
Hari ini Sasa bersama keluarganya, daddy juga opa dan oma nya berlibur di Jogjakarta.
Karena keinginan Sasa, maka semuanya menuruti kemauan gadis yang menjelang remaja itu.
Namun, kepergian mereka ada yang berbeda.
Yaitu kebersamaan mereka dengan seorang gadis bernama Yulia wanita yang sedang dekat dengan Barra. Hubungan mereka tak lain ada campur tangan dari kedua orangtua Barra.
Gadis cantik berasal dari Jogja dengan pribadi yang baik.
Walaupun hubungan itu atas kemauan kedua orangtua Barra, namun.. Sasa belum merestui sang Daddy menikah lagi apalagi dengan selain Aisyah sang bunda.
Mereka menikmati liburan itu, dan Sasa selalu memonopoli Barra, Sasa nggak akan membiarkan Barra dekat-dekat dengan Yulia.
Padahal Oma nya selalu memperingatkan Sasa supaya memberikan kesempatan untuk Yulia menunjukkan kasih sayangnya pada gadis kecil itu supaya lebih ramah pada Yulia.
Kini mereka sedang berada di sebuah rumah makan khas jogja yang menyajikan gudeg yang tentunya banyak pelanggan dari berbagai kota.
Gudeg Yu Jum, pasti nama itu begitu familiar di telinga.Keluarga Barra yang juga penikmat kuiner nusantara mereka sangat antisias mencoba makanan yang legendaris itu.
" Ini enak banget Lia, untung aja kita ajak kamu trip kali ini.." ujar mama Barra
" Biasa aja kali Oma.." ujar Sasa dengan senyuman kecutnya.
" Nak... " ucap Barra mengingatkan sang putri untuk lebih sopan.
" Nggak papa kok mas, Sasa masih pengen kemana lago setelah ini? " tanya Yulia dengan lembut.
" Entahlah, Sasa pengen punya pengalaman spiritual.. kayaknya menarik kan? " ucap bocah itu dengan senyuman smirknya.
" Owhh.. pengalaman spiritual, macam ke tempat horror gitu? " tanya Yulia
" Bukan Tante, yang menambah pengalaman agamis kita gitu" ungkap Sasa.
" Macam pesantren kilat? " tanya Yulia meyakinkan dan Sasa mengangguk dengan cepat.
" Sayang... kamu ini ada-ada saja,kita di sini mau have fun." ucap Mama Barra.
Mendengar penuturan sang Oma pun Sasa diam dan tampak sedikit kecewa.
" Yulia... Kamu Yulia kan? " tegur seseorang yang mendekat ke arah meja keluarga Bara.
" Kia, Masyaallah.. apa kabar?" ucap Yulia setelah melihat siapa yang menegurnya.
__ADS_1
" Alhamdulillah baik, kamu lagi pulang.. kok nggak main ke pesantren, wah... abah sama Umi pasti seneng kamu dateng." ucap Zaskia yang tak lain sahabat masa SMA Yulia.
" Aku lagi kesini aja, kan sekarang keluarga aku di Jakarta Ki.. yah.. walaupun ada rumah nenek juga disini." ucap Yulia.
" Owhh.. ya udah, kamu main dong.. pasti pada seneng kamu dateng.. apalagi abang..hehehe.." ucap Kia menggoda Yulia.
Mendengar ucapan Kia, Yulia merasa malu dan wajahnya yang putih terlihat merah.
" Kamu bisa aja, oh iya.. sampe lupa kenalin ini keluarga sahabat papa aku ini Om Sulaiman,tante Hanna, ini Mas Barra, dan si Cantik ini Sandrina." ucap Yulia mengenalkan keluarga Barra.
" Saya Zaskia.. sahabat Yulia masa SMA, kalau berkenan silahkan mampir ke tempat abah saya, bisa ikut dengan Yulia silaturahmi dengan keluarga kami. " ucap Zaskia dengan ramah.
" Wah.. kebetulan sekali, cucu saya pengen banget liat pesantren, katanya mau belajar sedikit-sedikit juga." ujar Mama Hanna melirik cucunya yang sudah cemberut.
" Boleh.. disana banyak temen, ada putra putri kakak saya juga kok." ucap Zaskia.
" Iya nanti aku kesana sama keluarga Om Sulaiman, mau temuin Abah sama umi juga. " ujar Yulia.
" Dengan senang hati, kita tunggu.. ini kartu nama aku, kamu kabarin kalau bener kamu mau dateng yaa.. biar umi masakin kesukaan kamu juga. " ujar Kia.
" Iyaaa... aku juga sudah kangen sama masakan Umi." ucap Lia.
" Baiklah aku pamit yaa.., tuh pesanan ku sudah selesai.. aku tunggu lho.. Assalamualaikum "
pamit Kia
.
.
" Tante nggak nyangka kamu punya kenalan orang pesantren lho Li.. " ucap Mama Hanna
" Kia sahabat saya, dan keluarganya sudah saya anggap juga keluarga saya, mereka menyayangi saya seperti putrinya, namun.. karena papa pindah tugas.. jadi Lia juga ikut pindah, dan komunikasi kita juga terputus." terang Yulia.
" Kamu mau ke pesantren itu? "tanya Barra.
" Insyaallah besok siang lah, aku akan kesana.. kalau berkenan Om dan semua bisa ikut, biasanya setelah ashar akan ada kajian juga.. sudah lama juga Yulia nggak lihat kajian Kyai Syam." ujar Yulia.
" Boleh.. kita akan ikut dan semoga juga Om bisa bersilaturami dengan pimpinan pompes itu." ucap Papa Sulaiman.
Yulia merasa senang bisa bertemu lagi dengan sahabat lamanya, mengingat itu membuat hatinya kembali berdebar kala mengingat satu nama yang sudah lama tertaut dihatinya. Karena pria itulah Yulia sampai saat ini tak mau menjalin hubungan dengan siapa pun.
.
__ADS_1
.
.
Keesokan harinya Yulia mengajak keluarga Alfarizh mengunjungi pesantren milik abahnya Zaskia yaitu Irwan Syamsudin yang biasa dipanggil dengan nama Abah Syam atau kyai Syam.
Pondok Pesantren Al -Hikmah,Nama besar disebuah gapura besar terpampang nama Pesantren yang akan di kunjungi Yulia beserta keluarga Alfarizh.
" Masyaallah, sepertinya kita ketempat yang akan buat Sasa punya pengalaman spiritual." ucap mama Hanna melirik sang cucu yang sedari tadi diam.
" Semoga Sasa bisa jadi anak yang Sholehah.. amin" ungkap Barra dengan mengharap sang putri punya akhlak yang baik.
" Aminn.. " ucap Kedua orang tua Barra dan Yulia mengamini ucapan Barra.
Mobil yang di kemudikan langsung oleh Barra masuk dalam halaman luas pesantren Al-Hikmah dan berhenti di depan rumah yang berada di sekitaran pesantren itu.
" Alhamdulillah, akhirnya nyampe juga tamu kita." ucap Zaskia melihat mobil mewah yang baru terparkir di halaman rumah sang abah.
" Siapa yang dateng? " tanya Dimas sang kakak.
" Tebak... coba siapa yang dateng, abang pasti suka lihat dia dateng kesini." ucap Zaskia dengan senyuman penuh arti.
" Halah.. paling orang yang mau masukin anaknya masuk pompes." tebak Dimas.
" Salah.. karena yang dateng itu, sahabat aku Yulia... Yulia bang.....!! " pekik Zaskia mengucap nama Yulia dengan sangat antusias di depan sang kakak.
" Hahhh.. dia kemari, buat apa? buat pamer kalau dia sudah punya keluarga yang bahagia gitu?" ucap Dimas dengan raut wajah tak suka.
" Aduhhh.. abang taulah,aku mau panggil umi sama abah,tamu nya udah dateng bye..!! "pamit Zaskia melirik kearah sang kakak yang terlihat sensi.
.
.
" Assalamu'alaikum " Salam dari Yulia yang ada di depan pendopo rumah Kyai Syam.
" Wa'alaikum salam. " jawab Zaskia yang keluar dari dalam rumah memyambut kedatangan tamu nya. " Silahkan, Om semua masuk.. silahkan duduk.. sebentar yaa, saya panggil abah sama umi saya." ucap Zaskia setelah saling menyapa dan bersalaman.
Tak butuh waktu lama, datanglah Kyai Syam dan juga Umi Maryam bersama Zaskia.
" Irwan?! panggil Papa Sulaiman Alfarizh melihat sosok pria yang baru keluar dari dalam rumahnya.
" Iman... Sulaiman Alfarizh, Masyaallah bro..!! " ucap Kyai Syam mengenali sosok sahabatnya yang sudah lama tak bertemu.
__ADS_1
Pertemuan yang tak disangka oleh dua orang sahabat sejak masa muda dan terlihat sangat bahagia dua orang tersebut tanpa mengindahkan pandangan ke sekitarnya mereka saling berpelukan dengan menjadi sosok yang berbeda.
Bersambung.