Saat Hati Memilih

Saat Hati Memilih
#Akhir bahagia Saat Hati Memilih


__ADS_3

" Pak cepetan..kenapa bapak nyetirnya kayak keong sih?!" ucap Barra dengan nada tinggi


Bugh .


" Ausssttt ...sakit yang,kenapa kamu pukul mas..?" tanya Barra dengan heran.


" Mulutnya di jaga ,enak aja bentak-bentak pak Tono..!!" ucap Aisyah tak kalah tinggi suaranya dari Barra karena dia menahan rasa sakit


" Lagian pak Tono lelet yang..kayak Kus Kus jalannya ini mobil.." ucap Barra tak mau kalah.


" Tapi,nggak perlu ngegas..kamu nggak tau apa aku mules denger suara kamu ..!!" ucap Aisyah dengan wajah yang terlihat masih merasa kesakitan.


" Maaf tuan,non pak Tono nggak bisa cepet karena macet juga." ujar Pak Tono.


" Aaaahhhh...maasss..!!" teriak Aisyah.


Melihat nyonya mudanya yang sudah sangat kesakitan Tono pun berinisiatif untuk mendekati polisi yang sedang mengatur lalu lintas yang tak jauh darinya.


" Ngapain pak Tono malah turun sih.." gerutu Barra


Tak lama pak Tono berlari masuk ke dalam mobil dan Polisi yang sedang mengatur jalanan pun akhirnya mengurai padatnya lalu lintas,dan benar saja keramaian di depan mobil yang di bawa pak Tono pun menyingkir sedikit demi sedikit dan polisi tersebut pun memberikan pengawalan sampai di Rumah Sakit yang mereka tuju.


" Pak Tono urus selanjutnya dengan petugas saya langsung masuk sama Aisyah." ucap Barra yang sudah agak tenang sampai di depan RS.


Barra di bantu para medis membawa Aisyah ke ruang bersalin.


" Sakit masss..."rintihan yang membuat Barra memandang wajah istrinya dengan wajah iba.


" Iya sayanggg...sabar yaa,mas akan selalu di samping kamu,Aisyah bunda yang kuat.." ucap Barra dengan menggenggam tangan Aisyah dengan erat


" Bunda Aisyah sudah pembukaan tujuh,sabar yaa.. sebentar lagi ketemu sama twins ." ucap Dokter yang akan membantu Aisyah bersalin.


"Maafin mas yaa..buat kamu kesakitan ,demi anak kita kamu harus kuat.."ucap Barra dengan mengecup kening sang istri.


" Ini semua gara-gara mas,aku kesakitan..kenapa sakit banget masss...!!" pekik Aisyah saat rasa mulas nya datang kembali.


Tanpa sadar pun Aisyah menjambak rambut Barra sampai Barra meringis kesakitan.


" Iya salah mas,maafin mas ..tapi,kamu harus semangat demi anak kita sayang.." ucap Barra dengan tetap menjaga tutur katanya walaupun dia merasakan sakit di tubuhnya yang menjadi pelampiasan Aisyah

__ADS_1


Tak ada sahutan lagi dari Aisyah , dia hanya bisa bergumam membaca doa untuk lebih tenang .Dokter pun kembali mengecek kondisi pembukaan Aisyah.


" Pembukaan sudah sempurna, ibu kita sudah bisa berjuang buat menghadirkan mereka,bunda harus semangat.Dengarkan instruksi saya ,jangan mengejan dulu sebelum rasa dorongan dari mereka jangan coba mengejan." ucap Dokter tersebut.


Aisyah hanya bisa mengangguk dengan lemas .Barra tetap setia di samping Aisyah melihat proses dimana buah hati mereka lahir ke dunia


" Aaaaaaaagghhh....." suara yang di keluarkan Aisyah tiga kali dia melakukan arahan dari Dokter berhasil menghadirkan malaikat kecil yang saat ini menangis kencang di bawah sana.


Oekk..oekk..oekk....


Tak ada kata yang tidak hanya dengan kata syukur.


Tak perlu waktu lama pun bayi kedua lahir dengan tangis kencangnya


Tangis haru pun akhirnya pecah Barra dan Aisyah saling berpelukan.


"Terima kasih sayang kamu wanita terhebat." ucap Barra dengan wajah penuh kasih dan juga cinta pada istrinya


" Sama-sama mas,terima kasih sudah selalu ada buat aku selama aku mengandung." ucap Aisyah tersenyum dan menghapus air mata yang jatuh di pipi suaminya.


Kabar bahagia Aisyah melahirkan kini terdengar semua keluarga Barra di Bandung , keluarga di Jogja dan juga di Singapura Inggrit dan Drew pun di berikan kabar gembira itu.Mereka sangat senang Aisyah sudah melahirkan dan mereka menjadwalkan untuk ke Jakarta menemui ibu muda itu.


Keesokan harinya di salah satu ruangan VVIP Rahasia Sakit di Jakarta sedang heboh dengan kehadiran rombongan keluarga Barra dan Aisyah juga ada Inggit dan Drew serta Anne pun ada.


" Iya aku juga,karena aku nggak akan mungkin bisa lahiran." lanjut Anne


" Boleh kok..kalian kan auntynya juga." ucap Aisyah.Dia tahu apa yang dirasakan kedua wanita itu sudah tak bisa melahirkan lagi, Inggrit juga menyesal telah menyia-nyiakan waktu melahirkan Sasa.


" Kak Sasa seneng nggak punya adik?" tanya Barra dengan memeluk putrinya.


" Pasti dad,Sasa bahagia banget..terima kasih bunda..Sasa sayang bunda.." ucap Sasa dan beralih memeluk Aisyah .


" Uhhhh..anak manja bunda udah jadi kakak,bunda nggak nyangka kalau gadis kecil yang cengeng ini sekarang jadi gadis yang mandiri, Sholeha,tetep jadi orang baik ya nak.." ucap Aisyah dengan membelai lembut pipi Sasa dan menciumi pucuk kepala Sasa dengan sayang


"Siapa nama twins Bar ?" tanya Dimas


" Shika Naura Alfarizh sama Shaka Pramudya Alfarizh." jawab Barra menyebutkan nama kedua buah hatinya .


Keluarga Barra dan Aisyah merasa bahagia dengan kehadiran si kembar.Mereka hidup dengan rukun dan saling mendukung .Sasa pun sudah menerima Mamanya juga papa Drew jadi bagian hidupnya.

__ADS_1


Dua tahun berlalu.


Pembangunan Rumah Sakit yang ada di Jogja baru saja di resmikan . kini semua keluarga sudah berkumpul di kediaman Keluarga Kyai Syam.


Apalagi dengan kehadiran cucu-cucu mereka yang menggemaskan.


Shika ,Shaka anak Barra dan Aisyah dan ada Naura anak dari Dimas dan Lia mereka cucu yang melengkapi kebahagiaan keluarga Kyai Syam.


" Abah bahagia dengan adanya kalian ,maafin Abah dengan segala keegoisan Abah di masa lalu ya nak?" ungkap Kyai Syam di sela-sela Senda gurau keluarga mereka .


" Abah..Aisyah percaya ,kalau Abah berniat memberikan yang terbaik buat semua anaknya.Walaupun niat baik Abah tak sejalan dengan pemikiran kami.Abah nggak pernah salah Aisyah juga minta maaf karena pernah marah sama Abah membuat Abah berkecil hati." ucap Aisyah memeluk sang Abah.


" Kamu sudah memilih untuk siapa yang akan menjadi pendamping mu ,jika dulu kamu tak membatalkan rencana Abah entah bagaimana perasaan Abah saat melihat kelakuan Arya yang seperti itu." ucap Abah Syam


" Sudahlah bah,jangan membuka aib orang lain bah.Anne beruntung saat ini dia punya suami yang baik dan bisa menerima dia apa adanya." ucap Aisyah .


Anne menjadi istri salah satu dokter yang sudah lama Aisyah kenal dia adalah duda anak dua dan menerima Anne dengan sepenuh hati dan kedua anak suami Anne pun sangat menyayangi Anne .Lalu bagaimana dengan kehidupan Arya,kini dia menjadi salah satu pengajar di pesantren milik Abinya setelah beberapa waktu lalu perusahaan nya di nyatakan bangkrut dan saat ini di ambil alih oleh perusahaan Barra juga di dukung oleh Drew dan di pegang oleh Dimas.


Sungguh takdir begitu banyak berubah yang awalnya jahat tak selamanya akan jadi jahat .Apalagi Aisyah menghadapinya dengan cara yang elegant.


Bahagia itu sederhana ketika kita bersyukur Tetang apa yang kita punya hari ini pasti akan merasa bahagia.


Tak selamanya apa yang kita harapkan akan selalu berbuah manis mungkin akan sedikit membutuhkan perjuangan untuk menghasilkan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.


Sekian......


......TAMAT ......


Terima Kasih untuk semua para readers yang selalu setia menemani author dan Sudi menunggu kelanjutan kisah


"Saat Hati Memilih"


Ingin rasanya setiap hari up cerita ini pada awalnya namun,karena memang kesibukan ku sebagai IRT yang selalu berusaha menyempurnakan diri untuk menulis namun,apa daya saat pikir anak nggak bisa kompromi makanya tak akan pernah memaksakan untuk menulis.


Buat para readers jangan lupa 3 Novel Puspa Arum yang masih On going


*Cinta Kala Senja


*Pernikahan Beda Kasta

__ADS_1


*Mafia In Love


Dukung terus ceritanya yaaa..


__ADS_2