Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
# Si Boy


__ADS_3

Barra membersihkan diri terlebih dulu dan lanjut Aisyah.


Dengan anjuran Aisyah mereka melakukan sholat sunnah lebih dahulu, karena memang Barra ingin memperlakukan Aisyah dengan jalan yang baik.


" Mas,, Ais ganti baju dulu.. mas ke atas dulu saja." ucap Aisyah saat merapihkan peralatan sholat mereka.


" Mas tunggu di luar yaa" jawab Barra.


" I_iya." jawab Aisyah sedikit gugup.


Setelah Barra keluar dari kamar mereka di. bawah,, Aisyah membuka kopernya lagi.


" Bismillah semoga saja aku nggak mengecewakan mas Barra,, semoga juga dengan kami melakukan hak dan kewajiban kami,,keluarga kecil kita akan menjadi lebih erat dan juga mas Barra kan suamiku,, suami. pilihan Abah juga pilihanku. " gumam Aisyah


Aisyah membuka sebuah paper bag yang di berikan Lia padanya, dan betapa terkejutnya Aisyah,, melihat isi dari paper bag itu sebuah lingeri sexy berwarna merah hati.


" Astagfirullah'azim Lia.. aku suruh pake pakean haram ini,, astagfirullah ini pasti Bang Dimas yang punya ide.. tapi,,ada luarannya juga sih.. nggak papa kali yah,, aku pake." gumam Aisyah


Dengan perasaan tak menentu akhirnya Aisyah memakai baju itu walaupun risih,, demi menyenangkan suaminya dia memakai baju itu juga.


Selesai memakai baju itu, akhirnya perlahan Aisyah membuka pintu kamar itu dan menundukkan wajahnya.


Ceklek.


Mendengar suara pintu terbuka Barra yang sedang duduk di mini bar mengalihkan pandangannya ke arah depan pintu,, betapa terkejutnya Barra,, melihat penampilan istrinya yang menggoda imannya, Barra sebagai laki-laki normal pun seakan terasa susah menelan silvanya dengan kasar dan jakunnya pun sudah naik turun.


" Ais...,, kamu..


" Maaf mas,, pasti mas nggak suka yah.. biar Ais. ..


" Ehhh.. bukan begitu,, aku suka sangat suka sama apa yang kamu pakai.." ucap Barra dengan menahan tangan Aisyah yang ingin kembali ke dalam kamar.


Mendengar pengakuan suaminya Aisyah mengalihkan pandangannya pada suaminya yang kini relihat hanya memakai celana santai nya.


Aisyah terpaku dengan penampakan yang dia lihat.


" Kenapa,, menyesal dengan apa yang kamu putuskan? ini bagian masa lalu ku ,, Insyaallah aku nggak akan menambah lagi." ucap Barra dengan melihat beberapa bekas guratan tinta masa lalunya di tubuh atletisnya.


Aiyah mendekati suaminya tiba-tiba merab* perut rata nan kencang milik Barra,, meraba dengan begitu lembut. Barra yang melihat kelakuan istrinya sedikit terkejut, karen Aisyah bisa berbuat begitu berani padanya.


" Apa ini dulu sakit waktu membuatnya? " Ucap Aisyah membelai perut kotak kotak milik suaminya

__ADS_1


Mendapat perlakuan itu membuat, Barra memejamkan matanya untuk menikmati set*han tangan lembut sang istri.


" Tidak,, aku suka seni waktu dulu.. dan terjadi begitu saja." ucap Barra dengan menangkap tangan yang mungil yang merayap di tubuhnya.


Karena sedikit kencang sampai tubuh Aisyah menabrak dada bidang Barra.


" Ternyata istriku sekarang bisa agresif juga hemmm?siapa yang ngajarin kamu begitu berani ,hemm...? " bisik Barra dan menggigit kecil telinga Aisyah.


" Mass..!! " desis Aisyah saat merasakan tubuhnya bagai kena sengatan listrik yang luar biasa.


Barra meletakkan tangannya di atas kepala sang istri dan membaca doa untuk sebelum melakukan hubungan antara mereka.


Setelah selesai tanpa aba-aba,, Barra menggendong tubuh Aisyah ala bridal style


" Aaaa... masss,,ngagetin aja.. !! teriak Aisyah saat tubuhnya melayang dalam gendongan suaminya.


" Hahahaha,,malam ini akan jadi sejarah untuk kita ... hemmm" ucap Barra dengan menaiki tangga menuju temat dimana Barr dan Aisyah membuka lebaran baru kehidupan baru mereka.


Sampai di atas,, Barra membaringkan tubuh Aisyah dengan perlahan di ranjang dengan taburan kelopak bunga mawar diatasnya.


Barra mengagumi tubuh istrinya yang ter balut kain minim dengan bahan satin membentuk tubuh indahnya.


Barra membuka kimono yang menutupi tubuh Aisyah,, melihat jelas tubuh putih bersih milik Aisyah.


Barra yang mendengar pengakuan Aisyah,, tersenyum lembut pada istrinya dan membisikkan sesuatu


" Tenanglah,, jangan takut mas akan membuat kamu merasakan keindahan malam ini,, percaya sama mas kan?? " bisik Barra dan Aisyah langsung mengangguk dan menatap lembut wajah suaminya


" Tenang Boy.. sebentar lagi kamu akan pulang kerumah yang tepat." batin Barra berbicara dengan benda kesayangannya yang sudah lama tak diasah,,dan menjadi tuna wisma beberapa tahun.


Barra mulai menempelkan menyatukan bi*ir mereka ,saling memb*lit menyalurkan kasih mereka.


Kini gair*h mantan duda itu pun terpancing, sekian lama tak pernah merasakan kehangatan sentuhan dan bel*in tangan halus wanita membuat jiwa laki-laki dewasanya memuncak,, tangan Barra tak tinggal diam baju tipis milik Aisyah pun sudah robek tak berbentuk.Tak butuh waktu lama Barra sudah menanggalkan semua atribut istrinya dan dengan cepat menutupi tubuh sang istri dengan selimut sama halnya dengan dirinya. Keadaan mereka sudah sama-sama polos di balik selimut,, Tubuh kekar Barra pun sudah merayap sampai ke Muara cinta gil*nya mengagumi keindahan rumah baru si Boy miliknya.


" Jangan si tahan sayang... aku ingin kamu menyebutkan namaku... hemm" ucap Barra dengan ******* bibir manis Aisyah meberikan sensasi memabukkan membuat area terlarang Aisyah sudah mulai basah.


" Mass..!! " pekik Aisyah saat dia merasakan bagian pucuk nya di lah*p habis oleh Suaminya.. Seperti bayi besar yang terlihat kelaparan.


" Aku suka ini sayanggg.. aku suka ini.." racau Barra.


" Eemmmm..mass,, aku,,aku...

__ADS_1


Tak dapat lagi Aisya bicara hanya bisa merasakan ke ganas*n mantan duda itu,, tombak saktinya yang lama tak diasah malam ini akan menancap di lembah pensuciannya.


Setelah dirasa Aisyah mulai menerima kehadiran tombak sakti milik Barra.Barra mencoba memberikan sent*han yang membuat Rumah baru Boy si tombak sakti.


" Mass.. aku takut." ucap Aisyah saat Barra membisikkan sesuatu yang membuat Aisyah menegang seketika.


" Tenanglah,, sakitnya sebentar.. kamu bisa cakar,, jambak atau kamu gigit tubuh aku jika kamu sakit,, lampiaskan yaa... please,, si boy sudah nggak tahan pengen ketemu best friend barunya." ucap Barra dengan wajah memohon.


" Hahh.. Boy??" tanya Aisyah yang bingung siapa boy.


" Ini kenalan sama Boy milik mas si tombak sakti dengan bibit premium. " Barra tanpa sungkan mengarahkan tangan Aisyah berkenalan dengan Boy..


" Mas.. ini Boy... emang bisa masuk ukurannya begini. " ucapan Absurd sang istri membuat Barra terkekeh.


" Kita coba,, pasti best friend suka,, bahkan dijamin nambah.. " ucap Barra dengan menangkap wajah Aisyah dengan gair*h yang sudah memuncak.


Aisyah pun menggangguk mantap mengiyakan permintaan suaminya.


Barra yang melihat lampu hijau dari Aisyah dengan senang mengarahkan si boy supaya masuk dalam rumah barunya.


Pertahanan Aisyah sungguh luar biasa,, merasakan perjuangan membobol pertahanan Aisyah membuatnya sedikit berjuang keras sehingga empat kali percobaan , Boy baru berhasil mendobrak pintu tebal yang menghalangi pertahanan Rumah tersembunyi milik Aisyah.


Aisyah yang baru pertama kali melakukannya,, sontak membuatnya kaget,, sakit,, dan juga ada rasa penasaran dan bangga karena dia sudah memberikan hak suaminya yang kini namanya sudah di dalam doanya,, dia yang bisa meruntuhkan hati keras Aisyah.


Aisyah mencakar punggung Barra dan menggigit bahu suaminya karena merasakan tubuhnya sakit sampai ubun-ubun.


" Sa-kit mass... " ucap Aisyah dengan terbata saat Barra masih diam setelah berhasil membobol gawang Aisyah


" Maaf kan mas... sudah menyakiti kamu,, mas Janji beberapa detik lagi mas akan bawa kamu ke surga duniawi yang sangat indah,, kita terbang bersama sayang... kamu siap,, terbang bersamaku, kita tidak akan lupa akan penyatuan ini dengan disaksikan bulan menerangi kita hemm... " ucapan kata penuh keromantisan membuat Aisyah terbuai.


Barra meraup b*b*r manis Aisyah dan di bawah sana dia sudah mulai menggerakkan Boy untuk bekerja keras bercocok tanam di lahan baru nan subur milik Aisyah.


Ada kebanggaan di hati Barra saat melihat noda darah yang terlihat menempel di badan si Boy,, Barra sama dengan Aisyah ini adalah pengalaman pertama membobol ke sucian seorang perempuan,, karena dulu lain ceritanya dengan Inggrit.


Dulu karena begitu cintanya dia dengan Inggrit,, dia tak peduli tentang apa kesuc*an .


Tubuh Barra sudah basah dengan keringat,, dan tak beda dengan Aisyah kedua orang yang saling menyalurkan cinta, dan menunt*s kan hasr*t mereka.


Tubuh Barra pun Ambruk di atas Aisyah Saat sampai ke surga dunia.Dan dengan cepat Aisyah mengecup lembut seluruh wajah sang istri.


" Terima kasih sayang,,, kamu sudah menjaganya untukku." Ucap Barra dan membawa tubuh Aisyah ke dalam dekapannya.

__ADS_1


Aisyah hanya bisa membalas dengan senyuman manisnya dan melingkarkan tangannya diatas perut keras suaminya memeluknya dengan erat.


Bersambung


__ADS_2