa kehilangan sosok bunda kembali terjadi. Aisyah menghilang bagai di telan bumi.


.


.


Sementara di salah satu negara ,dan sebuah mansion seorang gadis cantik sedang membolak balikkan dokumen penting.

__ADS_1


" Aisyah,apa yang kamu pikirkan?"


" Nggak ada mam, cuma Ais kangen sama umi sama yang lain."


" Pulanglah, tidak baik marah lebih dari tiga hari kan.. tapi, kamu pergi sudah lima tahun lamanya Sya."


" Mah, Aisyah takut abah masih marah sama Aisyah."


" Tidak ada orang tua yang sanggup marah dengan anaknya, mungkin ada rasa kecewa di hati abah kamu.. tapi, jika waktu itu kamu berikan penjelasan padanya pasti dia akan mengerti Ais. "


" Ais cuma nggak mau abah membenci Arya dan juga abi."


" Tapi, dengan penolakan kamu.. keluarga Arya pasti akan berpikiran negatif tentang kamu, tentang keluarga kamu, Aisyah kamu sudah dewasa.. abah dan umi kamu, punya pengharapan besar padamu, mama dan papa bukan nggak sayang.. tapi, kami ingin kamu menjadi wanita pemaaf, kamu anak yang baik.. tidak seharusnya kamu menyimpan marah kamu terlalu lama, itu penyakit hati nak.. "


" Aisyah mungkin dalam waktu dekat akan pulang mah, setelah semua selesai.. "


" Bulan depan, kamu sudah selesai dengan misi kamu menjadi apa yang kamu inginkan.. maka kembalilah, mama sama papa akan selalu menunggu kamu dengan berita kalau kamu akan menikah.".


" Mama..


" Kenapa, apa kamu masih memikirkan dia?


" Entahlah mah, mungkin dia sudah menikah.."


" Mama rasa, tak semudah itu Ais.. karena ada orang yang akan selalu menolaknya."


Aisyah hanya bisa menanggapi omongan ibu angkatnya dengan senyum kecutnya ,entah hatinya tak mudah jatuh cinta ada rasa takut yang menghujam dadanya.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2